Fatwa MLM Syariah Segera Ditentukan

JAKARTA — Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Multi Level Marketing (MLM) Syariah akan ditentukan pada rapat pleno yang akan digelar tanggal 25 Juli 2009 mendatang.

Wakil Sekretaris Dewan Syariah Nasional(DSN) MUI, Hasanuddin, di Jakarta, Kamis mengatakan, seluruh draf fatwa serta kajian terhadap MLM Syariah telah ada dan tinggal diplenokan.

“Semuanya telah terjadwal di agenda sidang pleno. Jadi fatwa terhadap MLM Syariah akan bisa segera diketahui setelah pleno digelar,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, fatwa yang dikeluarkan oleh MUI bukan masalah halal atau haram bagi MLM, namun fatwa yang akan dikeluarkan adalah batasan antara MLM Syariah dengan MLM konvesional yang selama ini ada.

MLM konvensional, kata dia, cenderung melakukan “money game” dengan janji-janji bonus yang besar, akibatnya banyak masyarakat yang dirugikan. Untuk itu antara MLM Syariah dengan konvensional diberi batasan oyang jelas agar tidak memunculkan keresahan pada kalangan pelaku/konsumen termasuk produk yang ditawarkan.

“MLM bisa dikatakan syariah sebelumnya harus lolos sertifikasi terlebih dahulu oleh DSN MUI. Jika tidak lolos maka yang ditolak dan tidak bisa dikatakan MLM Syariah,” katanya menambahkan.

Sebelumnya Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Agustianto mengatakan, fatwa MUI terhadap keberadaan MLM Syariah sangat diperlukan guna menekan dampak negatif bagi konsumen.

“Kami sangat mendukung dengan rencana MUI mengeluarkan fatwa terhadap keberadaan MLM Syariah dan itu harus. Dengan adanya fatwa, semua MLM Syariah betul-betul sesuai dengan prinsip ekonomi Islam,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, saat ini banyak MLM yang berkedok syariah meski secara umum sistem yang digunakan sama dengan MLM konvensional yang identik dengan “money game” maupun pemberian bonus yang diluar kewajaran.

Untuk itu, kata dia, MLM Syariah harus dikaji ulang dan sesuai dengan syarat-syarat ekonomi Islam diantaranya adalah MLM tidak boleh hanya dibuat kedok guna memperoleh keuntungan semata. Selain itu adalah harga-harga produk yang ditawarkan harus sesuai dengan pasaran.

Lebih lanjut dosen Universitas Indonesia itu menjelaskan, untuk MLM Syariah seharusnya menggunakan sistem bola matahari atau melingkar, tidak seperti MLM konvesional yang berbentuk tingkatan piramida.

Dengan sistem bola matahari, kata dia, semuanya (konsumen) akan mendapatkan bonus sesuai dengan kerja keras yang dilakukan. Jika sistem piramida bonus paling banyak diterima oleh orang yang pertama kali bergabung meski tidak melakukan perekrutan anggota lagi.

Ia menambahkan, sesuai data dari asosiasi penjulan langsung, jumlah MLM yang ada di Indonesia kurang lebih mencapai 103, sedangkan yang mendapatkan sertifikasi syariah dari MUI kurang dari dua persen.

Hingga saat ini hanya tiga MLM yang telah diberikan sertifikasi syariah oleh DSN MUI diantaranya adalah Ahad-net yang bergerak dibidang penjualan obat-obatan. ant/ahi

http://www.republika.co.id/berita/60979/Fatwa_MLM_Syariah_Segera_Ditentukan


Rabu, 29 Juli 2009 pukul 01:26:00
Draf Fatwa MLM Syariah Disetujui
Baru dua perusahaan yang mendapat sertifikat PLBS dari DSN MUI yaitu Ahad Net dan UFO.JAKARTA — Sidang pleno Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) telah menyetujui draf fatwa Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS), Sabtu lalu (25/7). Fatwa tersebut dapat menjadi pedoman bagi perusahaan PLB termasuk multi level marketing (MLM) yang ingin memperoleh sertifikasi bisnis syariah dari DSN MUI.Anggota DSN MUI, M Gunawan Yasni mengatakan, setidaknya terdapat 11 ketentuan hukum yang wajib dipenuhi dalam menjalankan praktik PLBS. Di antaranya adalah komisi yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen dihitung berdasarkan prestasi kerja nyata. Ini sesuai dengan volume atau nilai hasil penjualan barang atau produk jasa baik pribadi atau jaringan (bukan hanya  passive income dan bukan hanya  member get member ). ”Dalam  passive income yang dimaksud adalah mendapat bonus secara pasif tanpa melakukan pembinaan, perekrutan, dan penjualan barang atau jasa karena hal itu sama dengan  money game ,” kata Gunawan kepada  Republika , Selasa (28/7).Fatwa tersebut berlaku bagi MLM yang sudah maupun yang belum mendapatkan sertifikasi. ”Bagi yang sudah memperoleh sertifikasi…

Rabu, 29 Juli 2009 pukul 01:26:00

Draf Fatwa MLM Syariah Disetujui

Baru dua perusahaan yang mendapat sertifikat PLBS dari DSN MUI yaitu Ahad Net dan UFO.JAKARTA — Sidang pleno Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) telah menyetujui draf fatwa Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS), Sabtu lalu (25/7). Fatwa tersebut dapat menjadi pedoman bagi perusahaan PLB termasuk multi level marketing (MLM) yang ingin memperoleh sertifikasi bisnis syariah dari DSN MUI.Anggota DSN MUI, M Gunawan Yasni mengatakan, setidaknya terdapat 11 ketentuan hukum yang wajib dipenuhi dalam menjalankan praktik PLBS. Di antaranya adalah komisi yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen dihitung berdasarkan prestasi kerja nyata. Ini sesuai dengan volume atau nilai hasil penjualan barang atau produk jasa baik pribadi atau jaringan (bukan hanya  passive income dan bukan hanya  member get member ). ”Dalam  passive income yang dimaksud adalah mendapat bonus secara pasif tanpa melakukan pembinaan, perekrutan, dan penjualan barang atau jasa karena hal itu sama dengan  money game ,” kata Gunawan kepada  Republika , Selasa (28/7).Fatwa tersebut berlaku bagi MLM yang sudah maupun yang belum mendapatkan sertifikasi. ”Bagi yang sudah memperoleh sertifikasi…

Tagged
%d bloggers like this: