Pendidikan Klasikal Anak

Dari kamar mess kantorku di Pekanbaru, nyaring terdengar melalui speaker suasana kegiatan belajar-mengajar sebuah sekolah. Oh, sedang ada muhadhoroh rupanya. Silih berganti satu per satu murid menampilkan kebolehannya di depan teman-temannya. Ada yang membaca 5 ayat pertama surat Al-Baqoroh, rukun iman dan Islam, serta hadits-hadits (termasuk Arab-nya lho!). Semua terdengar semangat dan percaya diri, meskipun sesekali terdengar pengucapan yang salah. Kuperkirakan mereka berusia 8-10 tahun.

Subhanallah, baik sekali model pendidikan ini. Tampil di depan teman-temannya merupakan tantangan tersendiri bagi mereka. Umumnya dalam situasi ini adrenalin manusia akan meningkat, yang akan menimbulkan rasa lega sekaligus puas manakala berhasil melaluinya.

Selain itu, kegiatan ini dapat menjadi syi'ar bagi penduduk sekitar. Baik yang anak-anak maupun para orang tua. Sebenarnya, dengan mendengar suara speaker kegiatan ini, mereka akan tersibghoh. Anak-anak di luar sekolah pasti akan penasaran, dan tentu saja tertarik untuk ikut serta. Orang tua pun akan tersentuh mendengar kepolosan suara taushiyah anak-anak itu. Yah, inilah fitrah manusia. Terlebih ketika mendengar untaian kata tentang makbulnya do'a anak solih. Orang tua mana yang tidak ingin punya anak yang menjadi penawan hati?

Kegiatan ini patut dicontoh dan dilestarikan sebagai salah satu sarana syi'ar Islam yang amat elegan di masyarakat.

 

#060317

%d bloggers like this: