Mengelola Keuangan Ramadhan dan Hari Raya Idhul Fitri

Oleh : Sri Khurniatun, MM, RFA*)

Saat ini kita telah kedatangan tamu yang istimewa yaitu Bulan Ramadhan 14289 H. Kedatangan bulan Ramadhan ini tentunya kita sambut dengan gembira karena kesempatan untuk meraih pahala telah kita peroleh. Karena segala aktivitas di bulan Ramadhan bernilai ibadah, maka persiapan ke arah itu harus dilakukan baik pribadi maupun keluarga.

Selain persiapan fisik, mental, ruhiyah, maupun ilmu pengetahuan, ternyata persiapan maliyah (materi) juga tidak kalah pentingnya. Betapa tidak? Karena pada bulan ini memerlukan sarana penunjang yaitu materi yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan. Idealnya sih pada bulan ini kita sudah punya tabungan yang cukup yang telah dikumpulkan selama 11 bulan lainnya sebagai bekal ibadah. Jadi ketika memasuki bulan Ramadhan kita dapat beribadah dengan khusyu tanpa disibukkan lagi dengan kerja ngoyo untuk mencari harta. 

Pengaturan keuangan juga menjadi sesuatu yang penting di momen Ramadhan dan Idhul Fitri karena tergolong dalam ujian pengendalian diri. Kebanyakan di momen hari besar ini kemampuan pengendalian diri lainnya bisa sukses, tetapi ternyata pengendalian diri untuk tidak boros dalam pengeluaran tidak berhasil. Banyak anggaran rumah tangga yang jebol karena pengeluaran membengkak dan menghabiskan seluruh simpanan. Umumnya pengeluaran sebuah keluarga di bulan ini bisa meningkat 2 – 3 kali lipat dari pengeluaran di bulan lainnya. Selain karena kebutuhan yang lebih banyak, juga dipicu kenaikan harga barang yang sudah mulai terasa di awal Ramadhan. Lalu bagaimana kita mengelola keuangan sehingga kita dapat melewati momen Ramadhan dan Idhul Fitri dengan selamat agar ibadahnya terjaga dan keuangan rumah tangga juga terpelihara?

Susunlah Anggaran 

Anggaran ini sangat penting sebagai pedoman dalam berbelanja selama satu bulan penuh. Dengan anggaran yang rapi kita bisa terhindar dari pembelanjaan yang tidak perlu sehingga dapat menekan pengeluaran. Anggaran bisa memilah mana yang harus diprioritaskan untuk dibelanjakan. Untuk itu selain kita menyusun aktivitas ibadah dan amalan Ramadhan, usahakan juga untuk menyusun anggaran selama satu bulan. Hitunglah berapa anggaran yang diperlukan untuk belanja rutin dan pos-pos tambahan untuk keperluan lebaran seperti zakat, busana baru, kue-kue suguhan, hadiah lebaran, biaya mudik, dll. Pos rutin dipenuhi oleh anggaran bulanan seperti biasa dan pos tambahan dibiayai oleh THR (Tunjangan Hari Raya) yang diperoleh. Kunci dalam menyusun anggaran tentunya harus disesuaikan dengan pemasukan yang ada dan tidak dilebih-lebihkan. Misalnya jika memang dana tidak mencukupi untuk mudik tidak usah memaksakan diri untuk pulang kampung. Silaturahmi bisa dilakukan via
telepon atau sms yang lebih menghemat. Kunci sukses dari penyusunan anggaran ini yaitu sudah jelas : harus mematuhinya ! Kita harus punya komitmen kuat agar tidak belanja keluar dari yang sudah dianggarkan.

Aturlah Menu dengan baik

Mengapa pengaturan menu makanan menjadi hal yang penting? Karena tiap Ramadhan umumnya belanja dapur harus diistimewakan. Pola konsumsi sebenarnya di bulan ini berubah karena kita tidak harus menyiapkan menu makan pagi dan makan siang. Logikanya sih kita harusnya bisa menghemat. Tetapi pada kenyatannya pos belanja dapur ini meningkat setiap bulan puasa. Kenapa anggaran bisa membengkak karena umumnya kita terdorong untuk makan yang lebih enak dan berkualitas dibandingkan bulan lainnya. Hal ini cukup wajar karena seharian kita berpuasa, tetapi sebenarnya yang harus dipentingkan adalah kadar gizinya dan keseimbangan menunya, tidak harus yang serba mahal. Disini peran ibu dalam pengaturan menu menjadi sangat penting. Bagaimana bisa menyusun menu yang sehat untuk berbuka puasa tanpa harus mahal. Perlu diingat lagi usahakan pengeluaran belanja dapur ini sama besarnya dengan pengeluaran rutin di bulan lain sehingga tidak merusak anggaran. Satu hal lagi adalah
kaum ibu kadang ingin menyiapkan menu untuk buka puasa bisa 3 – 4 menu, ada kolak, es campur, gorengan, selain menu makan besarnya. Inilah yang mengakibatkan pembengkakan anggaran. Mengapa tidak 1 – 2 menu makanan saja, toh kadang kita berbuka dengan seteguk air dan 3 buah kurma seperti yang disunahkan Rasul, kita sudah berasa kenyang. Begitu juga untuk kue suguhan untuk hari raya usahakan membuat kue yang disesuaikan dengan perkiraan jumlah tamu yang hadir ke rumah Anda.

Bijak dalam berbelanja

Satu hal lagi yang mungkin menyebabkan anggaran di bulan Ramadhan dan Idhul Fitri bisa jebol karena kita tidak bijak dalam berbelanja. Sering lepas kontrol dalam pengeluaran karena tidak dianggarkan sebelumnya atau kita justru tidak mematuhi anggaran. Usahakan membeli barang untuk keperluan Ramadhan dan Idhul Fitri jauh-jauh hari menjelang hari H karena belum mengalami lonjakan kenaikan harga yang tinggi. Sayangnya tradisi perusahaan di negara kita memberikan uang THR mendekati lebaran sehingga kesempatan belanja juga mepet waktunya. Untuk itu rasanya perlu ada himbauan atau aturan agar THR diberikan di awal Ramadhan. Selain belum ada kenaikan harga tentunya bila segala sesuatu keperluan Lebaran telah disiapkan jauh hari sebelum memasuki Ramadhan, tentunya kita bisa lebih khusyu dalam beribadah tanpa disibukkan dengan kegiatan belanja lagi. Untuk menyiasati harga yang naik cobalah mencari tempat belanja yang lebih murah misalnya di tempat belanja
grosir. Kita bisa berbelanja sekaligus dalam jumlah banyak dengan harga lebih murah, atau rame-rame berpatungan dengan tetangga membeli dalam partai besar. 

Persiapan Sedekah 

Hal lain yang krusial di bulan Ramadhan adalah pahala bersedekah berlipat ganda dibandingkan bulan biasa. Sehingga perlu ada persiapan dana yang cukup untuk melipat gandakan sedekah di bulan ini. Selain zakat fitrah, tentunya kita ingin juga memberikan hadiah lebaran atau THR buat khadimat atau orang yang bekerja pada kita, orang tua atau sanak famili yang membutuhkannya. Adalah jauh lebih penting menyisihkan uang untuk zakat dan sedekah bagi kaum dhuafa ketimbang memesan makanan yang berlebihan atau membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan.

Marilah kita menunaikan ibadah puasa dengan senantiasa mengendalikan diri dari hawa nafsu. Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1428 H. 

*) Penulis adalah konsultan keuangan keluarga muslim

www.srikhurniatun.blogspot.com

%d bloggers like this: