PKS Tidak Ikut Tetapkan Awal Ramadan, Terserah Kader

Ramdhan Muhaimin – detikcom

Jakarta – Berbeda dengan tahun sebelumnya, PKS kini tidak lagi ikut menetapkan dan mengumumkan awal Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha. PKS beralasan perbedaan penetapan kerap membuat umat bingung.

“Kita ingin agar umat Islam bisa bersatu dalam pelaksanaan puasa, Idul Fitri dan Idul Adha. Perbedaan yang sering diungkapkan beberapa organisasi Islam malah seringkali membuat umat menjadi bingung, dan hal ini tidak elok dilihat oleh penganut agama lain,” kata Presiden PKS Tifatul Sembiring.

Hal ini disampaikan Tifatul dalam jumpa pers di kantor DPP PKS, Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2007).

Menurut dia, PKS tidak ingin membuat perbedaan menjadi rumit dengan membuat ketetapan awal Ramadan, karena PKS bukan wujud dari mazhab fiqih, dan tidak terikat kepada salah satu bentuk aliran.

Selain itu, lanjut Tifatul, kader PKS banyak yang berasal dari NU, Muhammadiyah, Persit, dan lain-lain.

“Jadi kita tekankan ke kader untuk mengikuti puasa Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha yang berkembang di masyarakat masing-masing. Jadi kader PKS yang NU, silakan ikut NU. Kader PKS yang Muhammadiyah, silakan ikut Muhammadiyah,” terang dia.

Ketua Dewan Syariah Pusat PKS Surahman Hidayat menambahkan, keputusan tersebut berlaku untuk tahun ini dan seterusnya. “Juga bagian dari keputusan Dewan Syariah Pusat,” kata Surahman.

Dikatakan dia, PKS mengimbau pemerintah, khususnya Departemen Agama supaya lebih aktif meminimalisir dampak-dampak perbedaan. (aan/sss)

http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php

Alhamdulillah, kupikir ini merupakan satu langkah maju dari PKS. Semoga kelak langkah ini akan diikuti oleh Ormas Islam lainnya di Indonesia. Dengan adanya satu kesepakatan dalam berhari raya, tentu akan meningkatkan syiar Islam sekaligus meniadakan konflik di masyarakat yang biasa terjadi saat berhari raya.

%d bloggers like this: