Kaitan Bahasa dengan Matematika

Aku baru ngeh kalau keterampilan berbahasa ternyata memang berkaitan dengan matematika. Keterampilan berbahasa ternyata tidak hanya melibatkan otak kanan yang acak-abstrak, tetapi juga melibatkan otak kiri yang sekuensial-konkret.

Inspirasi ini muncul ketika aku akan membuat dokumentasi sebuah aplikasi. Muncul pertanyaan, apakah menggunakan sistem pointer atau paragraf? Sebelumnya aku biasa menggunakan sistem pointer karena lebih mudah dipahami, karena isinya yang to the point. Sedangkan sistem paragraf pikirku lebih cocok buat bikin cerita.

Namun kenapa banyak buku software ditulis dengan sistem paragraf? Pasti ada latar belakangnya! Dan setelah kupikir, memang benar juga!

Paragraf ternyata merupakan penjabaran dari pointer. User awam biasanya butuh penjelasan yang lebih deskriptif ketimbang sekedar intisari kalimat. Maka penjabaran ini akan nampak lebih manis bila dituliskan dalam bentuk paragraf.

1 paragraf berisi 1 makna atau pointer. Inilah konsep 'logic'-nya.

#060315

%d bloggers like this: