COBAAN DAN HIKMAHNYA DALAM ISLAM

Oleh : Abi AbduLLAAH, Nabiel Fuad Almusawa

Rasulullah SAW adalah orang yang paling tinggi derajatnya disisi Allah, tapi ia
juga orang yang paling banyak dan paling berat cobaannya. Para nabi as yang lain
juga adalah manusia-manusia paling mulia dan paling dikasihi Allah SWT tapi
mereka juga adalah yang paling banyak dan berat dicoba oleh Allah SWT.

Kafilah ini lalu diikuti dengan kafilah para ulama salaf yang shalih, mereka
adalah yang paling banyak dan berat pula cobaannya jika dibanding manusia
lainnya. Imam Syafi’I mengalami pengusiran dari Kufah ke Mesir, Imam Ahmad
dipenjara dan disiksa bertahun-tahun dan Imam Malik disiksa sampai mematahkan
kedua tulang bahunya.

Maka ujian bagi seorang mu’min akan selalu meningkatkan keinggian dan
kemuliaannya disisi Allah, dan menguji kebenaran keimanannya (QS 29/1-2). Hikmah
yang lain dari cobaan adalah bahwa dengannya seorang mu’min menjadi semakin
matang dan kuat, serta bertawakkal dan semakin berserah diri kepada Allah SWT
(QS 33/10-13, 22). Dan tidaklah cobaan yang datang kepada seorang mu’min,
kecuali hal itu baik baginya sepanjang ia bersabar dan bersyukur, sebagaimana
sabda Nabi SAW : Menakjubkan urusan seorang mu’min, jika ia mendapatkan
ni’mat maka ia bersyukur dan syukur itu sangat baik baginya. Dan jika ia
ditimpa musibah maka ia bersabar dan sabar itu sangat baik baginya.” (HR
Muslim & Tirmidzi)

Lihatlah istri Rasulullah SAW, Aisyah ra yang mendapatkan ujian yang sangat
berat dalam sejarah Islam dengan fitnah yang keji, tetapi Allah SWT menyatakan
bahwa hal tersebut sangat baik baginya (QS 24/11). Imam Ghazali dalam Ihya-nya
menceritakan tentang kisah dirinya sendiri, sangkaannya bahwa ia sudah mencapai
kesempurnaan dalam bersabar, maka ia berdoa pada Allah untuk diberikan ujian
sekehendak-Nya, maka Allah-pun mengujinya dengan ujian yang remeh, yaitu tidak
dapat buang air kecil, maka iapun tidak mampu menanggung ujian tersebut, maka
iapun bertaubat dan Allah SWT menyembuhkannya, maka iapun keluar ke jalan-jalan
sambil berkata pada setiap anak kecil yang dijumpainya : “Pukullah pamanmu
yang bodoh ini nak !”

Ujian adalah sebuah kemestian dalam kehidupan, jangankan sebagai seorang
mu’min, orang kafirpun mendapatkan musibah dan kesulitan juga (QS 90/4),
tetapi hendaklah kita tidak meminta untuk diberi ujian oleh Allah SWT, karena
kalau DIA menguji kita, maka ujian tersebut pasti sesuai dengan kemampuan kita,
karena DIA Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, tetapi kalau kita yg meminta
untuk diuji, maka ujian yang datang boleh jadi diluar kemampuan kita, karena DIA
Maha Kuasa lagi Maha Perkasa.

MAKNA COBAAN

· Cobaan (fitnah) berasal dari kata bahasa Arab fa-ta-na yang berarti
imtihaan, ikhtiyaar, ibtilaa’, yang artinya ujian. Kalimat fatanu adz-dzahaab
berarti membakar emas untuk memurnikannya, artinya emas perlu dibakar (diuji)
dulu sampai ketahuan kualitasnya. Demikian juga pembakaran batu bata dan
pencucian pakaian dilakukan untuk menguatkannya dan membersihkannya. Demikian
pula ujian bagi manusia diberikan untuk menguatkan jiwanya dan membersihkan
dosanya.

· Ali ra berkata : Iman itu bukanlah cita-cita dan bukan pula khayalan
manusia, melainkan ia adalah sesuatu yang menghunjam dalam hati dan dibenarkan
oleh amal perbuatannya.

HIKMAH COBAAN

1. Sbg Fithrah Penciptaan Manusia. Kita ini sekedar menjadi manusia saja
sdh dijanjikan akan dipenuhi dg kesulitan dan cobaan (QS 90/4).

2. Sbg Tamhish (proses penyaringan), antara yg baik dg yg jahat, antara yg
benar dg yg salah, antara yg mu’min dg yg munafik (QS 3/141)

3. Sbg Ujian Keimanan (QS 29/1-3). Jk kita menjadi seorang mu’min maka
ujiannya akan lebih berat (QS 29/1-3).

4. Sbg Syarat untuk masuk Jannah (QS 2/214). Balasan yg dijanjikan ALLAH
SWT (Jannah) sangat mahal harganya, maka wajarlah jk untuk mendapatkannya tidak
mudah.

5. Sbg peningkatan derajat dikalangan para Mujahid dan Muttaqin, jk ingin
termasuk kepada barisan para mujahid maka ujiannya akan jauh lebih berat (QS
47/31).

JENIS-JENIS COBAAN

1. COBAAN KELUARGA DAN ANAK (QS 64/14-15)

· Contoh terbaik untuk hal ini adalah Nabi Ibrahim dan keluarganya,
sudah lama tidak punya anak (QS 15/54), saat usia tua diberi anak diperintahkan
oleh Allah SWT untuk ditinggalkan di padang pasir tandus (QS 14/37), saat sudah
remaja setelah sekian lama tak bertemu diperintahkan untuk menyembelihnya (QS
37/102) . Tetapi semua itu tidak sedikitpun menggetarkan cintanya kepada
Penciptanya.

· Contoh lainnya adalah Nabi Muhammad SAW, yang disebutkan dalam
al-hadits berkali-kali ditinggal mati oleh keluarganya (dari sejak kecil sudah
tidak punya ayah, lalu ditinggal mati ibunya, kakeknya, pamannya, istrinya,
anak-anaknya) tetapi beliau SAW tetap bersabar.

· Para tabi’in seperti Farukh yang meninggalkan istrinya dalam
keadaan hamil untuk mempertahankan Islam, maka anaknya kemudian menjadi tokoh
tabi’in di Madinah yaitu Rabi’ah ar-Ra’yu. Ulama salaf lainnya seperti
Imam Syafi’I ditinggal oleh ayahnya berjihad, tetapi ibunya tetap bersabar dan
berikhtiar sehingga anaknya menjadi ulama nomor satu pada zamannya.

· Contoh untuk cobaan yang keburukan keluarga adalah yang dialami oleh
Nabi Luth dan Nabi Nuh as. Seorang hamba yang beriman, tetapi istri mereka malah
paling memusuhi dakwahnya sehingga istri mereka berdua diabadikan oleh Allah SWT
dalam al-Qur’an sebagai tokoh-tokoh ahli neraka (QS 66/10). Pada kondisi
cobaan dari suami yg jahat adalah seperti yg dialami oleh Asiyyah binti Muzahim,
istri Fir’aun, yg bersabar atas siksaan suaminya sehingga menjadi salah
seorang diantara wanita paling terkemuka di syurga (QS 66/11)

2. COBAAN HARTA (QS 57/20)

· Nabi Sulaiman as. Dibukakan berlimpahnya harta sebagai raja yang
paling berkuasa, diberikan kemampuan menundukkan binatang-binatang, bahkan Jin,
Syaithan, angin sebagai kendaraannya, mampu mengerti bahasa-bahasa binatang,
tetapi ia malah berdo’a : Wahai Rabb-ku, tunjukkanlah padaku bagaimana caranya
aku mensyukuri ni’mat-Mu, dan bagaimana caranya aku beribadah yang paling
Engkau ridhai … (QS 27/19).

· Nabi Muhammad SAW : Mendapat 1/5 harta ghanimah, pernah mendapat
bagian ghanimah kambing sebanyak dua bukit, tapi saat wafat? Hanya memiliki
kuda, pedang dan baju besi yang tergadai pada seorang Yahudi. Selesai shalat
buru-buru kekamarnya karena ingat pada sekeping emas yang belum dishadaqahkan;
Pada wanita yang memberikan kue saat ia memegang perhiasan Bahrain, langsung
diberi semua perhiasan yang dipegangnya; Domba 2 bukit setelah perang Hunain
yang diminta oleh seorang Badui diberikan seluruhnya; Tidak pernah bilang
“Tidak” pada orang yang meminta (HR Muttafaq ‘alaih dari Jabir ra).

· Beliau SAW pernah menyatakan : “Demi Allah, bukanlah kefakiran yang
aku takutkan atas kalian, tetapi aku takut jika Allah nanti membukakan pintu
dunia sebagaimana telah dibuka-Nya untuk ummat sebelum kalian, lalu kalian
berlomba-lomba menikmatinya, sebagaimana ummat sebelum kalian juga telah
berlomba menikmatinya, lalu dunia itu membinasakan kalian, sebagaimana telah
membinasakan mereka.” Hadits ini dialami oleh sahabat ra (saat penaklukan
Persia), yaitu berlimpahnya ghanimah kaum muslimin, sampai ada seorang prajurit
bawahan yang membawa sebuah mahkota Raja Kisra Persia dan memberikannya pada
komandannya sehingga membuat kagum sang komandan pada kejujurannya.

· Hikmah ditenggelamkannya Qarun dizaman Musa as (QS 28/76), karena
gagal diuji dengan hartanya.

3. COBAAN ILMU (QS 2/44; 7/175-176)

· Hikmah dari Bal’am bin Mulkan (QS 7/175-176), seorang ulama Bani
Israil yang sangat alim (pandai) dan ahli ibadah, tetapi kemudian tergoda oleh
syahwat (wanita) dan dunia (harta) sehingga termasuk ke dalam orang yang celaka
di dunia dan di akhirat.

· Hikmah dari Samiri (QS 20/95-96), seorang ulama Bani Israil yang
sangat pandai, tetapi kepandaiannya kemudian disalahgunakan sepeninggal sang
pemimpin untuk membuat sapi betina yang menyesatkan kaumnya.

4. COBAAN DALAM PENYAKIT DAN KEMISKINAN

· Hikmah Nabi Ayyub as (QS 21/83), diberi ujian penyakit yang sangat
berat tetapi tetap dalam keimanannya sehingga Allah SWT mengangkat derajatnya di
dunia dan di akhirat.

· Hikmah dr ujian Nabi Yusuf as yg dijebloskan ke sumur dan
ditelantarkan oleh saudaranya (QS 12/15), lalu dipenjara bertahun2 (QS 12/35)
karena menghindari rayuan wanita yg tidak baik yaitu istri dr al-‘Aziz Mesir
QS 12/32).

5. COBAAN SIKSAAN DARI ORANG KAFIR

· Hikmah Ashaabul Kahfi, para pemuda yg beriman yg menolak mengikuti
masyarakatnya yg tdk beriman dan bermaksiat (QS 18/15), sehingga mereka
melarikan diri dan hijrah keluar dr negaranya dan diselamatkan oleh ALLAH SWT
ditidurkan selama 309 th (QS 18/25).

· Hikmah Ashaabul Ukhdud (QS 85/4-8), seorang pemuda beriman yang
diberikan berbagai cobaan berat namun diselamatkan Allah SWT, sehingga
kematiannya oleh raja disaksikan oleh seluruh penduduk di kota tersebut dan
menyebabkan masuk islamnya seluruh kota, sehingga raja membuat parit
mengelilingi kota dan menyalakan api serta menyuruh seluruh penduduk yang tidak
mau kafir untuk mencebur ke dalam parit tsb, sehingga ribuan orang mati syahid
(hadits selengkapnya di Kitab Riyadhus Shalihin jilid-II, oleh Imam Nawawi)

6. COBAAN DALAM BERDAKWAH

· Nabi Nuh as berdakwah siang dan malam tdk henti2 (QS 71/5), selama
950 th lamanya (QS 29/14), tp kaumnya malah menutup telinga dan muka mereka dg
kain untuk penolakan melakukan penghinaan yg luar biasa.

· Nabi Musa as setelah membebaskan kaumnya orang2 Yahudi dr pengejaran
Fir’aun, menunjukkan berbagai mu’jizat yg luar biasa di hadapan mereka,
tongkat yg bisa menjadi ular dan tangan yg bercahaya (QS 7/107-108), angin
taufan, belalang, kutu, katak, darah (QS 7/133), membelah lautan (QS 26/63). Tp
mereka masih menyembah sapi karena kedegilan mereka (QS 7/148).

7. COBAAN DALAM BERAGAMA (QS 5/77)

· Yaitu menjadi berlebih-lebihan dan ekstrim (ifraath) atau sebaliknya
menjadi berkurang-kurangan (tafriith) dalam menjalankan agama.

· Sabda Nabi SAW : “Agama Islam ini akan dipikul dalam setiap
generasi oleh orang-orang yang adil; yang senantiasa berusaha membersihkan agama
ini dari penyimpangan orang-orang yang berlebihan, manipulasi orang-orang yang
sesat, dan penafsiran orang-orang yang bodoh.” (HR Ahmad)

· Orang yang berlebihan/ekstrim senantiasa berusaha menambah-nambahi
dan memperberat agama yang sudah sempurna ini dengan berbagai penafsiran yg
membuat agama ini kehilangan kelembutan dan rahmahnya sehingga menjadi agama yg
keras, garang dan tanpa kompromi. Sementara orang-orang yang sesat selalu
berusaha menafsirkan ayat ataupun hadits sesuai keinginan dan hawa nafsunya
dengan tujuan jahat dan merusak Islam dari dalam. Dan orang-orang yang bodoh
berusaha melaksanakan ibadah tanpa ilmu dan tanpa disertai dalil-dalil yang kuat
sehingga agama ini menjadi penuh dg bid’ah.

· Bahwa syarat diterimanya ibadah mahdhah adalah bahwa ia harus ikhlas
(QS 98/5) dan harus ittiba’/ada contohnya dari Nabi SAW berdasarkan dalil yang
shahih (QS 3/31). Sedangkan syarat diterimanya ibadah ghairu mahdhah
(mu’amalah) adalah harus ikhlas dan tidak bertentangan dengan dalil yang
shahih.

MARAJI’

1. Al-Qur’an al-Karim, Tafsir wal Bayan Wa Asbaab an Nuzuul. DR.
Muhammad Hasan al-Mahdhiy.

2. Riyadhus Shalihin. Imam Abi Zakariyya Yahya bin Syaraf an-Nawawi
Asy-Syafi’i.

3. Hikmatul Ibtilaa’. Asy Syahid Sayyid Quthb.

4. Suar min Hayati at-Tabi’in. DR Khalid Muhammad Khalid

5. Lain-lain.

2 thoughts on “COBAAN DAN HIKMAHNYA DALAM ISLAM

  1. passya says:

    keniscayaan al qur’an dan hadith tidak bisa diganggugugat, saya setuju. namun dinamika penafsiran keduanya agar dapat memenuhi kebutuhan dan memecahkan permasalahan hidup yang kian beragam, haruslah tetap bergulir. Suatu rahmat bagi kita, bahasa dan kandungan al qur’an hadith tidak statis sehingga selalu dapat menjadi solusi atas persoalan-persoalan dunia akhirat.
    mengenai musibah, cobaan dan ujian, saya jadi teringat puisi Rendra ini

  2. danang says:

    Betapapun bergulirnya dinamika penafsiran, tetaplah harus mengacu kepada manhaj yang benar, seperti dikemukakan dalam http://www.al-ikhwan.net/index.php/ayatul-ahkam/2006/manhaj-mufassirin-metode-menafsirkan-al-quran-bagian-ke-2-selesai/

Comments are closed.

%d bloggers like this: