Perhitungan zakat mal

Berikut ini kutipan fatwa tentang perhitungan zakat mal..

Ketua : Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Wakil : Syaikh abdur Razaq afifi
Anggota : Syaikh Abdullah Bin Ghudayyan, Abdullah Bin Mani
Pertanyaan pertama :
Seorang pegawai setiap bulan menyisakan gajinya dengan jumlah yang berbeda, satu
bulan dia menyisakan sedikit dan bulan yang lain banyak, maka uang yang pertama
sudah sampai satu tahun dan yang lain belum cukup satu tahun, sedangkan dia
tidak tahu berapa banyak dia menyisakannya setiap bulan, bagaimana cara dia
membayarkan zakatnya ?
Pertanyaan kedua :
Pegawai yang lain menerima gaji bulanan, dan dia selalu meyimpan langsung di
money box setiap kali dia menerima gaji. Dia mengambil dari box setiap hari
dengan waktu yang berbeda untuk nafkah keluarganya serta kebutuhan sehari hari
dengan jumlah yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. Maka bagaimana cara
menghitung haul (hitungan satu tahun) dari uang yang tersimpan di money box
tersebut ? Bagaimana cara mengeluarkan zakat dengan keadaan begini, sedangkan
seluruh uang yang tersimpan belum sampai satu tahun ?
Jawaban :
Soal yang pertama dan yang kedua isinya sama, dua soal tersebut juga mempunyai
contoh-contoh yang sama, maka Lajnah (Lembaga Riset Ilmiah dan Fatwa Saudi)
berpandangan harus menjawabnya dengan jawaban yang sempurna supaya manfaatnya
lebih besar, Yaitu :
Barang siapa yang memiliki nishob dari uang, setelah itu dia memiliki nishob
dari uang yang lain pada waktu yang berbeda, bukan keuntungan dari uang yang
pertama, dan tidak juga diambil dari uang yang pertama. Akan tetapi uang itu
tersendiri, seperti seorang pegawai menyisakan (menabungkan) gajinya, atau
seperti harta warisan, hadiah atau sewaan rumah. Maka apabila pemilik uang itu
tomak untuk mengumpulkan hak miliknya atau dia tomak untuk tidak mengeluarkan
sedekah dari hartanya untuk orang yang berhak menerimanya kecuali sekedar
kewajibannya dari membayar zakat, maka dia harus membuat jadual hitungan
penghasilannya. Setiap jumlah uang (gaji), hitungan haulnya tersendiri, dimulai
dari hari dia memiliki uang tersebut. Setiap jumlah uang itu dikeluarkan
zakatnya dengan tersendiri, setiap kali sampai satu tahun dari tanggal dia
memilikinya.
Apabila dia ingin senang dan menempuh jalan toleransi, serta jiwanya senang
untuk mempedulikan keadaan fakir miskin dan yang lainnya; dari orang-orang yang
berhak menerima zakat, maka dia mengeluarkan zakat seluruh yang dia miliki dari
uang tersebut, tatkala nishob yang pertama dari hartanya itu sudah sampai satu
tahun.
Cara yang demikian lebih besar pahalanya, dan lebih tinggi kedudukannya, dan
lebih menyenangkannya, serta lebih terjaga hak-hak fakir miskin dan lainnya. Dan
apa yang dia lebihkan dari yang diwajibkan kepadanya dari hitungan zakat, dia
niatkan untuk sedekah, berbuat baik, sebagai tanda syukurnya kepada Allah atas
nikmat serta pemberian Allah yang banyak. Dan dia juga mengharapkan agar Allah
subhanah lebih melimpahkan karunia-Nya kepada beliau, sebagaimana firman Allah :
Artinya : “Jika seandainya kalian bersyukur maka niscaya Saya akan menambah
kalian (akan nikmatKu)”. (Q.S.14;7).
Hanya Allah-lah yang memberikan taufiq.
Sumber fatwa : “Fatawa lilmuazhofin wal ‘ummal”, oleh Lajnah Daimah, hal; 75-77.

Tanya :
Seseorang yang pendapatannya hanya bersandar pada gaji bulanan. Dia
membelanjakan sebagiannya dan menabungkan sebagiannya yang lain, bagaimana
dikeluarkan zakat harta ini ?
Jawab:
Baginya harus memastikan dengan mencatat berapa yang dia simpan dari gaji
bulanannya kemudian membayar zakatnya jika telah mencapai haul. Semua simpanan
bulanan dibayar zakatnya jika telah berlalu satu haul. Apabila dia menzakati
seluruhnya karena mengikuti bulan pertama maka tidak mengapa baginya (untuk
membayar zakatnya, pent) dan baginya pahala atasnya, dan zakat itu teranggap
disegerakan dari tabungan yang belum mencapai haul. Dan tidak ada larangan untuk
menyegerakan zakat, jika muzakki memandang adanya maslahat pada yang demikian,
adapun mengakhirkannya (menunda) setelah sempurna satu haul, tidak boleh kecuali
karena udzur syar’i seperti (khwatir) terfitnah harta atau kefaqiran.
[Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah]
Sumber : http://www.binbaz.org.sa/display.asp?f====Toh00106

Tagged

One thought on “Perhitungan zakat mal

  1. damali07 says:

    Saya mau tanya, kalau harta jenis aset rumah milik sendiri apakah dibayar zakatnya. dan membayarnya apakah di hitung dari pengeluaran dana membuat rumah atau harga rumah saat ini ?
    Dan saya mau tanya lagi apakah keluarga snediri dapat menerima zakat harta tersebut.

Comments are closed.

%d bloggers like this: