Fakta Lain Seputar Nikotin

*Vera Farah Bararah* – detikHealth

*Jakarta,* Nikotin selama ini dikenal sebagai zat yang terkandung dalam
rokok dan bisa menyebabkan ketergantungan. Tapi ada beberapa fakta lain
seputar nikotin yang belum diketahui masyarakat.

Orang-orang Indian adalah orang yang mengajarkan seluruh dunia untuk
merokok. Hal ini diketahui dari ekspedisi Christopher Columbus yang membawa
daun tembakau pertama kali yang diberikan oleh kepala Indian ke Eropa.

Saat itu orang-orang Eropa mudah tertipu dan menggunakan tembakau sebagai
obat untuk sakit kepala, kelelahan dan mudah tersinggung.

Komponen utama tanaman ini yang diberi nama nikotin ditemukan oleh duta
besar Prancis Jean Nicot pada pertengahan abad XIV, saat itu masyarakat
mempercayai nikotin sebagai obat.

Tapi setengah abad kemudian baru diketahui bahaya tembakau dan asapnya bagi
tubuh manusia, tapi hanya beberapa orang saja yang mampu berkata tidak
terhadap tembakau.

Seperti dikutip dari* Buzzle *dan *nicotinefacts*, Senin (19/4/2010) ada
beberapa fakta lain mengenai nikotin yang masih jarang diketahui oleh
masyarakat, yaitu:

1. Sebagian besar perokok mempercayai bahwa efek dari rokok bisa membuat
tenang.
Tapi psikolog tidak setuju dengan hal tersebut. Meurutnya bukan pengaruh
asap rokok dan nikotin yang menenangkan, melainkan refleks dari mengisap.

Para dokter menyarankan bagi orang yang mengalami insomnia berat bisa
mengonsumsi susu atau cairan lain melalui sedotan, karena efek mengisap ini
bisa menenangkan.

2. Nikotin bisa benar-benar bermanfaat sebagai obat jika digunakan dengan
benar dan dosis yang akurat. Namun selama ini orang menggunakan nikotin
untuk hal yang berbeda dan dalam dosis yang tinggi.

3. Dalam American Journal of Psychiatry diketahui bahwa reaksi nikotin
dengan oksigen dapat membentuk asam nicotinic. Efek dari turunan senyawa ini
bisa bermanfaat bagi tubuh manusia yaitu menenagkan, meningkatkan suasana
hati dan merangsang aktivitas otak, fungsi motorik dan memori. Jika molekul
nikotin diubah sedemikian rupa tidak akan menyebabkan kecanduan seperti
rokok.

4. Para dokter memiliki istilah wajah perokok, karena kulit orang yang
merokok 25-40 persen lebih tipis dibanding non-perokok. Semakin lama
seseorang merokok, maka semakin berkurang kadar kolagen dan elastinnya.
Namun jika seseorang belum terlalu lama merokok, kulit dan wajahnya bisa
membaik.

5. Psikolog menggolongkan perokok berat sebagai pencari petualangan. Secara
sadar atau lebih seringnya tidak sadar, mereka ingin mendapatkan adrenalin
yang lebih dan mengabaikan potensi bahaya tak heran banyak iklan rokok yang
menggunakan olahraga ekstrim sebagai ilustrasinya.

6. Sangat sedikit para ibu yang siap untuk melepaskan kebiasaan berbahaya
ini bagi kesehatan bayinya. Padahal kebiasaan merokok yang dilakukan oleh
ibu bisa berdampak terhadap kesehatan anaknya saat masih di dalam rahim atau
tidak, karena dapat menghambat asupan oksigen ke anak.

7. Sebuah studi menuturkan anak yang mengalami alergi terhadap debu, bulu
binatang, alergi makanan, penyakit perut atau rongga gigi bisa disebabkan
oleh asap rokok yang terhirup.

8. Ada berbagai metode yang bisa dilakukan agar bisa berhenti merokok, tapi
metode asli yang pertama kali diusulkan oleh seorang desainer Inggris untuk
menyapih rokok melalui asbak yaitu dengan menampilkan sesuatu yang seram di
asbaknya. Beberapa orang bisa berhenti merokok dengan metode ini, tapi ada
juga yang tidak berhasil.

(*ver/ir*)

Tagged
%d bloggers like this: