Weblog Danang

kliping artikel online & catatan kecilku

Archive for August 2009

Antara Orangtua dan Tontonan Anak

without comments

Islam tegas memerintahkan kita untuk memuliakan dan mengajarkan anak-anak dengan akhlak yang baik. Anak itu amanah, kalau kita salah mendidik, dia bisa menjadi ujian, bahkan bisa menjadi musuh.

Elly Risman, Konselor Yayasan Kita dan Buah Hati

Orangtua zaman sekarang bingung menghadapi tontonan TV dan perkembangan IT yang dampaknya menghawatirkan anak kita

Ya. Anak-anak bisa seperti itu karena pendidikan agamanya lemah. Komunikasi dengan orangtua sangat buruk. Misalnya anak tanya tentang kondom tidak boleh, bertanya tentang perkosaan dan sodomi dimarahi. Padahal itu semua mereka lihat di TV. Orangtua tak siap jadi orangtua. Tak tahu tahapan perkembangan anak. Mereka masih memegang pendidikan seks sebagai sesuatu yang tabu, tidak layak dibicarakan. Kalaupun ingin berbicara tak tahu bagaimana memulainya, sampai kapan dan sejauh mana.

Islam tegas memerintahkan kita untuk memuliakan dan mengajarkan anak-anak dengan akhlak yang baik. Anak itu amanah, kalau kita salah mendidik, dia bisa menjadi ujian, bahkan bisa menjadi musuh. Orangtua sering tidak memuliakan anaknya. Kalau mereka bertanya malah dibentak. Padahal setiap anak punya hak untuk mengetahui sesuatu yang dia lihat. Mereka butuh informasi yang benar dan lurus, termasuk masalah seks.

Pernahkah orangtua bertanya pada diri sendiri, sudahkah kita penuhi hak anak-anak? Sudahkah kita mendengar perasaan mereka? Sudah cukupkah kita memberi bekal kepercayaan diri yang benar pada mereka? Bukankah bekal kepercayaan diri mereka sudah banyak kita curi dengan cara pendidikan yang salah?

Orangtua masih bersikap double bounce (plin-plan) pada anak. Suatu saat dibolehkan, tapi pada saat lain dilarang. Dampaknya anak merasa tidak mampu, tidak berharga, sehingga gampang dipengaruhi. Pendidikan agamanya mestinya dari orangtua sendiri. Dari sini saya berfikir, berat benar pekerjaan orangtua sekarang ini.

Apakah keadaannya memang sudah segawat itu?

Iya. Sekarang ini kepala si anak seperti dipanah dari segala penjuru; dari atas, bawah, kiri, kanan dan belakang. Mereka dituntut macam-macam. Prestasilah, ranking, dan macam-macam. Padahal Allah menciptakan manusia itu berbeda-beda. Tapi kita menuntut berlebihan, seperti harus mendapatkan ranking. Itu artinya semua mata pelajaran harus bagus. Padahal tidak semua mata pelajaran harus bagus. Ada yang kuat matematikanya, bahasanya, atau seninya. Dalam teori multiple intelligents, cerdas itu macam-macam. Ada cerdas angka, cerdas ruang, dan cerdas gerak. Kita harus tahu itu.

Orangtua harus mengetahui kecerdasan yang dimiliki anaknya. Jika menuntut berlebihan maka membuat anak tak terpenuhi haknya. Itu baru satu panah, dari orangtua. Lalu sekolah, guru-gurunya, lingkungannya, dan semuanya “memanah” dia. Lalu ada tawaran baru dalam bentuk pornografi. Banyak beredar komik porno, VCD porno, internet porno, narkoba, ajakan berantem.

Ada orangtua yang merasa tak tega bila anaknya tak mengikuti perkembangan kemudian anaknya dibelikan HP berkamera. Apa akibatnya? Anak-anak itu kemudian bukan hanya mengirim SMS porno, tapi juga MMS (foto) porno.

Pengaruh itu tampaknya tak terbendung, begitu?

Saya berani bilang, anak kita menjadi sasaran industri seks internasional. Silakan buka situs international media watch di Amerika. Di situ ada tulisan tentang The Drug of the New Millennium. Di situ saya memperoleh informasi bahwa memang di sana memproduksi film, VCD, dan komik porno. Film-film itu dibuat sangat murah dengan bintang film yang tidak terkenal. Kemudian dilempar ke sini. Itu bisa mencuci anak kita empat hal.

Satu, dasar-dasar kepercayaan, bahwa seks itu fun, “Kamu butuh, jangan sok alim.” Lalu, harga diri. “Kalau sudah terima uang sekian boleh pegang, lebih banyak lagi bisa cium, lebih banyak lagi boleh hubungan badan.” Itu terjadi karena harga diri tidak ada. Kenapa? Karena di rumah waktu belajar pasang tali sepatu dibentak. “Lama amat, sini Mama bantuin!” Anak tidak pernah punya kepercayaan pada kemampuannya. Dari situ asalnya, jadi ketika sudah gede dia tak pernah merasa dirinya berharga. Ketiga, sikap yang negatif dibuat jadi positif. “Bukan pacaran kalau kamu tidak ada sentuhan fisik”. Emosinya dibuat jadi kacau.

http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8957:antara-orangtua-dan-tontonan-anak&catid=115:elly-risman&Itemid=82

Written by danang

24 August 2009 at 16:40

Posted in Catatan

Tagged with

Fatwa MLM Syariah Segera Ditentukan

without comments

JAKARTA — Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Multi Level Marketing (MLM) Syariah akan ditentukan pada rapat pleno yang akan digelar tanggal 25 Juli 2009 mendatang.

Wakil Sekretaris Dewan Syariah Nasional(DSN) MUI, Hasanuddin, di Jakarta, Kamis mengatakan, seluruh draf fatwa serta kajian terhadap MLM Syariah telah ada dan tinggal diplenokan.

“Semuanya telah terjadwal di agenda sidang pleno. Jadi fatwa terhadap MLM Syariah akan bisa segera diketahui setelah pleno digelar,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, fatwa yang dikeluarkan oleh MUI bukan masalah halal atau haram bagi MLM, namun fatwa yang akan dikeluarkan adalah batasan antara MLM Syariah dengan MLM konvesional yang selama ini ada.

MLM konvensional, kata dia, cenderung melakukan “money game” dengan janji-janji bonus yang besar, akibatnya banyak masyarakat yang dirugikan. Untuk itu antara MLM Syariah dengan konvensional diberi batasan oyang jelas agar tidak memunculkan keresahan pada kalangan pelaku/konsumen termasuk produk yang ditawarkan.

“MLM bisa dikatakan syariah sebelumnya harus lolos sertifikasi terlebih dahulu oleh DSN MUI. Jika tidak lolos maka yang ditolak dan tidak bisa dikatakan MLM Syariah,” katanya menambahkan.

Sebelumnya Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Agustianto mengatakan, fatwa MUI terhadap keberadaan MLM Syariah sangat diperlukan guna menekan dampak negatif bagi konsumen.

“Kami sangat mendukung dengan rencana MUI mengeluarkan fatwa terhadap keberadaan MLM Syariah dan itu harus. Dengan adanya fatwa, semua MLM Syariah betul-betul sesuai dengan prinsip ekonomi Islam,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, saat ini banyak MLM yang berkedok syariah meski secara umum sistem yang digunakan sama dengan MLM konvensional yang identik dengan “money game” maupun pemberian bonus yang diluar kewajaran.

Untuk itu, kata dia, MLM Syariah harus dikaji ulang dan sesuai dengan syarat-syarat ekonomi Islam diantaranya adalah MLM tidak boleh hanya dibuat kedok guna memperoleh keuntungan semata. Selain itu adalah harga-harga produk yang ditawarkan harus sesuai dengan pasaran.

Lebih lanjut dosen Universitas Indonesia itu menjelaskan, untuk MLM Syariah seharusnya menggunakan sistem bola matahari atau melingkar, tidak seperti MLM konvesional yang berbentuk tingkatan piramida.

Dengan sistem bola matahari, kata dia, semuanya (konsumen) akan mendapatkan bonus sesuai dengan kerja keras yang dilakukan. Jika sistem piramida bonus paling banyak diterima oleh orang yang pertama kali bergabung meski tidak melakukan perekrutan anggota lagi.

Ia menambahkan, sesuai data dari asosiasi penjulan langsung, jumlah MLM yang ada di Indonesia kurang lebih mencapai 103, sedangkan yang mendapatkan sertifikasi syariah dari MUI kurang dari dua persen.

Hingga saat ini hanya tiga MLM yang telah diberikan sertifikasi syariah oleh DSN MUI diantaranya adalah Ahad-net yang bergerak dibidang penjualan obat-obatan. ant/ahi

http://www.republika.co.id/berita/60979/Fatwa_MLM_Syariah_Segera_Ditentukan


Rabu, 29 Juli 2009 pukul 01:26:00
Draf Fatwa MLM Syariah Disetujui
Baru dua perusahaan yang mendapat sertifikat PLBS dari DSN MUI yaitu Ahad Net dan UFO.JAKARTA — Sidang pleno Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) telah menyetujui draf fatwa Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS), Sabtu lalu (25/7). Fatwa tersebut dapat menjadi pedoman bagi perusahaan PLB termasuk multi level marketing (MLM) yang ingin memperoleh sertifikasi bisnis syariah dari DSN MUI.Anggota DSN MUI, M Gunawan Yasni mengatakan, setidaknya terdapat 11 ketentuan hukum yang wajib dipenuhi dalam menjalankan praktik PLBS. Di antaranya adalah komisi yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen dihitung berdasarkan prestasi kerja nyata. Ini sesuai dengan volume atau nilai hasil penjualan barang atau produk jasa baik pribadi atau jaringan (bukan hanya  passive income dan bukan hanya  member get member ). ”Dalam  passive income yang dimaksud adalah mendapat bonus secara pasif tanpa melakukan pembinaan, perekrutan, dan penjualan barang atau jasa karena hal itu sama dengan  money game ,” kata Gunawan kepada  Republika , Selasa (28/7).Fatwa tersebut berlaku bagi MLM yang sudah maupun yang belum mendapatkan sertifikasi. ”Bagi yang sudah memperoleh sertifikasi…

Rabu, 29 Juli 2009 pukul 01:26:00

Draf Fatwa MLM Syariah Disetujui

Baru dua perusahaan yang mendapat sertifikat PLBS dari DSN MUI yaitu Ahad Net dan UFO.JAKARTA — Sidang pleno Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) telah menyetujui draf fatwa Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS), Sabtu lalu (25/7). Fatwa tersebut dapat menjadi pedoman bagi perusahaan PLB termasuk multi level marketing (MLM) yang ingin memperoleh sertifikasi bisnis syariah dari DSN MUI.Anggota DSN MUI, M Gunawan Yasni mengatakan, setidaknya terdapat 11 ketentuan hukum yang wajib dipenuhi dalam menjalankan praktik PLBS. Di antaranya adalah komisi yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen dihitung berdasarkan prestasi kerja nyata. Ini sesuai dengan volume atau nilai hasil penjualan barang atau produk jasa baik pribadi atau jaringan (bukan hanya  passive income dan bukan hanya  member get member ). ”Dalam  passive income yang dimaksud adalah mendapat bonus secara pasif tanpa melakukan pembinaan, perekrutan, dan penjualan barang atau jasa karena hal itu sama dengan  money game ,” kata Gunawan kepada  Republika , Selasa (28/7).Fatwa tersebut berlaku bagi MLM yang sudah maupun yang belum mendapatkan sertifikasi. ”Bagi yang sudah memperoleh sertifikasi…

Written by danang

6 August 2009 at 15:53

Posted in Catatan

Tagged with

Flu Babi – WHO sudah nyatakan “Unstoppable” & menyerah untuk monitor penyebaran – apa yang bisa kita lakukan

without comments

Mungkin banyak yang belum menyadari betapa dahsyatnya penyebaran virus Flu Babi. Berikut berbagai informasi dari Internet dan beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk pencegahan diri.

PENYEBARAN FLU BABI DI SELURUH DUNIA

  • Saking cepatnya menyebar, pada tanggal 6 Juli 2009, WHO akhirnya menghentikan monitoring jumlah orang yang terjangkit Flu Babi. Angka terakhir (19 Juli 2009), menyebutkan bahwa Flu Babi sudah menyebar di 160 negara, menjangkiti 137.215 orang dan mengakibatkan 800 orang meninggal. Walaupun persentase kematiannya relatif kecil,  tetapi yang mengkhawatirkan adalah kematian-kematian tersebut terjadi di negara-negara maju yang mempunyai sistem perawatan kesehatan yang relatif baik.
  • WHO sudah menyatakan bahwa Swine flue “Unstoppable” dan memasuki tahap 6 yaitu “Widespread Human Infection”.
  • Sebagai contoh Negara Inggris sudah kewalahan untuk menangani penyebaran Flu Babi. Semua penderita diwajibkan untuk tinggal di rumah saja, tidak dianjurkan ke Rumah Sakit dan masuk ke website penanganan pandemi Flu babi. Dalam 1 (satu) jam, website dikunjungi 9 juta orang. Website tersebut membantu analisa apakah seseorang menderita Flu Babi atau penyakit yang mirip lainnya seperti Meningitis. Lalu bila sudah bisa dikonfirmasi mengalami indikasi terjangkiti penyakit Flu Babi, pada bagian akhir website tersebut akan memberikan nomer untuk pengambilan obat Flu babi. Saksikan videonya.

SITUASI DI INDONESIA

LANGKAH PENCEGAHAN

  • Cara mencegah penularan Flu Babi dilakukan melalui langkah-langkah “kebersihan diri” (personal Hygiene) dan meningkatkan ketahanan tubuh (makan makanan bernutrisi, minum banyak air dan cukup istirahat). Lihat poster dikiri dari WHO.
  • Salah satu pencegahan yang paling efektif adalah dengan mencuci tangan. Sampai-sampai WHO mengajarkan secara rinci metoda mencuci tangan yang terbaik. Lihat poster dikanan dari WHO juga
  • Beberapa negara sudah mulai menyuntikan vaksinTulisan tentang ini pernah saya tulis setahun yang lalu. Tapi saat ini nampaknya Indonesia sudah terlambat bila mau menyiapkan vaksin, karena semua negara-negara di dunia sudah berebut..

INDIKASI TERSERANG FLU BABI

Berikut ciri-ciri bila seseorang terserang Flu Babi :

  • Panas badan melebihi 38 C
  • Terasa lelah (Lethargy)
  • Tidak ada nafsu makan
  • Hidung mengalir
  • Merasa sakit tenggorokan bila menelan
  • Batuk
  • Otot-otot sakit
  • Sambungan tulang nyeri
  • Mual-mual dan ingin muntah
  • Diare

Bila mengalami gejala-gejala tersebut diatas, silahkan menghubungi 100 rumah sakit di Indonesia yang mampu untuk merawat penderita Flu Babi. Berikut daftar 100 rumah sakit resmi dari Depkes yang mampu untuk menangani Pandemi Flu Burung (kemudian Flu Babi). Namun di Jakarta hanya ada 3(tiga) Rumah Sakit yaitu :

  1. RSPI Dr Sulianti Saroso – Jl Baru Sunter Raya Permai Jakarta – 021-6506559
  2. RSU Persahabatan – Jl Persahabatan Raya
  3. RSPAD Gatot Subroto – Jl Dr A Rachman Saleh No 24, Jakarta Pusat – 021-371008

Demikian beberapa informasi dan mudah-mudahan bermanfaat. Saya secara pribadi sekarang menerapkan pola cuci tangan yang disiplin dan langsung istirahat bila sedikit saja terindikasi flu.

Salam
Hengki

http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=188

Written by danang

6 August 2009 at 14:52

Posted in Catatan

Tagged with