Monthly Archives: July 2006

Rahasia Otak si Kecil

Setiap bayi memiliki potensi milyaran sel otak yang siap mendapat rangsangan. Sentuhan, lingkungan yang ramah otak, dan hands on, adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi otak anak.

Sebagian ahli berpendapat, sel otak seorang bayi sebanyak bintang yang bertebaran di langit. Ada pula yang menduga, jumlah sel otak kurang lebih 100 milyar. Seluruh sel ini punya peran penting dalam menunjang fungsi otak sebagai pengatur semua kemampuan manusia di masa dewasa.

Super cerdas dengan hanya 7 persen

Namun, meski ada milyaran sel otak, nyatanya tak semuanya berkembang sempurna, karena amat tergantung pada stimulasi yang diterimanya. Konsultan Keluarga Budi Darmawan, menyatakan stimulasi ini memang amat menentukan sejauh mana jaringan sel-sel otak dapat berkembang. Jika sedikit mendapat stimulasi, bisa jadi yang berkembang hanya 1 persen dari sekian milyar sel otak. Sebaliknya, bila stimulasinya banyak, perkembangannya pun bisa lebih besar lagi.

Berbicara tentang sel yang aktif, Maxwell Malt, seorang peneliti asal Amerika mengemukakan pendapatnya tentang hubungan sel otak yang aktif dengan kecerdasan. Bila manusia dapat mengaktifkan sekitar 7 persen saja dari sel otaknya, ujar Malt, maka gambaran kecerdasan orang itu adalah bisa menguasai 12 bahasa dunia, memiliki 5 gelar kesarjanaan, dan hapal ensiklopedi lembar-demi lembar, huruf demi huruf, yang satu setnya terdiri dari beberapa puluh buku. Menanggapi ini, Budi Darmawan menyatakan, “kalau kemampuan itu digunakan seorang muslim untuk menghapal, tentu dia mampu menghapal Qur’an dan sunnah Rasulullah sekaligus.”

Sentuhan, Lingkungan Ramah Otak, Hands on

Ada beberapa faktor yang akan merangsang fungsi otak anak. Pertama, anak sangat membutuhkan sentuhan. Saat anak tidak mendapat sentuhan, sel otaknya banyak yang mati. Karenanya, ditemukan bahwa anak-anak yang berada di keluarga yang hangat dan sakinah, cenderung memiliki perkembangan otak yang bagus.

Kedua, faktor lingkungan. Lingkungan yang baik bagi perkembangan otak anak adalah yang ramah otak. Misalnya saja, tidak banyak teriakan-teriakan yang menakutkan, dan anak kerap mendapat panggilan sayang.

Ketiga, stimulasi yang benar, dengan memberikan berbagai permainan hands on. Hands on artinya permainan yang bisa disentuh, dipelajari, dan dieksplorasi. Selama rentang usia bayi, sebaiknya mereka mendapat rangsangan hands on, yaitu pengenalan tiga dimensi. Dengan rangsangan tersebut, anak diberi kesempatan untuk mengeksplorasi dunia. Dia boleh main pasir, air, tepung, dan segala macam permainan lainnya. Saat memasuki usia TK sampai SD ke atas, barulah anak diperkenalkan proses pembelajaran dua dimensi.

Konsekuensi, bukan hukuman

Hukuman (punishment) sesungguhnya tidak pernah ramah buat otak. Kalau anak sering disiksa, secara verbal maupun fisik, dipukul, atau dituding sebagai anak yang bermasalah, maka fungsi dan lampu otaknya akan mati, terutama di bagian tengah, yaitu bagian emosional. Anak akan sangat terpukul dengan kata-kata yang negatif. Berbagai siksaan, ancaman, verbal atau fisik, akan mengurangi daya fungsi otak secara keseluruhan.

Lantas bagaimana orangtua bisa menegakkan disiplin pada anak? “Sosialisasikanlah anak dengan konsekuensi. Bukan dengan hukuman,” ujar Emmy Soekresno, Konsultan pendidikan Jerapah Kecil, seraya menambahkan, “sebab hukuman sangat tidak efektif. Anak tidak teringat pada kesalahan, tapi teringat pada apa yang diucapkan kepadanya,”

Penerapan konsekuensi ini, ujar Emmy pula, sebenarnya sejalan dengan perintah Allah swt dalam Al Qur’an. “Bagi siapa yang shaum, maka akan mendapat pahala…” Itu sebuah konsekuensi yang jelas, jika tidak shaum, tidak dapat pahala. Maka, kalau misalnya anak tidak mau bekerjasama, guru jangan memberi anak stempel muka cemberut melainkan bisa berkata, “Siapa yang mengikuti permintaan Ibu, akan diberi stempel muka senyum. Bagi yang tidak, tidak akan dapat stempel.” Itulah konsekuensi. Orangtua dan guru pun harus mampu menerapkan percakapan yang Brain Friendly. Artinya, ramah terhadap otak. Bicara tidak berteriak, menuduh, memberi nilai-nilai negatif atau bernuansa negative thinking. Berbagai penelitian menunjukkan, bila orangtua terbiasa ramah kepada anak, otak anak pun menjadi ramah. Dan saat otak menjadi ramah, penggunaannya juga akan maksimal.

Masa pesat perkembangan otak anak

Lima tahun pertama kehidupan anak merupakan masa pesat perkembangan otak hingga masa ini sering disebut sebagai golden periode. Bahkan, anak di usia 5 tahun pertama diketahui punya kemampuan photographic memory, mengingat seperti mata kamera. Di atas lima tahun, kemampuan memorinya menurun. Tidak sehebat dan sepeka di masa golden periode.

Lebih jauh Emmy menjelaskan, meski secara keseluruhan, fungsi otak bekerja bersamaan, namun, ada penekanan-penekanan atau waktu prima (prime time) bagi otak. Misalnya, untuk belajar bahasa asing, misalnya bahasa Inggris, waktu primanya adalah pada usia 4-12 tahun. Pada usia ini, belajar dengan permainan dan sambil ketawa-ketawa pun, anak sudah bisa bicara bahasa Inggris. Setelah itu, ada second chance, kesempatan kedua untuk belajar, yaitu pada usia 12-15 tahun. Setelah usia 15 tahun, masih bisa belajar bahasa Inggris, tetapi lebih sulit.

Milyaran sel otak ini terbagi dalam beraneka bagian seumpama wadah yang siap diisi. Pada usia 12-13 tahun, akan terjadi pemangkasan sel otak. Pada saat itu, otak akan memeriksa isi otak itu sendiri. Jika ada tempat kosong, misalnya bagian kecerdasan emosi yang tidak pernah dilatih sejak usia 1 hingga 12 tahun, maka bagian itu akan dibuang.

Itu sebabnya, target orangtua setiap hari adalah bagaimana caranya mengisi otak dengan maksimal dengan memberi stimuli yang maksimal pula. Begitupun, jangan tergesa-gesa. Bila suatu ketika guru atau orangtua ingin anaknya mampu menulis, membaca dan berhitung di usia dini, sama saja mereka tengah menghilangkan beberapa aspek kehidupan anak. Karena sebelum melakukan ketiga hal tersebut, ada tahapan yang harus dijalani.

Sebelum bisa menghitung, anak harus bisa menggambar. Sebelum bisa menggambar, anak harus mampu memegang pensil. Sebelum mampu memegang pensil, maka anak perlu melatih motorik halusnya misalnya dengan bermain pasir. Dengan bermain pasir, anak sesungguhnya sedang menghidupkan otot tangannya dan belajar estimasi dengan menuang atau menakar, yang kelak semua itu ada dalam matematika.

Sejak dalam kandungan

Emmy menjelaskan beberapa langkah yang perlu diterapkan untuk mengoptimalkan fungsi otak anak. Pertama, tunjukkan rasa cinta dan ungkapkanlah rasa sayang pada anak.

Kedua, peduli pada basic needs anak. Penuhi kebutuhan gizi anak dengan tetap memperhatikan kebutuhan psikologisnya. Misal, memberi makan tanpa paksaan.

Ketiga, budayakan dialog dalam keluarga. Menurut Emmy, ada dua hal yang tidak bisa dipelajari oleh anak sendiri, yaitu moral, soal baik dan buruk, dan bicara. Kemampuan lainnya bisa dipelajari sendiri, orangtua hanya perlu memfasilitasi.

Tak kalah penting, ada kesadaran bahwa kesuksesan pengoptimalan fungsi otak si kecil, harus dimulai saat bayi masih dalam kandungan. Ibu hamil harus menjaga ketenangan batin, pikiran, termasuk pola konsumsi dan cara makan. Itu akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. “Karenanya, bapak pun harus ikut hamil saat istrinya hamil. Berikan back up sepenuhnya agar pertumbuhan dan perkembangan janin, termasuk otaknya, menjadi baik,” tutur Budi mengingatkan para ayah.

[http://www.barikade.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=22&Itemid=31]

Tarbiyyah Sambil Berdakwah

APAKAH GENERASI PARA SHAHABAT MELAKUKAN TARBIYYAH & TASHFIYYAH DULU
SAMPAI MENCAPAI DERAJAT ULAMA, BARU KEMUDIAN BERDAKWAH & BERJIHAD, ATAU
MEREKA MELAKUKAN TARBIYYAH & TASHFIYYAH SAMBIL LANGSUNG BERDAKWAH DAN
BERJIHAD?
Oleh Ust Nabiel Al-Musawa

Ikhwah wa akhawat fiLLAAH rahimakumuLLAAH,

Salah satu klaim yg disampaikan oleh sebagian orang yg terlalu bersemangat dan
selalu ‘asbed’ (asal beda) dg kelompok2 dakwah yg lain, adalah bhw generasi
Salaf itu melakukan tarbiyyah & tashfiyyah dulu, barulah setelah mereka berilmu
maka barulah mereka boleh berjihad atau melakukan amal2 politik, jadi -menurut
mereka- kelompok yg sekarang sibuk tarbiyyah sambil berpolitik itu dicap sebagai
mukhalifus-sunnah (berbeda dg sunnah)..

Jika seandainya mereka menganggap pendapat ini sebagai min baabil ijtihaad
(termasuk dlm hal2 yg sifatnya ijtihadiyyah) serta mereka mau menghormati
pendapat lain yg berbeda karena hal tsb merupakan ijtihad pula maka mereka telah
benar & sesuai dg sunnah dan hal tsb tidaklah mengapa (laa ba’sa bihi)..

Namun amat disayangkan bhw pemahaman tsb diikuti dg vonis mereka kepada kelompok
yg berbeda pendapat dg mereka dg label sindiran halus seperti : ‘karena tidak
mengerti sunnah’ atau ‘tidak tegar di atas sunnah’ sampai vonis yg kasar seperti
: ‘juhala’ atau ‘khawarij’ atau ‘terkurung dlm quyud hizbiyyah’ dll..

Saya melihat bhw sebagian vonis mereka tsb (seperti vonis : Takfiri, Khariji,
Hizbiyy, dsb) malah telah menimpa pd diri mereka sendiri -waliLLAAHil hamdu wal
minah-, benarlah sabda RasuluLLAAH -Semoga Shalawat serta Salam senantiasa
tercurah pd diri beliau- : “Tidak boleh seorang melempar tuduhan pd orang lain
dg tuduhan Fasiq, atau dg tuduhan Kufur, karena tuduhan tsb akan kembali pd
dirinya jk yg dituduhnya tdk demikian[1].”

Dalam redaksi yg lainnya disebutkan : “Jika seseorang berkata pd saudaranya
(sesama muslim) : Hai kafir! Maka hal itu sama dengan membunuhnya, demikian pula
melaknat seorang mukmin juga sama dg membunuhnya[2]!” Dlm atsar yg diriwayatkan
oleh Ali -semoga ALLAAH Yg Maha Mulia lagi Maha Tinggi meridhoi beliau- bhw :
“Kalian bertanya kepadaku ttg orang2 yg suka mencaci dg kata2 : Hai Kafir! Hai
Fasiq! Hai Himar (Keledai)! Yg demikian ini tidak dihukum hadd tetapi dihukum
(ta’zir) oleh penguasa agar tdk mengulangi kata2 tsb[3]!”

Demikianlah hukuman bagi mereka yg suka mencaci & menghina kelompok lain itu,
bahkan mereka memberikan gelar (laqab) yg buruk pd AL-IKHWAN AL-MUSLIMIN
(Persaudaraan Muslimin) menjadi AL-IKHWAN AL-MUFLISIN (Persaudaraan Org2 Yg
Bangkrut), sekali lagi Maha Adillah ALLAAH Yg Maha Mulia lagi Maha Tinggi,
sehingga kata2 itupun akhirnya berbalik pd diri mereka sendiri, sebagaimana dlm
hadits berikut ini sabda Nabi -Semoga Shalawat & Salam senantiasa tercurah pd
beliau- : “Tahukah kalian siapa AL-MUFLIS (org yg bangkrut) itu? … dst, sampai
dg sabda beliau : Sesungguhnya AL-MUFLIS dari ummatku adalah orang2 yg datang di
Hari Kiamat dg membawa PAHALA shalat, puasa dan zakat, tetapi ia juga pernah
MENCACI si fulan, MENUDUH si fulan, memakan harta si fulan, menumpahkan darah si
fulan, memukul si fulan, maka diberikanlah pahalanya pd si fulan & si fulan,
sehingga apabila telah habis pahalanya sebelum habis dosanya maka diambillah
dosa orang2 lain tsb & dipikulkan pd dirinya lalu dilemparkan ia ke neraka[4].”
Segala puji bagi ALLAAH Yg Maha Mulia lagi Maha Tinggi, nampak jelaslah siapa yg
sebenarnya yg termasuk kelompok yg AL-MUFLISIN tersebut..

Lalu sekarang marilah kita lihat bersama, apakah benar bhw para sahabat -semoga
ALLAH Yg Maha Mulia lagi Maha Tinggi meridhoi mereka semua- itu mempelajari
Al-Qur’an & As-Sunnah itu seluruhnya dulu baru bergerak (berharokah) ataukah
mereka sambil mempelajari kandungan Al-Qur’an & As-Sunnah (tarbiyyah &
tashfiyyah) itu sambil sekaligus berharokah & berjihad menegakkannya? Biarkanlah
mereka para sahabat yg mulia tsb yg menuturkannya sendiri, sebagaimana dlm
hadits2 shahih berikut ini :

HUJJAH PERTAMA : PARA SHAHABAT TIDAK PERNAH MENAMBAH ILMUNYA LEBIH DARI 10 AYAT
SEBELUM LANGSUNG MENGAMALKANNYA

1. Telah menceritakan pd kami Muhammad bin Ali bin Hasan bin Syaqiq
Al-Marwazi berkata : Saya mendengar ayahku berkata : Telah menceritakan pd kami
Al-Husein bin Waqid berkata : Telah menceritakan pd kami Al-A’masy dari Syaqiq
dari Ibnu Mas’ud -semoga ALLAAH Yg Maha Mulia lagi Maha Tinggi meridhoi beliau-
berkata : “Adalah seorang dari kami jika telah mempelajari 10 ayat maka ia tidak
menambahnya sampai ia mengetahui maknanya & mengamalkannya[5].” Jadi walaupun
mereka bisa mempelajari ilmu lebih banyak & lebih luas lagi tapi mereka tidak
melakukannya, mereka tidak mau menambah ilmu tsb kecuali setelah dapat
mengamalkannya, sehingga sambil belajar juga mengaplikasikannya.

2. Telah menceritakan pd kami Ibnu Humaid berkata : Telah menceritakan pd
kami Jarir dari ‘Atha’ dari Abi AbdiRRAHMAN berkata : Telah menceritakan pd kami
orang2 yg membacakan pd kami berkata : Bhw mereka yg menerima bacaan dari Nabi
-Semoga Shalawat serta Salam senantiasa tercurah pd diri beliau- (menceritakan)
adalah mereka apabila mempelajari 10 ayat tidak pernah meninggalkannya (tdk
menambahnya) sebelum mengaplikasikan apa yg dikandungnya, maka kami mempelajari
ilmu Al-Qur’an dan amalnya sekaligus[6].

HUJJAH KEDUA : PERINTAH MENYAMPAIKAN ILMU WALAUPUN BARU MENGUASAI 1 AYAT

1. Hadits Nabi -Semoga Shalawat serta Salam senantiasa tercurah pd diri
beliau- dari AbduLLAH : “Sampaikanlah oleh kalian dari aku walaupun 1 ayat dan
ceritakanlah dari bani Isra’il dan itu tidak mengapa dan barangsiapa berdusta
atas namaku dg sengaja maka sediakanlah tempat duduknya di neraka[7].” Dan
hadits ini selain memerintahkan kita agar tidak ragu berdakwah walau modal
ilmunya baru sedikit, juga menjelaskan bhw yg wajib mempelajari ilmu syari’ah
secara mendalam itu tidak diwajibkan atas seluruh muslimin, melainkan cukup
sebagian saja yg memang ber-kafa’ah untuk hal tsb.

2. Berkata Abu Hatim -semoga ALLAAH Yg Maha Mulia lagi Maha Tinggi meridhoi
beliau- saat mengkomentari hadits tsb : “Hadits tsb khithabnya adalah pd para
shahabat dan termasuk didlmnya mereka yg semisalnya sampai Hari Kiamat untuk
sebagian dari mereka agar menyampaikan dari Nabi -Semoga Shalawat serta Salam
senantiasa tercurah pd diri beliau- & hukumnya adalah fardhu-kifayah, jk
sebagian ummat sudah melakukannya maka lepas kewajiban tsb bagi yg lainnya[8].”

HUJJAH KETIGA : BERBAGAI PERISTIWA PENTING DLM AHKAMU-SYAR’IYYAH DITURUNKAN
TIDAK LEBIH DARI 10 AYAT SAJA

1. Salah satu riwayat ttg Sabab Nuzul QS Al-Ankabut[9], ketika turun
perintah berhijrah maka kaum muslimin menulis surat pd para kerabatnya di Mekkah
bhw tdk akan diterima keislaman kalian sampai kalian berhijrah, maka merekapun
keluar menuju Madinah maka mereka dikejar oleh kaum musyrikin lalu dikembalikan
ke Mekkah, maka ALLAH Yg Maha Mulia lagi Maha Tinggi menurunkan awal surah ini
sampai 10 ayat, maka kaum muslimin menyurati lagi kerabatnya ttg ayat yg turun
ttg mereka ini, maka berkatalah mereka : Jk demikian maka kami akan keluar
(hijrah), jk mereka mengejar kami maka akan kami melawan! Maka merekapun keluar
& dikejar oleh kaum musyrikin dan terjadi perlawanan, sehingga sebagian mereka
syahid terbunuh & sebagian lainnya berhasil lari ke Madinah, lalu ALLAH Yg Maha
Mulia lagi Maha Tinggi menurunkan lagi ayat : TSUMMA INNA RABBAKA LILLADZIINA
HAAJARUU MIN BA’DI MAA FUTINUU[10]..[11]”

2. Berkata Imam Ibnul Jauzy : “Telah ijma’ para mufassirin bhw ayat :
INNALLADZIINA JAA’UU BIL IFKI[12].. sampai 10 ayat turun berkenaan dg peristiwa
‘Haditsul-Ifki’ (berita bohong) terhadap Ummul Mu’minin Aisyah -semoga ALLAAH Yg
Maha Mulia lagi Maha Tinggi meridhoi beliau-. Dan hadits2nya selengkapnya telah
aku bahas panjang lebar dlm kitabku : Al-Hadaa’iq & Al-Mughnii fii Tafsiir, maka
aku tidak akan membahasnya panjang lebar lagi disini[13].”

3. Pemutusan hubungan dan pernyataan perang dengan kaum musyrikin Makkah
dilakukan dengan 10 ayat dari awal surah At-Taubah (Bara’ah), yg disampaikan
Nabi -Semoga Shalawat serta Salam senantiasa tercurah pd diri beliau- kepada
Abubakar -semoga ALLAAH Yg Maha Mulia lagi Maha Tinggi meridhoi beliau- dan
dibacakan oleh Ali -semoga ALLAAH Yg Maha Mulia lagi Maha Tinggi meridhoi
beliau-[14].

HUJJAH KEEMPAT : BAHKAN TAURAT, INJIL DAN ZABUR-PUN PERINTAH AWALNYA JUGA HANYA
10 AYAT SAJA

1. Dari Ka’ab al-Akhbar -semoga ALLAAH Yg Maha Mulia lagi Maha Tinggi
meridhoi beliau- : “Yg pertama kali diturunkan dari Taurat adalah 10 ayat, dan
itu adalah 10 ayat yg ada di akhir surah Al-An’am, yaitu : QUL TA’AALAW ATLU MAA
HARRAMA RABBUKUM.. sampai akhir ayat[15].”

2. Dari ‘UbaiduLLAAH bin AbdiLLAAH bin ‘Adiyy bin Al-Khiyar berkata : Ka’ab
-semoga ALLAAH Yg Maha Mulia lagi Maha Tinggi meridhoi beliau- mendengar
seseorang membaca ayat : QUL TA’AALAW ATLU MAA HARRAMA RABBUKUM.. Maka
berkatalah Ka’ab -semoga ALLAAH Yg Maha Mulia lagi Maha Tinggi meridhoi beliau-
: Demi jiwa Ka’ab yg berada di tangan-NYA! Itu adalah awal ayat dlm Taurat![16]”

3. Berkata Imam Asy-Syaukani[17] : “Hukum ini juga telah dituliskan oleh
para Ahluz-Zabur dlm akhir kitab Zabur mereka & Ahlul-Injiil dlm awal kitab
Injiil mereka.”

HUJJAH KELIMA : HIKMAH AL-QUR’AN DITURUNKAN TIDAK SEKALIGUS MELAINKAN SEDIKIT
DEMI SEDIKIT YAITU AGAR KAUM BERIMAN MEMPELAJARI ILMU SEKALIGUS LANGSUNG
MENERAPKANNYA

Berkata Imam Adz-Dzahabi[18] : “Demikianlah para sahabat membutuhkan waktu yg
amat lama untuk menghafal 1 surah (karena sekaligus ingin melaksanakannya),
sehingga telah meriwayatkan Imam Malik dlm Al-Muwaththa’ bhw Ibnu Umar
membutuhkan waktu 6 tahun untuk menghafal surah Al-Baqarah, karena ALLAH Ta’alaa
telah berfirman : KITAABUN ANZALNAAHU ILAYKA MUBAARAKUN LIYADDABBARUU..”

Demikianlah ikhwah wa akhawat fiLLAAH rahimakumuLLAAH, sebagian kecil dari
dalil2 syar’iyyah yg telah saya paparkan di atas semoga dapat membuka mata kita,
menjauhkan kita dari sikap ta’ashub-hizbiyyah yg dilarang oleh syariat, serta
memberikan thuma’ninah dlm hati kita bhw ijtihaad yg telah kita jalani ini
didasarkan atas dalil2 shahih & jauh dari taqliid-amaa’ (taqlid-buta),
waliLLAAHil hamdu wal minah, tamaam bi idzniLLAAHi Ta’aalaa..

——————————————————————————–

[1] Lih. Al-Albani dlm Ash-Shahiihah (VI/390, hadits no. 2891), berkata Albani :
Hadits ini di-takhrij oleh Bukhari dlm shahih-nya (no. 6045), Abu Awwanah
(I/23), Ahmad (V/181), Al-Bazzar (IV/431).

[2] Al-Albani men-shahih-kannya dlm Shahiih Jami’ Shaghiir (II/212 hadits no.
710, 712).

[3] Al-Albani meng-hasan-kannya dlm Al-Irwa’ (VIII/54)

[4] Al-Albani men-shahih-kannya dlm Ash-Shahiihah (II/527, hadits no. 847).

[5] Hadits ini di-shahih-kan oleh Syaikh Ahmad Muhammad Syakir dlm tahqiq-nya
atas tafsir At-Thabari (I/80).

[6] Berkata Syaikh Ahmad Muhammad Syakir (lih. Tafsir At-Thabari, I/80) : Hadits
ini shahih-muttashil.

[7] HR Bukhari, XI/277 no.3461; Tirmidzi IX/277; Ahmad no. 6198, 6594 & 6711;
AbduRRAZZAQ, VI/109; Thabrani (dlm Al-Kabiir, XX/141 & Ash-Shaghiir, II/34);
Ad-Darimi, II/95.

[8] Shahih Ibnu Hibban, XXVI/50, no. 6362

[9] Zaadul Masiir, Imam Ibnul Jauzy, V/66

[10] QS An-Nahl, XVI/110

[11] Ini adalah pendapat Asy-Sya’biy dan Al-Hasan (Zaadul Masiir, V/66)

[12] QS An-Nuur, XXIV/11

[13] Zaadul Masiir, IV/435

[14] HR Ahmad (Al-Musnad, III/283), Ibnu Ahmad (Zawaa’id Al-Musnad, I/151),
Tirmidzi (As-Sunan, no.3090)

[15] HR Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Dhurays & Ibnul Mundzir (Fathul Qadiir, Imam
Asy-Syaukani, II/500)

[16] HR Abu Syaikh (Fathul Qadiir, II/500)

[17] Fathul Qadiir, II/500

[18] At-Tafsiir wal Mufassiruun, II/7

23 Tips Penting untuk Rumah Tangga

Banyak hal yang harus dikerjakan dalam rumah-tangga, dari membersihkan rumah hingga membayar rekening listrik, misalnya.

Nah, agar semua tugas dan urusan rumah-tangga berjalan lancar, ada beberapa kiat yang bisa Anda lakukan:

1. Singkirkan baju atau aksesori yang tak lagi diperlukan dari lemari pakaian Anda. Jangan berpikir Anda bakal langsing lagi suatu saat nanti. Percayalah, jika Anda benar-benar kembali langsing, baju itu sudah ketinggalan zaman.

2. Manfaatkan sisi pintu lemari untuk menggantung dasi, scarf, ikat pinggang, dan sebagainya. Ini akan menghemat banyak tempat, di samping memudahkan Anda bila suatu saat mencarinya.

3. Simpan sepatu pada kotaknya dan tempatkan label di luar kotak untuk menuliskan jenis sepatu, sehingga Anda tak perlu susah-payah mencarinya.

4. Buang semua barang yang Anda pikir bisa dimanfaatkan suatu hari nanti. Kalaupun Anda membutuhkannya, pastilah Anda sudah lupa di mana pernah menaruhnya.

5. Singkirkan semua surat dan kartu ucapan (kecuali rekening-rekening dan bukti-bukti pembayaran selama setahun terakhir). Catat nama dan alamat pengirim, lalu buang.

6. Selalu letakkan segala sesuatu pada tempatnya untuk memudahkan mencarinya. Taruh kunci kendaraan di tempat yang sama, demikian juga sepatu, tas kerja, dan sebagainya.

7. Pilahlah baju yang akan dicuci untuk menghemat waktu. Pisahkan baju putih dengan yang berwarna. Siapkan penggantung pakaian di tempat jemuran agar Anda tak perlu mondar-mandir saat menjemur.

8. Jika Anda menggunakan mesin cuci, Anda bisa melakukan pekerjaan lain. Sehingga ketika proses pencucian selesai, Anda juga sudah selesai mengerjakan pekerjaan yang lain.

9. Tak perlu terlalu perfek untuk hal-hal yang tak begitu penting. Anda tak perlu menjahit dengan sangat rapi untuk saku dalam baju anak yang robek, misalnya. Yang penting sudah menutupi robekan yang ada.

10. Optimalkan semua piranti elektronik yang Anda miliki. Misalnya, selain untuk membuat jus, blender bisa juga untuk menghaluskan bumbu masakan.

11. Lakukan dua hal sekaligus setiap kali Anda memasak. Misalnya, Anda bisa merebus jagung sambil menanak nasi, atau memasak sup sekaligus menghangatkan pepes di atas tutup pancinya.

12. Rencanakan menu paling tidak untuk satu minggu ke depan. Buatlah stok bumbu inti yang dapat disimpan di lemari es. Jadi, jika Anda ingin memasak, waktu Anda tak terlalu tersita untuk mempersiapkan hidangan.

13. Biasakan selalu membayar semua tagihan di awal bulan. Selain terhindar dari antrean, Anda juga akan merasa lebih tenang.

14. Hindari datang ke suatu tempat di jam-jam sibuk. Misalnya, belanja grosir di jam kerja atau pergi ke dokter lebih dini.

15. Beri batasan waktu untuk belanja, dan tepatilah. Belilah barang-barang sesuai daftar kebutuhan Anda.

16. Buatlah semacam to-do-list untuk mencatat tugas yang harus Anda kerjakan keesokan harinya. Daftar seperti itu akan membantu Anda menjalankan setiap tugas dengan cara yang lebih teratur dan terarah.

17. Bangunlah 15 menit lebih awal setiap hari, dan Anda akan biasa menyelesaikan beberapa tugas lebih banyak dari sebelumnya.

18. Selalu persiapkan semua kebutuhan keluarga pada malam hari sebelum tidur, agar keesokan harinya anda tak perlu pontang-panting menyiapkan perlengkapan sekolah anak-anak ataupun kerja suami.

19. Belilah kemasan family size untuk bahan keperluan seisi rumah. Selain mengurangi jumlah sampah kemasan, harganya pun lebih murah.

20. Belilah sayur dan buah pada musimnya. Harganya lebih murah dibanding yang sedang tidak musim.

21. Selalu matikan lampu saat tidak diperlukan. Lebih baik lagi jika Anda menggunakan lampu neon. Harganya memang lebih mahal, namun menghemat penggunaan listrik dalam waktu lama.

22. Matikan semua peralatan eletronik yang tidak digunakan, seperti radio, teve, stereo set, dan sebagainya. Membiarkannya tertancap di stop kontak akan menguras daya listrik.

23. Gunakan air seperlunya saja. Lebih baik mengambil menggunakan air sumur untuk mandi, menyiram tanaman, mencuci, dsb.

Jogging: Manfaat Bagi Kesehatan dan Bagaimana Melakukannya

Melakukan jogging secara teratur memberikan manfaat bagus buat kondisi fisik dan kesehatan lainnya. Jogging juga memberikan kesenangan secara fisik dan mental.

Keuntungan Jogging

Jogging memberikan keuntungan tetap bagi keseluruhan kesehatan setelah dilakukan. Efek-efek dari jogging adalah:
1. membuat jantung kuat, dimana semakin memperlancar peredaran darah dan pernafasan;
2. Mempercepat sistem pencernaan dan membantu Anda menyingkirkan masalah pencernaan;
3. Menetralkan depresi;
4. Meningkatkan kapasitas untuk bekerja dan mengarahkan pada kehidupan yang aktif;
5. Jogging membantu Anda membakar lemak dan mengatasi kegemukan;
6. Kalau Anda bermasalah dengan selera makan, jogging membantu Anda memperbaikinya;
7. Jogging mengencangkan otot kaki, paha dan punggung;
8. Membuat tidur lebih nyenyak.

Kesenangan Yang Didapat Dari Jogging

Jogging juga dapat memberi Anda kesenangan secara fisik maupun mental. Apabila jogging dilakukan dengan benar, Anda tak akan merasakan kelelahan saat Anda telah menyelesaikan satu tur lebih dari yang Anda lakukan sebelumnya. Anda juga mendapat manfaat dengan merasakan nyaman di otot selama jogging dan setelahnya.

Anda akan merasakan angin lembut yang bertiup disekitar tubuh Anda, juga dapat mendengarkan suara burung berkicau, suara air yang mengalir, atau suara ombak di laut (jika Anda melakukannya di tepi laut). Selama jogging Anda juga dapat merasakan perasaan senang.

Pakaian Dan Sepatu

Pakaian yang Anda kenakan harus sesuai dengan udara saat itu. Saat udara hangat, celana pendek dan t-shirt cukup nyaman untuk dikenakan. Namun, jika Anda melakukan rute yang jauh tak ada salahnya membawa pakaian ekstra di tas kecil, untuk berjaga-jaga jika udara jadi buruk. Pilih pakaian yang dapat memberikan ventilasi bagus, hindari yang penuh jahitan, bertepi tajam atau yang membungkus dengan ketat.

Sedang untuk sepatu, kenakan yang lembut dan nyaman, tapi dengan bentuk yang pas dan cocok di kaki. Pilih yang alasnya dapat ditekuk dengan lentur dalam pergerakan kaki Anda tapi cukup mendukung saat terhentak dengan tanah, sehingga tidak membuat Anda terpeleset.

Rute Dan Sesi Jogging

Jogging dapat ditempuh dalam berbagai cara : Jarak yang panjang antara 2-20 km dalam kecepatan biasa; Jarak 3-6 km dalam kecepatan tinggi; Jogging dengan kecepatan sedang ditempuh dalam 4-8 kg.

Bagaimana Melakukan Sesi Jogging

Anda sebaiknya bergerak dengan lambat dengan usaha kecil yang pertama dalam beberapa ratus meter untuk pemanasan otot anda. Lalu perlahan-lahan tambahkan kecepatan Anda. Kalau Anda sudah melakukan setengah rute, Anda bisa berlari lebih cepat sesuai kemampuan Anda. Jika rute cukup panjang, Anda bisa mengambil dua atau tiga dorongan dengan kapasitas yang hampir penuh. Untuk jarak ratus meter terakhir lambatkan gerakan lari Anda.

Peregangan Tubuh Dan Setelah Beberapa Sesi

Sangat disarankan untuk melakukan peregangan sebelum melakukan sesi jogging, dan bukan hanya pada otot kaki Anda, tapi juga keseluruhan tubuh, lakukan selama 2 menit sebelumnya dan 3-4 menit setelahnya.

Kapan Dan Seberapa Sering

Jika jogging hanya satu-satunya aktivitas olahraga yang dilakukan, melakukannya tiap dua hari sekali adalah ukuran idelnya. Itu sudah cukup untuk memberikan seluruh keuntungan bagi kesehatan dan meningkatkan kondisi, dan daya tahan tubuh Anda. Tapi jika Anda mengkombinasikan jogging dengan olah raga lain, lakukan seminggu dua kali cukup baik bagi kesehatan. Mungkin Anda merasa lapar saat akan melakukan jogging, tapi sebaiknya jangan melakukannya setelah makan. Anda bisa melakukannya kapanpun sepanjang hari, tapi lebih baiknya melakukan jogging sebagai kegiatan pertama di pagi hari.

Bagaimana Memulainya

Jika Anda tak biasa melakukan latihan fisik, sebelum memulai jogging, alangkah baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Anda mungkin memiliki masalah kesehatan, yang tidak disarankan untuk melakukan jogging, atau yang mesti Anda pertimbangkan jika melakukan jogging. Untuk pertama-tama, sebaiknya Anda berlari-lari di tempat selama 10 menit. Lalu Anda dapat menambah waktu, jarak dan kecepatan setelah terbiasa.
(idionline/Net)

Jangan Sepelekan Imajinasi Anak

Siapa tahu imajinasi itu adalah awal ide brilian yang kelak bisa diwujudkan.

Siapa tak kenal Prof. B.J. Habibie? Dari salah satu biografinya terungkap, sejak kecil, mantan presiden RI ini senang menggambar pesawat. Bahkan, ia selalu berkata, bila besar ingin membuat pesawat. Siapa sangka, dari sekadar membuat coretan pesawat hasil imajinasi dan selalu berceloteh tentang pesawat, akhirnya Habibie dikenal sebagai perancangbangun pesawat. Salah satu rancangannya yang terkenal dan diakui oleh dunia internasional adalah VTOL (Vertical Take Off & Landing) Pesawat Angkut DO-31

Dari cerita di atas, kata Dra. Psi. Sandra Talogo, MSc., orang tua bisa belajar, ide seorang anak bukan tak mungkin kelak bakal bisa diwujudkan. “Habibie pasti mendapat respons positif dari orang tuanya, sehingga dia terpacu untuk mewujudkan idenya tersebut. Meski ide tersebut diwujudkannya setelah dewasa, tetapi hal ini menunjukkan bahwa ide anak bukan berarti sekadar bualan yang tak mungkin.”

Makanya, saran Sandra, orang tua jangan pernah menyepelekan ide-ide anak, betapa pun ide itu kelihatan muskil di mata orang dewasa. “Buat anak, tak ada yang mustahil. Yang mereka tahu, mereka punya imajinasi-imajinasi yang ingin dibagi pada orang lain. Dan orang yang terdekat, tentulah ayah-ibunya.”

BERIKAN RESPONS POSITIF

Anak usia prasekolah, kata psikolog dari Yayasan Pelangi Indonesia Spektrum ini, lagi senang-senangnya mengembangkan daya imajinasinya. “Ide-ide itu, kan, berasal dari imajinasinya. Ditambah dengan keterampilan verbalnya yang semakin baik, jadilah anak mampu menceritakan pikiran-pikiran yang ada di kepalanya.”

Kadang, ide-ide itu muncul sebagai hasil imitasi. Tak masalah. “Di usia prasekolah, anak-anak mulai senang nonton teve. Nah, dari teve itu banyak imajinasi yang mereka dapatkan. Misal, melihat pesawat terbang, lalu mereka mengkhayalkan alangkah enaknya kalau punya mobil yang juga bisa terbang.” Bukan cuma itu, ide-ide yang dilontarkan pun seringkali membuat orang tua terkaget kaget, “Ini anak, kok, pemikirannya jauh banget, sih!” Orang tua merasa, pemikiraan si anak “tak lazim”.

Yang jelas, berimajinasi atau mengeluarkan ide-ide adalah bagian dari tugas perkembangan di usia 4 tahun, dan hal ini menunjukkan kecerdasan si anak. Karena itulah, apa pun ide anak, orang tua tak boleh

melecehkannya. Justru orang tua harus mengoptimalkan potensi anak. Salah satunya, dengan merespons positif semua isi hati dan kepala si anak. “Ini, kan, bagian dari kreativitas seorang anak. Orang tua harus menggali lebih jauh untuk merangsang semua pemikiran anak. Siapa yang tahu, dari kepala anak akan muncul ide-ide brilian yang bisa diwujudkan.”

JADILAH PENDENGAR AKTIF

Orang tua sebaiknya juga mau menjadi pendengar yang aktif. Maksudnya, saat anak mengeluarkan ide-idenya, orang tua bukan cuma mendengarkan tetapi juga menstimulasi kemampuan analisanya dengan selalu mengeluarkan pertanyaan lanjutan. Contoh, anak berandai-andai mempunyai rumah kardus di pohon halaman belakang. Nah, orang tua bisa menanyakan, apa kegunaannya, bagaimana bentuknya, mengapa dia sampai punya ide tersebut, dan pertanyaan-pertanyaan lain.

Bila anak cenderung diam, tak pernah mengungkapkan pikirannya, dorong dan pancing kemampuan verbalnya. Ajarkan untuk mengekspresikan perasaan maupun pikirannya, “Bagaimana perasaanmu hari ini, Sayang?” Atau, bila habis berkunjung ke tempat baru, orang tua juga bisa memancing anak agar mau bercerita tentang pengalamannya. Tentu dengan bahasa anak-anak, tanpa menuntutnya menceritakan secara runtut dan detail. Setidaknya, ada usaha orang tua untuk mengoptimalkan kemampuan anak mengeluarkan pi-kirannya.

Yang pasti, jika sejak awal orang tua selalu menanggapi positif komentar/ide-ide anak, ke depannya anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif dan mampu menganalisa semua hal dengan baik. Ujung-ujungnya, dalam hal problem solving pun, ia akan lebih mudah. Tetapi bila anak tak punya kesempatan melontarkan ide-idenya, ia bukan saja akan berkembang menjadi pribadi yang pasif, tapi juga tidak mandiri dan kepercayaan dirinya pun akan luntur.

5 MANFAAT

1. Terampil Berkomunikasi

Umumnya, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang selalu memberikan tanggapan positif pada setiap ide anak dan selalu menstimulasinya untuk berdiskusi, akan lebih terampil dalam berkomunikasi. Bukankah ia akan banyak menggunakan kata-kata dalam menyampaikan idenya? Hal ini berarti melatih kemampuannya berbahasa. Apalagi bila kemudian anak sering bersosialisasi dengan orang lain, ia akan semakin mengasah kemampuannya berkomunikasi.

2. Mahir Menganalisa & Kreatif

Bila orang tua menggali lebih lanjut ide-ide anak dan tidak menganggapnya sebagai komentar kekanak-kanakan yang konyol, maka anak juga akan belajar memberi alasan-alasan pemikirannya. Bila hal ini terus dilakukan, berarti kita melatih kemampuan analisa mereka. Ini berguna sebelum memutuskan suatu hal. Jadi sebagai problem solving bila menemukan masalah. Anak pun jadi kreatif, tidak hanya terpaku pada apa yang dikatakan oleh lingkungan.

3. Mampu Bersaing

Penting diingat, kelak persaingan kerja akan semakin ketat. Mereka yang bisa bersaing adalah yang mampu mengungkapkan ide-idenya. Nah, ini tentunya dari sejauh mana orang tua beranggapan bahwa anak-anak pun boleh berekspresi. Jadi, jangan sampai meng-cut ide anak. Mungkin saja ide itu bisa diwujudkan menjadi sesuatu yang berguna buat orang lain, entah sekarang atau nanti.

4. Mandiri & Percaya Diri

Bila anak bisa mengungkapkan pemikiran dan pendapatnya, akan tumbuh menjadi pribadi yang penuh percaya diri dan mandiri.

5. Manfaat Bagi Orang Tua

Orang tua jadi bisa lebih memahami diri anaknya karena tahu isi hati dan kemauan si anak, sehingga tak salah dalam menangani anak. Misal, menyalurkan ide-ide anaknya dengan mencoba mewujudkan ide-ide tersebut lewat gambar.
DIWUJUDKAN MAKIN PEDE, DITOLAK TAK KECIL HATI

Untuk ide-ide yang bisa segera direalisasikan, tak ada salahnya orang tua membantu mewujudkannya. Contoh, anak punya ide membuat rumah kayu di pohon halaman belakang, nah, mengapa tidak. “Ini, kan, mudah diwujudkan dengan bantuan ayah atau tukang. Jadi idenya bukan hanya imajinatif, tapi juga bisa diwujudkan. Dengan mengikuti idenya, berarti kita memberikan positive feedback,” bilang Sandra.

Orang tua juga bisa menambahkan “Wow, ide Kakak bagus sekali. Sekarang kita bisa berpiknik di rumah kayumu.” Jadi, selain mewujudkan idenya, orang tua juga menghargai ide anak. Dengan demikian, anak terkondisikan untuk selalu menampilkan ide-idenya. Rasa percaya dirinya pun semakin tinggi karena buah pikirannya bisa terwujud menjadi sebuah benda yang bisa dilihat dan dipegang.

Kalaupun idenya tak bisa diwujudkan, semisal naik mobil terbang, kita bisa menjelaskan alasannya. Misalnya, karena untuk bisa seperti itu kita harus punya alat dan ruang yang khusus.

Dengan begitu, orang tua pun perlu cermat dalam merespons ide yang bisa membahayakan keselamatan anak. Asal tahu saja, kalau anak dilarang tanpa diberi alasan atau tak mendapat respons yang memuaskan, dia malah ingin coba-coba mewujudkannya. Contoh, anak melihat film Batman yang bisa terbang lantas punya ide untuk melakukan hal yang sama dengan melompat dari atas lemari sambil menggunakan sarung ayahnya. Ini, kan, bisa membahayakan keselamatannya.

Nah, orang tua harus menjelaskannya pada anak, apa bahayanya dan mengapa di teve boleh sementara si anak tak boleh melakukannya. Dengan begitu, kita tidak memutuskan imajinasinya, sementara si anak pun belajar mengenal mana yang realistis atau bisa diwujudkan. “Tetapi idenya tetap harus dipuji, lo. Selanjutnya kita berikan feedback pada dia, bahwa ada ide yang bisa diterapkan, ada yang kadang-kadang sulit atau bahkan tidak bisa. Jadi si anak juga belajar kenyataan hidup.”

Lagi pula dengan orang tua memberi kesempatan pada anak untuk melihat realita, ide mana yang bisa diwujudkan ataupun tidak, maka si anak akan “lentur” perasaannya. “Anak akan tahu, oh, its ok kalau ideku sesekali enggak diterima karena sukar diwujudkan.” Ini berguna bila kelak dia dewasa nanti. Di dunia kerja, kan, ada ide yang diterima dan ada yang tidak. Nah, kalau dari kecil seseorang selalu direspons positif dan di-encourage, penolakan semacam itu tak akan membuatnya kecil hati. Ia akan selalu siap dengan ide-ide lainnya.

Santi Hartono. Foto: Ferdi/nakita
[http://www.tabloid-nakita.com/]