Tanya tentang kehalalan DBS (duta4future.com)

Berikut saya forward sebuah tulisan yang berisi pertanyaan tentang kehalalan DBS (duta4future.com) dari sebuah milis.

Tanya tentang kehalalan DBS (duta4future.com)

Saya mau ikutan nanya ya, kebetulan temen2 saya juga sudah banyak yang ikut
namun saya sendiri masih ragu2 dan belum menjadi member. saya sudah pelajari
melalui websitenya dan buku petunjuk di starter kit. afwan saya tanggapi poin2
bapak ya walaupun bapak juga cuma forward, karena memang saya awam di bidang
bisnis network marketing.

1. produk utama DBS adalah pulsa ( omset DBS perbulan 60 milyar dan 65%
didapatkan dari penjualan pulsa ke member, sisanya dari penjualan kartu HU
dan sharing profit international )

omset perusahaan dari penjualan pulsa ke member, tapi kenapa member tidak
disarankan untuk mengambil keuntungan dari jualan pulsa, namun kebanyakan
disarankan mencari downline sebanyak-banyaknya untuk mempercepat penghasilan.
artinya member downline membeli HU untuk membayar member upline dan begitu
seterusnya. Bonus dari downline jauh lebih menggiurkan dari pada jualan
pulsannya, so member pasti akan lebih memilih mencari downline
sebannyak-banyaknya dari pada jualan pulsa. Bahkan masing-masing member bisa
menambah membeli HU lagi untuk ditaruh lagi di kakinya sendiri. terus downline
yang paling terakhir bagaimana.

2. adapun DBS adalah support system dalam membina member dalam menjalankan
bisnis ini dengan sistem Customer Referral Program (CRP) BUKAN DENGAN
SISTEM MLM atau SISTEM PIRAMID (silahkan teliti lebih detail di webnya
pada menu marketing plan)

kenapa DBS selalu mengklaim bukan MLM murni, padahal nyata2 bersistem jaringan
binary (2 kaki), yang juga berarti multi level dan DBS menggunakan fatwa MUI
tentang MLM.

3. sistem yang menurut antum downline tdk bekerja adalah salah, itu adalah
sifatnya PEMBINAAN dan bonus sponsornya tetap menjadi hak upline (yang
memberi downline).

bisa saja downline tidak bekerja, yang bekerja uplinenya yang mengatur kaki-kaki
yang ada dibawah downlinenya, jika dapat member baru upline mendapat bonus
sponsor, downline juga akan kebagian bonusnya walaupun tidak sebesar sponsor.
Downline yang tidak punya koneksi internet, biasanya percaya saya pengaturan
yang dilakukan oleh upline melalui website. Banyak kejadian yang seharusnya
downline yang dapat bonus sponsor (terutama ketika member baru langsung membeli
3 HU atau 7 HU) tapi malah uplinenya yang dapat karena login masih pake user
upline.

4. Pembagian bonus dan komisi DBS menganut sistem INDEX MUDHARABAH (bagi
hasil).

berikut rumus indexnya, mungkin yang lebih ahli bisa menjelaskan rumus sederhana
ini.
OMZET PERUSAHAAN – BIAYA OPERASIONAL = INDEX MUDHOROBAH
SUBSIDI YANG DIBAGIKAN

5 semua transparan dan jelas serta diawali dengan perjanjian akad yang
masing2 disetujui oleh member ( terhindar dari ghoror & maysir )

afwan, mungkin bisa diperjelas.

6. untuk fatwa MUI jawa barat bisa dibaca dilampirannya.

Diwebsitenya (duta4future.com) hanya ada fatwa MUI tentang MLM secara umum.
Apakah sertifikat halal secara sistem sudah dipegang DBS?.
Di websitenya tertulis “Berikut Kami sampaikan Fatwa Halal MUI untuk bisnis
Network Marketing
& MLM secara umum beserta batasan-batasan halalnya. InsyaAllah
menurut Kami & Dewan Fatwa MUI, DBS berada dalam batasan Halal,
silahkan diteliti.”

7. saat ini dalam 3 bulan kedepan DBS sedang melakukan pembenahan ke
perusahaan SYARIAH, menurut informasi dari manajemen PT DFI, yang mengurus
ke DSN-MUI adalah ust syafii antonio, KH. Maftuh Kholil (ketua MUI Jawa
barat ) dan aa gym

Alhamdulillah klo memang sedang melakukan pembenahan ke perusahaan Syariah,
namun apakah berarti DBS yang sekarang belum benar-benar Syariah? apakah 3 tokoh
diatas (KH. Abdullah Gymnastiar, Ust. Syafii Antonio dan KH. Maftuh Kholil)
sudah resmi menjadi dewan syariah DBS?

Tagged

27 thoughts on “Tanya tentang kehalalan DBS (duta4future.com)

  1. fajarnindyo says:

    Bisnis DBS ini memang sedang mem-boom-ing luar biasa..bahkan ada cerita sukses seorang mahasiswa yg tiba-tiba kaya raya dgn menjalankan bisnis ini.

    Saya rasa, pertanyaan2 di atas harus segera dijawab oleh DBS sendiri agar tidak timbul kesimpangsiuran. Saya setuju, kalau orang kaya raya dari mencari downline, artinya tujuan berjualan pulsa menjadi terkesampingkan. Sampai saat ini pun, saya belum tertarik mengikuti MLM ini..!

  2. giri says:

    Aku setuju dengan pendapat Pa Danang
    Aku sendiri tidak jago syariah, dan aku setuju dengan bisnis MLM, apalagi MLM syariah.
    aku hanya menggunakan hitungan matematis
    temen akrabku yang sukses di dbs mengajak aku di bisnis ini,.
    Begitu kuajak diskusi mengenai perhitungan bonus di DBS, dia menjawab, tau apa aku, sudah berani memepertanyakan syariahnya. Syafii antonio aja bla bla bla….

    Jawaban anda benar2 seperti ucapan saya. Seharusnya MUI pusat harus turun tangan. Hal ini bisa memecah belah umat.

  3. danang says:

    #giri
    Tulisan diatas hanyalah forward pertanyaan dari sebuah milis yg kebetulan mewakili pikiran saya yang sempat hampir gabung dgn DBS..

    #William Cahyadi
    Pendapat Anda bagus, namun terpaksa saya tahan krn anda menulis dengan menggunakan HURUF KAPITAL. Silahkan posting ulang dengan format yang lebih etis, terima kasih.

  4. saiton says:

    dbs apasih………???ko sistemnya mengajak member baru.berarti uang yg didapat dr member yg baru terdaftar.sama aja jg bohong kalo kita harus mengajak orang untuk gabung.

  5. msasraf says:

    mlm sebenarnya kalo dijalankan dengan benar menurut saya sih okey..apapun mlmnya…
    yang perlu di tekankan hanya bagaimana para pelakunya…dan bagaimana menawarkanya…yang sering membuat image buruk saking kepnginnya dapat down line …mereka suka memberikan janji yang over promote…nah kalau yang aman ya yang ditawarkan produknya..jangan bisnisnya …kalau yang ditawarkan bisnisnya…kan kenyataannya yang benar2 sukses secara significant paling berkisar 3% saja lah yang lainnya kan jadi konsumen saja…jadi ya..tawarkan produknya saja….gitu aja kok repot…heheeheeee

  6. Andi says:

    DBS sudah tidak halal, money game.

    Pembohongan publik dengan memamerkan nama2 tokoh2 terkenal untuk membohongi lebih banyak orang.

    DBS cuma mempromosiin toko2 tersebut, bukan untuk mempromosiin member agar lebih sejahtera.

    Siapa lagi yang mau di bohongi!!!!!!

  7. amore says:

    Ok, disini mencoba mengklarifikasi sumua keluhan dan tanggapan teman2 tentang DBS. pertama untuk sahabat Danang…yang mempertanyakan apakah DBS halal atau tidak, menurut saya tergantung dari cara anda menjalankannya dan niat anda, sebagai contoh: “makan aja bisa haram kalau itu berlebihan”. menurut saya DBS it’s Oke selama anda menjankannya dengan niat yang untuk membantu umat tapi bukan untuk memperalat, coba anda pelajari lebih detail lagi…dalam bisnis jaringan (network marketing) yang telah memiliki legalitas dan diakui menurut saya bagus,bahkan sisi negatifnya tidak ada, pertama:menjalin silatuhrahim sesama manusia..nah bukankah itu perintah TUHAN yang telah diwahyukan lewat Al-Quran yang mengatakan “Hablum minannas”, yang kedua: dari segi produk (pulsa) saya pikir setiap orang memiliki HP butuh yang namanya pulsa, DBS kan menawarkan pulsa yang relatif murah dibanding jika anda beli pulsa di luar (counter,red) dan setiap anda melakukan 1 kali transaksi anda berhak mendapatkan Rp.10,- coba anda teliti,dari segi mana yang negatif. yang ketiga: dari segi pembagian bonusnya, yang menganut system syari’ah..dan saya pikir lumrah jika perusahaan lebih dulu mengeluarkan untuk biaya operasional,ini dimaksudkan agar perusahaan tidak mengalami kerugian dan tetap bertahan kokoh.
    Untuk saudara Andi, coba anda buka web DBS di halaman depan ada foto2 para tokoh beserta id-nya, anda coba login ke virtual office mereka dan memeriksa data2nya jika anda masih belum percaya dan menganggap itu pembohongan publik, saya yakin anda kaum terpelajar yang mengerti tentang etika..apakah pantas anda melontarkan kata2 yang sangat propokatif seperti itu? coba anda pelajari dulu dan memastikan kebenarannya, baru mengungkapkannya dengan bahasa yang sifatnya kritikan dan saran.

  8. udetstudio says:

    wah kebetulan nih, temenku kemarin baru aja nawarin bisnis DBS saat ini masih nelusurin tentang metode DBS ini. Mohon masukannya baik yg udah jadi member atau belum

    Trims

  9. indah says:

    Ada ga laporan laba-rugi perusahaan dari penjualan pulsa? Misalnya untuk mei 2009, berapa nominal pulsa terjual, berapa keuntungan dan berapa yang terpakai untuk pembagian bonus dsb?

  10. mastegar says:

    Duh,masih bingung nih tentang DBS……

  11. offi mirnata says:

    aku setuju bgt,,,ama amore

  12. sang pencari says:

    saya setuju dengan amore
    dalam sistem usaha wajar z kalo kita mengambil keuntungan dan islam pun membolehkan kita berusaha
    asalkan keuntungan tidak melebihi modal…
    apabila dalam bisnis flexter atau DBS ada orang yang mendapatkan ratusan juta dari bisnis ini, kalo menurut saya wajar z karena keuntungan di akumulasi dari tiap rupiahnya
    n lama kelamaan karena penjualannya banyak maka keuntungan juga banyak… so mana letak ke gararannya?
    kalo kita daftar hari ahad,02 agustus 2009 dgn nominal uang sebesar Rp.175.000,-
    kemudian pada hari senin,03 agustus 2009 kita mendapatkan uang puluhan atau ratusan juta nah yang kaya gini baru garar

  13. sang pencari says:

    KEPUTUSAN FATWA

    MUSYAWARAH KOMISI FATWA MUI KOTA BANDUNG

    Nomor : 291/MUI-KB/E.1/VII

    Tentang

    HUKUM BISNIS NETWORK MARKETING / MLM

    بسم الله الرحمن الر حيم

    Musyawarah Komisi Fatwa MUI Kota Bandung yang membahas tentang Hukum Bisnis MLM, setelah

    Menimbang :

    a. Bahwa semakin banyak berbagai macam produk suatu perusahaan yang diperjual-belikan kepada masyarakat dengan sistem MLM.

    b. Bahwa oleh karena itu, MUI Kota Bandung memandang perlu menetapkan fatwa tentang hukum masalah dimaksud.

    Memperhatikan :

    a. Pertanyaan-pertanyaan dari umat tentang status hukum bisnis MLM.

    b. Pendapat dan saran-saran para Ulama peserta musyawarah.

    Mengingat:

    1. Deskripsi Masalah sebagai berikut :

    Secara sederhana, bahwa dalam memasarkan suatu produk dari suatu perusahaan ada dua macam cara:

    A. Yang sudah umum berlaku, disebut cara konvensional.

    Yaitu sampainya suatu produk kepada konsumen setelah melalui setidaknya 4 (empat) tahap berikut: dari pabrik kepada distributor, kemudian kepada agen, kemudian kepada grosir, lalu kepada pengecer/toko dan baru kepada konsumen. Bila harga dari pabrik Rp. 100.000 maka sesudah sampai kepada konsumen bisa menjadi Rp. 200.000 atau lebih, karena banyak menyerap biaya, seperti biaya produksi, biaya promosi dan biaya lainnya.

    B. MLM (Multy Level Marketing) atau sistem pemasaran berjenjang (Network Marketing)

    Di sistem ini seorang konsumen harus mampu merekrut konsumen (jaringan) dibawahnya disebut frontline (jaringan/kaki pertama) dan downline atau upline (jaringan/kaki kedua dan seterusnya) dan ia akan menerima keuntungan (prosentase) dari setiap pembelanjaan downline tersebut. Semakin banyak jaringan (downline) maka semakin besar pula keuntungan yang akan diterima olehnya. Bila mampu mencapai titik tertentu sesuai persyaratan, ia akan menduduki suatu posisi dan akan menerima bonus yang telah ditentukan. Cara ini memutus tahapan diatas, yakni dari pabrik langsung kepada konsumen yang sekaligus bisa menjadi distributor. Mengenai harga, tetap seperti diatas hanya kelebihan harga pabrik tersebut menjadi keuntungan distributor.

    Pada kenyataannya ada tiga macam bentuk yang berkaitan dengan bisnis MLM :

    a. MLM yang tidak menjual produk, biasa disebut money game (permainan uang). Contoh: Pihak MLM menawarkan sebuah sepeda motor merk x hanya dengan menyetor uang Rp. 2.000.000 dengan syarat harus bisa menjaring sebanyak sepuluh orang yang masing-masing harus menyetorkan uang sebesar Rp. 2.000.000 pula. la akan menerima sepeda motor tersebut setelah mampu menjaring sepuluh orang, dan bila tidak, maka uang tersebut hangus. Demikian seterusnya.

    b. Perusahaan MLM, ialah suatu perusahaan yang menjual produk orang lain dengan sistern MLM, yakni ia membeli suatu produk dari pabrik kemudian memasarkannya dengan sistem MLM. Perusahaan MLM ini kadang-kadang mengakibatkan harga menjadi tidak wajar (diatas harga pasar) dan kadang-kadang kabur entah kemana, sehingga banyak yang tidak pernah menerima bonus yang dijanjikan dan jaringan yang paling bawah tidak bisa mengembangkan lagi jaringan.

    c. Perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem Penjualan Berjenjang (Network Marketing).

    Adalah sebuah perusahaan yang menjual produknya dengan sistem berjenjang, sehingga setiap konsumen di perusahaan tersebut adalah juga seorang distributor. Dimana akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan jumlah jaringan dan omzet yang dicapai sesuai dengan sistem marketing yang disetujui sejak awal. Dengan harga produk yang cukup wajar.

    2. Prinsip Mu’amalat Islami :

    Hukum Islam adalah hukum yang berorientasi kemaslahatan sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia, baik individu maupun masyarakat (mashalih al-‘ammah). Orientasi ini menjadi pertimbangan mendasar bagi setiap mu’amalat yang terjadi, baik bagi yang sudah ada, maupun bagi yang baru muncul yang banyak direspon oleh masyarakat seperti Network Marketing / MLM.

    Mu’amalat Islami adalah HALAL selama dibangun di atas prinsip-prinsip berikut:

    1. Tabadul al-manafi’ (tukar-menukar barang yang bernilai manfa’at);

    2. ‘An taradlin (kerelaan dari kedua pihak yang bertransaksi dengan tidak ada paksaan);

    3. ‘Adamu al-gharar (tidak berspekulasi yang tidak jelas / tidak transparan),

    4. ‘Adamu Maysyir (tidak ada untung-untungan atau judi seperti ba ‘i al-hashat yi: melempar barang dengan batu kerikil dan yang terkena lemparan itu harus dibeli, atau seperti membeli tanah seluas lemparan kerikil dengan harga yang telah disepakati, dan ba ‘i al-lams yi: barang yang sudah disentuh harus dibeli),

    5. ‘Adamu Riba (tidak ada sistem bunga-berbunga),

    6. ‘Adamu al-gasysy (tidak ada tipu muslihat), seperti al-tathfif (curang dalam menimbang atau menakar),

    7. ‘Adamu al-najasy (tidak melakukan najasy yaitu menawar barang hanya sekedar untuk mempengaruhi calon pembeli lain sehingga harganya menjadi tinggi),

    8. Ta ‘awun ‘ala al-birr wa al-taqwa (tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa),

    9. Musyarakah (kerja sama).

    3. Prinsip (rukun) jual beli

    a. Ba ‘i (penjual);

    b. Musytari (pembeli);

    Syarat bagi penjual dan pembeli adalah harus shah (layak) melakukan transaksi.

    c. Mabi’ (barang yang diperjual-belikan).

    Adapun syarat barang yang diperjual-belikan harus ada manfa’atnya, benda suci (bukan benda najis) dan halal dikonsumsi dan atau dipakai/digunakan.

    4. Islam membolehkan membuat persyaratan / perjanjian dalam transaksi apapun yang disepakati oleh semua pihak, seperti dalam bisnis MLM di atas, selama tidak untuk menghalalkan yang haram atau sebaliknya.

    5. Dalil-dalil sebagai berikut :

    A. Firman Allah swt.:

    يآيها الذين آمنوا لا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل إلا أن تكون تجارة عن تراض منكم.

    “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu memakan harta diantara kamu dengan cara yang batil, kecuali melalui perdagangan yang disertai kerelaan diantara kamu. ”

    Q.S. al-Nisa : 29.

    وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان.

    “Bertolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa, dan janganlah bertolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. ” Q.S. al-Maidah : 2.

    ويل للمطففين. الذين إذا اكتالوا على الناس يستوفون. وإذا كالوهم أو وزنوهم يخسرون.

    “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. ” Q.S. al-Muthaffifiin: 1-3.

    إنما المؤمنون إخوة فأصلحوا بين أخويكم، واتقوا الله لعلكم ترحمون.

    “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu adalah saudara, maka rukunlah diantara saudara-saudaramu. Dan bertaqwalah kepada Alllah agar kamu mendapat rahmat.” Q.S. al-Hujurat : 10.

    كى لايكون دولة بين الأغنياء منكم.

    “Agar harta tidak berputar hanya diantara orang-orang kaya saja diantara kamu. ” Q.S. al-Hasyr : 7.

    B. Sabda Nabi Muhammad saw.:

    نهى النبي صلى الله عليه وسلم عن بيع الحصاة وعن بيع الغرر.

    “Nabi saw. melarang jual-beli dengan cara melemparkan batu kerikil. ” HR. Lima orang perowi hadits kecuali Bukhary dari Abu Hurairah Ra.

    إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: من حمل علينا السلاح فليس منا، ومن غشنا فليس منا.

    “Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mengangkat senjata kepada kami (umat Islam) maka bukan umat kami, dan siapa yang menipu kami maka bukan umat kami ” HR. Muslim dari Abu Hurairah Ra.

    إن رسول الله صلى الله عليه وسلم مر على صبرة طعام فأدخل يده فيها فنالت أصابعه بللا، فقال: ما هذا يا صاحب الطعام ؟ قال: أصابته السماء يا رسول الله.قال: أفلا جعلته فوق الطعام حتى يراه الناس.من غشنا فليس منا.

    “Sesungguhnya Rasulullah saw. melewati sekarung makanan (gandum), lalu memasukkan tangannya ke dalam karung tersebut dan jari-jemarinya menyentuh yang basah, maka beliau bertanya: “Mengapa hal ini, wahai pemilik makanan? ” “Terkena air hujan, ya Rasulallah !” jawab si pemilik makanan.

    Rasul saw. bersabda: “Mengapa tidak kamu simpan yang basah itu di bagian atas agar dilihat orang. Siapa yang menipu kami maka bukan umat kami. ” HR. Muslim dari Abu Hurairah Ra.
    إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: لا نتاجشوا

    “Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda: “Janganlah kamu saling melakukan najasy (menawar barang hanya sekedar untuk mempengaruhi calon pembeli lain sehingga harganya menjadi tinggi). ” HR. Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah Ra.
    إن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن النجش.

    “Nabi saw.telah melarang melakukan najasy.”HR.Muttafaq ‘alaih dari Ibnu Umar Ra.
    عن جابر ر.ع. أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول عام الفتح وهو بمكة: إن الله ورسوله حرم بيع الخمر والميتة والخنزير والأصنام. فقيل يا رسول الله: أرأيت شحوم الميتة فإنه يطلى بها السفن ويدهن بها الجلود ويستصبح بها الناس ؟ فقال: لا، هو حرام. ثم قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عند ذلك: قاتل الله اليهود إن الله عز وجل لما حرم عليهم شحومها أجملوه ثم باعوه فأكلوا ثمنه.

    “Dari Jabir Ra. ia mendengar Rasulullah saw. bersabda di Makkah pada tahun futuh Makkah: “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan menjual khamr, bangkai, babi dan menjual berhala. Lalu ada yang bertanya: “Ya rasulallah, bagaimana dengan lemak bangkai karena suka dipakai melabur kapal, dipakai meminyaki kulit dan dijadikan lampu oleh orang-orang ? ”

    “Tidak, ia haram. ” Jawab Rasul.

    Kemudian beliau bersabda lagi: “Allah membinasakan Yahudi, karena tatkala Allah ‘Azza wa Jalla mengharamkan lemak bangkai, mereka melakukan rekayasa kemudian menjualnya dan memakan hasilnya. ” HR. Lima orang perowi hadits.
    وفى رواية له، نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن ثمن الكلب ومهر البغي وحلوان الكاهن. وعنه قال: نهى النبي صلى الله عليه وسلم عن ثمن الكلب والِسنّور.
    “Masih dari Jabir Ra.: “Rasulullah saw. melarang makan hasil jual-beli anjing, upah perzinaan dan upah berdukun.” Dan di dalam riwayat lainnya: “Nabi saw. melarang hasil jual-beli anjing dan binatang sinnaur.” HR. Lima orang perowi hadits kecuali Bukhary.
    عن أنس ر.ع. قال: لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم فى الخمر عشرة: عاصرها ومتعصرها وشاربها وحاملها والمحمولة إليه وساقيها وبائعها وآكل ثمنها والمشترى لها والمشترى له.

    “Dari Anas Ra. katanya: “Rasulullah saw.mengutuk sepuluh orang dalam soal khamr: Yang membuatnya, yang menyuruh membuat, yang meminumnya, yang mengangkutnya, yang menyurruh mengangkut, penyalurnya, penjualnya, yang memakan hasil penjualannya, pembelinya dan yang membelikannya. ” HR. Tirmidzy dan Abu Daud.

    أنا ثالث الشريكين مالم يخن أحدهما صاحبه، وإذا خان خرجت من بينهما. رواه أبو داود والحاكم وصححه.

    Allah berfirman dalam hadits qudsi: “Aku adalah yang ketiga (yang selalu mendampingi) dua orang yang melakukan kerjasama, selama salah seorang dari keduanya tidak mengkhianati temannya. Apabila ia berkhianat maka Akupun keluar dari keduanya. ” HR. Abu Daud dan al-Hakim, shahih.

    المسلمون على شروطهم. رواه البخارى.

    “Orang-orang Islam itu terikat dengan persyaratan / perjanjian yang mereka buat.” HR. Bukhary.

    C. Kaidah Fiqh :

    لا ضرر ولا ضرار.

    “Tidak memudaratkan dan tidak dimudaratkan (tidak saling memudaratakan). ”

    الحكم المعلق بشرط لا يصح إلا بوجود شرطه.

    “Hukum yang dikaitkan dengan suatu syarat/perjanjian maka tidak shah kecuali bila syarat tersebut sudah ada. ”

    MEMUTUSKAN

    Dengan senantiasa memohon ridla dan taufiq serta bimbingan Allah swt.

    Menetapkan :

    Pertama :

    MLM yang pertama yaitu MLM yang tidak menjual produk disebut money game (permainan uang) hukumnya haram, karena berupa penipuan yang nyata.

    Kedua :

    MLM yang kedua yaitu perusahaan MLM yang menjual produk perusahaan orang lain hukumnya boleh, hanya calon konsumen (calon anggota MLM tersebut) harus berhati-hati karena harga barang menjadi tidak wajar, dan kadang-kadang bisa bangkrut.

    Ketiga :

    MLM yang ketiga yaitu suatu perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem penjualan berjenjang di atas hukumnya shah / halal. Adanya bonus yang dijanjikan, disamakan dengan ju’alah.

    Yang perlu diperhatikan :

    1. Bagi calon anggota, hendaknya memahami prosedur dan peraturan yang berlaku pada MLM;

    2. Bagi siapapun hendaknya tidak membeli barang yang tidak diperlukan karena termasuk israf yang dilarang oleh Islam.

    Wallaahu A’lam Bis-Shawaab.

    MAJELIS ULAMA INDONESIA KOTA BANDUNG

    KH. Maftuh Kholil

    Ketua Bidang Fatwa

    Daftar Pustaka :

    1. Al-Qur-an ;

    2. Shahih Bukhary ;

    3. Shahih Muslim ;

    4. Riyadlus Shalihiin : 547-548 ;

    5. Al-Taj al-Jami’ Li al-Ushul Fi Ahaadiits al-Rasuul, Juz II: 198 dan 201 ;

    6. al-Fiqh al-Islami Wa Adillatuh ;

    7. AI-Asybah Wa al-Nadha-ir ;

    8. Dan kitab-kitab Fiqh lainnya.

  14. arief mansyah says:

    gw baru baca tentang DBS,gw langsung mikir ko’ jualan pulsa tapi dalm pemasarannya menitik beratkan pada sistem MLMnya bukan pada penjualan pulsanya. gw setuju dengan pendapat sdr. danang yang mengkritisi sistem yang diterapkan oleh DBS.
    menurut gw, qt jangan meselalu mencari celah untuk mencari keuntungan dengan dalih sistem ekonomi Islam(sesuai) syariah, apalagi mencantumkan nama para ustadz bahkan MUI hingga mengesankan didukung oleh mereka

  15. danang says:

    berkaitan dengan topik bahasan kita, silahkan dicek.. fatwa-mlm-syariah-segera-ditentukan

  16. dbsnusantara says:

    Sebetulnya begini… DBS adalah agen penjualan pulsa, tapi strategi penjualan dengan sistem berjenjang dan barang yg di tawarkan adalah pulsa yg di jual dengan harga yg lebih murah di banding di konter2 umum. Banyak juga kok member DBS yg join bener2 pure ingin mendapatkan manfaat murahnya harga pulsa ini dan justru nggak mau atau nggak bisa mencari member dan pada umumnya nggak pernah komplain dengan masalah harga, kebetulan pulsa juga pasti bermanfaat buat setiap member. Sebaliknya MLM Murni yg selalu mempermasalahkan Biaya keanggotaan DBS yg katanya untuk membayar bonus-bonus member, saya rasa masih fair aja, anggap saja kita membeli franchise atau Hak Usaha daripada kita di iming-imingi ikut MLM Murni dengan biaya registrasi murah bahkan gratis, tapi pada kenyataannya kita di haruskan memakai atau menjual barang murahan tapi di jual dengan harga super MAHAL ? haha…, saya juga pernah soalnya ikut MLM model gini. Kita seakan di paksa mau nggak mau harus minimal menggunakan produk Sabun, sampo, multivitamin dan bahkan produk2 yg sama sekali tidak kita butuhkan tapi dijual dengan harga yg amat Mahal. Jadi kesimpulannya, kalau memang Pulsa sudah menjadi kebutuhan anda sehari-hari dan fasilitas dan kemudahan yg di tawarkan DBS memang bermanfaat bagi kita atau anda semua, saya rasa tidak ada salahnya bergabung bersama kami. Go Freedom !!

  17. Selama kita bergabung dg DBS selama itu kita mendapatkan asuransi tidak?
    Apa tunggu beberapa tahun dlu bru bisa mendapatkan asuransi?

  18. Erna says:

    Setahu saya, jika ingin berjualan pulsa, tidak perlu membeli hak usaha keagenan pulsa. cukup mendaftarkan No HP kita, kemudian deposit senilai uang tertentu, maka pulsa akan masuk senilai uang tersebut. Disini artinya pendaftaran chip itu Gratis. Tapi di DBS..? mahal sekali kalau harus bayar 150.000. bukankah uang itulah yang dipakai untuk membayar bonus2 upline-nya? DBS, mohon jangan berkedok keagenan pulsa, karena setelah saya bandingkan harga pulsanya jauh lebih mahal dibandingkan kalo kita deposit ke dealer resmi, atau distributor pulsa yang konvensional. terima kasih

  19. made gunawan says:

    DBS is good, but apakah DBS bisa jamin pulsanya lebih murah daripada dealer resmi? trus apakah dngan membeli hak usaha keagenan kita sudah lansung mendapatkan pulsa? saya berminat tuk gabung, tapi tolong kasi penjelasan sedetail mungkin tentang DBS, THANK”S

  20. cica says:

    Ya untuk mengecek halal dan haram,karna kita bukan pakarnya,lebih baik amati dulu,seluuri,dan tanya pada ahlinya.
    saat ini lembaga yang legal untuk menyatakan halal dan haram MUI(untuk sementara belum ada Institusi Negara yg menerapkan syariah Islam,dengan demikian kita tinggal tanya saja apakah DBS itu sudah punya sertifikat MUI atau belum,kalau belum lebih baik segera mengurusnya agar umat tidak ragu.

    Tapi yang saya baca bahwa.;DBSitu sudah memiliki payung hukumnya,dan ancaman bagi pencemaran nama baik,yaitu yang isinya kurang lebihnya begini,;”barang siapa yang mencemarkan nama baik DBS(menyebut DBS itu Haran)akan di tuntut kepengadilandenga denda 2 milyar atau hukuman penjara selama 6 th.

    Nah bagaimana?siap tidak,kalau memang haram menurut syariah ya laporkan saja ke MUI biar mereka memperoses,jangan membuat polemik dan meresahkan umat,atau menjuruske fitnah,itu lebih berdosa.
    Gimana setuju?

  21. regi says:

    saya kira ini masalah persaingan bisnis saja.. di pasar ada yg jual barang (pulsa) lebih mahal or lebih murah ya wajar saja..namanya juga jualan. supermarket A jual barang lebih mahal dr supermarket B juga ga ada yg protes.. heran d. kalo ada tarikan biaya administrasi lebih mahal dr lainnya wajar juga,klo ga mau ya ga usah ikut,gampang kan. saya sedikit banyak tahu brp income yg didapat oleh bbrp kenalan saya dari bisnis ini dan income sbsr itu juga hasil jerih payah mereka krn berjualan..bukan income ga jelas.. lebih baik mencari fakta yang benar dulu sebelum menjelek2kan sesuatu yg belum pasti jelek.🙂

  22. suratmi says:

    Saya sudah jadi anggota DBS sudah lama, namun cara mencari member sangat sulit, alasannya itu penipuan.
    maka saya mohon dicarikan member (kalau tidak keberatan). Trima kasih.

  23. Anggit says:

    wah keren …
    pndapatn 37 juta prbulan ??
    mentri aja kalah ..

    ntr kalo anaknya tanya, “pak kok bisa beli ruma bpak dulu krja apa??”

    dgn tegas bpak mnjwb, “gak perlu sekolah le, ikut MLM ja .. sekolah gak guna, hidup yg pnting bnyk duit,hahA

    waduw bahaya tuh !!
    sbnrnya kita yg mnentang dbs bkan krna iri atau apa, tp MLM tu awalnya emank manis, pa lg klo bsa bnyk downline waaaA , duit mnglair.. tpi dampak panjangnya tu, cba bgaimana anda mnrngkan kpda anak anda kelak bgamana anda mndptkan harta” anda … apakah anda mau anak anda kelak tdak smngat sekolah ( pendidikan ) krna mlhat Ayahnya yg kaya hnya dgn mngjak orang” join ( MLM ), jd mreka pkir sekolah ( pndidikan ) tdk brguna ??
    nah klo MLM ampai menjajah indonesia, psti gk da yg mau sekolah, kuliah, uda pada buat sminar” buat ngajakin orang … gmana tuh bangsa kita ntr,,

  24. Ardian says:

    Saya sempat gabung di DBS, itupun karena teman saya bilang sudah sesuai syariah sewaktu saya tanyakan mengenai kehalalannya. Karena informasinya sedang dalam proses sertifikasi halal dari MUI Bandung, saya pun percaya dan akhirnya ikut bergabung.

    Namun dalam perjalannannya, saya amati sertifikasinya belum juga selesai dan sertifikat syar’inya juga belum turun, dan setahu saya belum mempunyai Dewan Syariah meski menjual nama-name beken seperti Ustadz M Syafi’i Antonio, Arifin Ilham dan A’a Gym. Sejauh informasi yang saya dapatkan masih banyak perdebatan apakah benar beliau-beliau bergabung dengan bisnis ini dan sudah memberikan konfirmasinya atau sekedar issue.

    Saya pribadi sewaktu menjalankan bisnis ini ada perasaan masygul terhadap beberapa hal dalam sistem bisnis ini. Seperti Bonus Sponsor yang dalam pandangan saya mendzolimi orang lain. Bolehlah orang berpendapat itu sah2 saja karena kita mendapatkan reward atas upaya kita meneruskan informasi bermanfaat tersebut kepada orang lain.
    Jika kita niatnya membuat downline kita berhasil, apakah adil dan pantas, belum apa-apa kita sudah mengambil upah/reward kita di awal waktu melalui bonus sponsor, sebelum bisa membuktikan kita mampu mensukseskan downline kita tersebut ? Apa bedanya dengan sistem ijon ?

    Mengenai harga pulsa yang lebih murah dibandingkan jika kita membelinya di counter2 pun tidak terbukti secara penuh. Hanya beberapa nilai pulsa dan operator yang lebih murah, selebihnya sama atau malah lebih mahal dari counter2 di luar.

    Jadi supaya berhati-hati menempelkan label Syariah, sebaiknya jangan hanya sekedar menafsirkan dan membandingkan secara gegabah fatwa MUI di atas. Selayaknya DBS mempunyai Dewan Syariah secara institusional jika memang berniat menjadikannya Bisnis yang syar’i.

    Sejatinya, jika kita sudah mencoba mencari hukum syar’inya dan masih bingung karena banyaknya pendapat tentang bisnis syariah -bank syariah saja masih banyak yang menggugatnya : http://wakalanusantara.com/detilurl/Beredar.Sudah:.Tidak.Syarinya.Bank.Syariah/324 -, kembalikan kepada Alloh Ta’ala dan mohon petunjuk Nya, dengarkan nurani kita apakah dalam menjalankan usaha tesrebut kita merasa tenteram dan nyaman. Bila kita tidak jujur terhadap hati kita dan lebih condong kepada harta dan nikmat dunia, sebaiknya kita mengingat akhirat lah kampung kita kembali, hayati sabda Rasulullah saw., “Andaikan dunia itu senilai dengan sayap nyamuk di sisi Allah, maka Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walaupun seteguk air dari dunia.” (HR. Tirmidzi).

    Sekedar berbagi, semoga bermanfaat.

    “Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakanmu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakanmu dalam (mentaati) Allah.” (QS. Luqman: 33)

  25. M_L_M menipu lalu membunuh says:

    M_L_M = Menipu Lalu Membunuh

    kok mau pada di kibuli MLM
    sistem kerja
    kita suruh bayar uang 200rb cari downline sebanyak2nya
    dengan upah 20rb per downline

    sama saja kita di suruh minta uang orang 200 rb. kemudian kita di kasih upah 20 rb….

    enakan yang nyuruh kita dunk klo gitu
    kita yang kerja cuma dapet 20 rb. yang punya MLM dapet 180 rb???
    wkwwkwkwkwk

  26. blackswan says:

    bagaimana dengan program MLM yang lainnya yang ada di negeri ini?? Oriflame, herbalife, tupperware, dll….mereka kan juga sistemnay menjual sekaligus cari downline sebanyak-banyaknya??
    Sebetulnay batas hala aharam dalam MLM itu sampai dimana? sebagai orang awam yang kadang ikut dalam program MLM kita juga perlu tau sebagai pagar kita supaya tidak terjerumus dalam keaslahan dan dosa.
    Wass, Trims

  27. yudhanie says:

    semakin sukses semakin beban moral mereka lantaran tdak bertanggung jawab terhadap member2 yg mereka ajak dgn manisnya tutur kata mereka yg bercampur dusta yg besar
    karna tdak ada ke adilan dlm MLM dan berdiri d atas penyesalan mereka yg telah gabung nmun tak pernah d ajarkan caea melaksanakannya.

Comments are closed.

%d bloggers like this: