Hukum Ulang Tahun

Pertanyaan:

Bapak Ustad Yang Terhormat, Saya pernah mendengar bahwa merayakan ulang tahun hukumnya adalah haram, karena itu adalah kebiasaan orang nasrani, sedangkan didalam ajaran islam, tidak ada pesta ulang tahun.Pertanyaan saya: Bagaimanakah ulang tahun dipandang dalam hukum islam, adakah Ayat Alqur-an atau hadist yang menguatkan larangan ulang tahun itu?Lalu bagaimanakah hukumnya kalau ada orang yang berulang tahun kemudian merayakannya di panti asuhan atau panti jompo dengan tujuan ingin berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang kurang mampu itu, apakah itu juga masih haram hukumnya.Terima kasih atas jawaban yang lengkap, Wassalam.

Suli Rahayu

Jawaban:

Hukum merayakan ulang tahun memang tidak didapat nash yang secara langsung melarangnya dan juga menganjurkannya. Hal itu dikembalikan kepada tradisi masyarakat setempat. Dengan catatan, tidak ada mata acara dan perilaku yang bertentangan dengan aturan Islam.

Kita tidak menemukan riwayat yang menceritakan bahwa setiap tanggal kelahiran Rasulullah SAW, beliau merayakannya atau sekedar mengingat-ingatnya. Begitu juga para shahabat, tabiin dan para ulama salafusshalih. Kita tidak pernah dengar misalnya Imam Abu Hanifah merayakan ulang tahun lalu potong kue dan tiup lilin.

Namun bila ulang tahun itu lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya, apalagi menghabiskan biaya yang cukup besar, maka leibh bijaksana bila tidak dirayakan secara berlebihan.

Selain itu yang penting juga untuk diketahui bahwa dalam hukum Islam dikenal istilah “Sadd Az-Zariah”. Artinya mencegah sesuatu yang dikhawatirkan nantinya akan berakibat buruk. Karena itu ketika muncul trend qiyamullail, dikeluarkan fatwa yang meminta agar aktifitas itu tidak perlu dihidup-hidupkan.

Memang acara itu dalam rangka mencounter hura-hura malam tahun baru sekian tahun yang lalu, lalu kemudian aktifitas qiyamullail di malam tahun baru semakin menggejala di kalangan aktifis dakwah, namun ditakutkan suatu hari nanti orang akan beranggapan bahwa aktifitas seperti harus rutin dilaksanakan.

Meski awal pemikirannya cukup baik yaitu mengalihkan gairah para pemuda dari hura-hura malam tahun baru dengan terompet, campur baur muda mudi, atau pesta pora dan lainnya, dialihkan menjadi shalat malam berjamaah, tafakkur dan merenung tentang arti Islam bahkan ada doa bersama dan menangis menyesali dosa-dosa.

Tapi trend ini semakin tahun semakin luas dan para ulama mengkhawatirkan akan menimbulkan salah persepsi bagi orang awam, bahwa aktifitas ini harus rutin dikerjakan dan seolah menjadi bagian dari syariat agama ini.

Karena itu selama masih bisa ditangkal, sebelum membesar dan sulit dihilangkan, dikeluarkanlah fatwa untuk menghimbau para aktifis dakwah agar tidak perlu menyelenggarakan qiyamullail tiap malam tahun baru. Kalau mau tahajjud dan qiyamullail, silahkan dikerjakan masing-masing di rumah.

Karena itu bila dalam sebuah rumah tangga islami ingin diterapkan pola kehidupan yang Islami, menyelenggarakan ulang tahun anak bukan alternatif yang paling baik. Ini bukan berarti tradisi saling memberi hadiah tidak boleh, atau merenungi dan mensyukuri karunia yang Allah berikan tidak diizinkan. Hanya untuk melakukan aktifitas itu kan tidak harus dalam format ulang tahun.

Wallahu a‘lam bishshowab.

http://syariahonline.com/new_index.php/telusuri/view/find/ulang/ke/all/kategori/all/limit/100

====

Ucapan Selamat Ultah

Pertanyaan:

Assalaamu‘alaikum wr wb

Pak Ustadz … Saya mau tanya … Bagaimana hukum dibawah ini:
1. Memberikan dan menerima ucapan selamat/hadiah ulang tahun.
2. Ketika kita berulang tahun apakah boleh sebagai rasa syukur kita karena masih diberikan kesempatan untuk hidup, kita ungkapkan dengan menyenangkan hati saudara kita/teman (mengajak makan bersama), berinfak dan lain-lain.

Demikian pertanyaan dari saya.

Wassalaamu‘alaikum wr wb

Jawaban:

Ulang tahun kelahiran seseorang sesungguhnya tidak pernah disunnahkan untuk dirayakan dalam syariat. Karena itu hukumnya tidak pernah sampai kepada sunnah apalagi wajib. Kalau pun didasarkan pada tradisi, maka paling tinggi hukumnya mubah. Namun bila memberatkan bahkan menggunakan cara-cara yang tidak sesuai dengan syariat maka hukumnya bisa jadi maruh bahkan bisa saja sampai pada haram.

Karena memang tidak ada anjuran, maka sikap kita yang utama adalah tidak menghidup-hidupkannya. Agar tidak menjadi tradisi yang pada gilirannya dianggap sebagai suatu keharusan.

Namun bukan berarti mutlak tidak boleh merayakannya. Sebagai sebuah kasus tersendiri, tidak ada larangan juga untuk melakukannya selama cara dan tujuannya memang selaras dengan syariat.

Sedangkan memberi hadiah atau bertukar hadiah, jelas ada perintahnya. Hanya saja momentumnya memang tidak harus saat ultah. Sifatnya mutlak dan bebas, kapan saja. Bahkan kalau bisa, justru pada saat teman/saudara kita itu membutuhkan. Jadi bukan harus pada saat hari lahir.

Wallahu a‘lam bis-shawab.

Pusat Konsultasi Syariah

http://syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/1323

====

Hukum Memberi Selamat Dan Merayakan Hari Ulang Tahun

Pertanyaan:

Ass wr wb
Apa hukum memberi selamat ultah dan merayakan hari ulang tahun, kalo emang terlarang dalil-dalil yang melarangnya itu apa..?
Wassalam

Jawaban:

Assalamu�alaikum wr.wb
Memberi selamat ulang tahun dan merayakan hari ulang tahun adalah masalah muamalah yang bukan berasal dari tradisi Islam. Tetapi dekat dengan tradisi Kristen yang merayakan Natal (menurut mereka hari kelahiran Yesus Kristus). Jika merayakan hari natal(ulang tahun) dan mengucakpan selamatnya ikut-ikutan dengan apa yang dilakukan oleh orang kafir, maka disebut Tasyabuh yang diharamkan, Rasulullah saw. Bersabda:
من تشبه بقوم فهو منهم
� Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka termasuk mereka� (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Sesuatu yang dibesarkan dalam Islam bukanlah tahun kelahirannya, sebagaimana juga tidak terjadi di masa Rasulullah, Sahabat dan Tabi�Insya Allah memperingati ulang tahun atau maulid Nabi saw., tetapi puncak perjuangannya yaitu Hijrah. Maka penanggalan Islam diawali dengan hijrahnya Rasur saw.

Namun, dalam Islam diperintahkan untuk mensyukuri ni�mat. Jika yang anda lakukan adalah Tasyakuran atas ni�mat hidup yang masih Allah berikan dengan tata cara yang Islami, maka hal itu dibolehkan. Wallahu a‘lam bis-shawab.

Pusat Konsultasi Syariah

http://syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/1305

About these ads

31 thoughts on “Hukum Ulang Tahun

  1. Istrimu says:

    Alhamdulillah….insya Allah aie paham….terima kasih ya mas telah menyelamatkan aie…..semoga Allah senantiasa melindungi kita…..( tuh kan….aie gak salah pilih suami…)

  2. danang says:

    Akhirnya paham juga.. alhamdulillah :)

  3. Zul Muslim says:

    Assalamualaikum Mas

    OOT: maaf, senang antum mengisi blogs kami
    Kami ingin mengajak antum bertukar link (barter links blogs) dengan situs ini. Silahkan antum tambahkan alamat-alamat blogs kami ini, kami akan menambahkan blogs antum juga di tempat yang telah kami sediakan,

    berikut blogs kami:

    http://aqidahislam.wordpress.com
    http://akhlaqmuslim.wordpress.com
    http://keluargamuslim.wordpress.com
    http://kisahislam.wordpress.com
    http://mediamuslimah.wordpress.com
    http://manhajislam.wordpress.com
    http://mediamuslim.wordpress.com

    jazakumullohu khoir

    BLOGS Ini HADIR atas Inspirasi dari http://www.mediamuslim.info

  4. nuzul says:

    hampir terjerumus de…
    makasih ya….

  5. lily anggrainy says:

    aku udah ngerti sekarang…….!untung ga terjerumus juga

  6. wira says:

    Siip neh,,,saya sendiri jg maunya sperti itu, dan sudah dari kecil tidak membiasakan hal tersebut,,,,cuman saat ini temen2 banyak sekali yang ikut2an,,,yah tapi saya cuman bisa mengingatkan aja,,,walaupun kadang tanggapannya jg negatif,,, :-(

  7. danang says:

    #nuzul
    sama2x

    #lili
    alhamdulillah..

    #wira
    yah, memang untuk mengubah tradisi itu perlu tahapan. yang penting kita tetap istiqomah dan terus bersabar dalam memberikan nasihat serta bersabar dalam menerima respon negatif atas sikap kita karena Allah..
    ..menyuruh kita untuk saling menasihati
    ..menyuruh kita untuk bertakwa semampu kita
    ..bersama orang-orang yg sabar
    optimis ya akhi.. :)

  8. ibrahim says:

    Tapi aku pernah denger kurang lebihnya demikian (Nabi Muhammad Saw setiap hari senin melakukan puasa, bertujuan untuk merayakan hari jadi beliau)

  9. danang says:

    Saya akan senang kalau mas Ibrahim menyertakan teks hadits-nya

  10. dede says:

    alhamdulillah…
    hampir aja qu terjerumus ke hal yg g wjib di lakukan..

  11. ibnu uzair says:

    Assalamu’alaikum warahmatullah

    Tidak ada salahnya untuk mengetahui asal-usul suatu budaya atau ritual tertentu.
    Berikut ini merupakan referensi asal-usul dan makna dari buday/ritual tiup lilin yang oleh masyarakat kita sering lakukan.

    ————————

    One of the simplest of magical arts which comes under the heading of natural magic is candle burning. It is simple because it employs little ritual and few ceremonial artifacts. The theatrical props of candle magic can be purchased at any department store and its rituals can be practiced in any sitting room or bedroom.

    Most of us have performed our first act of candle magic by the time we are two years old. Blowing out the tiny candles on our first birthday cake and making a wish is pure magic. This childhood custom is based on the three magical principals of concentration, will power and visualization. In simple terms, the child who wants his wish to come true has to concentrate (blow out the candles), visualize the end result (make a wish) and hope that it will come true( will power).

    http://www.ecauldron.net/candlemagick.php

    ——————————–

    Dengan melihat referensi di atas maka jelaslah bahwa tradisi tiup lilin merupakan tasyabuh terhadap ritual kaum pagan. Maka sudah semestinya kita menjauhinya dalam rangka memurnikan akidah kita semua.

    Maka perhatikan hadits ini:
    ”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)

    Mungkin sedikit pahit dan pedas, tapi itulah realitas yang kita hadapi. Konsekuensi dalam menuntut ilmu adalah mengamalkannya.

    jazakallah khair

  12. lekchoiri says:

    semuakan tergantung niatnya mas,juga ane rasa dah jelas cuma ya instropeksi aje dulu dech

  13. danang says:

    #ibnu uzair
    waalaikumusalam warahmatullah
    jazakallah khairan atas ilmunya

    #lekchoiri
    tentu niat yg baik diiringi dg cara yg benar ya mas..

  14. ardian says:

    umur, tiap hr, tiap jam, tiap menit, tiap detik, semakin berkurang..jatah hidup qt di dunia ini semakin berkurang..oleh karena itu, buat apa mengucapkan atau merayakan ulang tahun..karena sesungguhnya qt mengucapkan & merayakan sisa umur qt yg terus berkurang..
    lebih baik qt terus memperbanyak ibadah untuk mengisi sisa umur..
    semoga Allah selalu melindungi..amien

  15. Aji says:

    Jazakallah khairan, semoga Allah memasukkan penulis kedalam kelompok orang2 yang pandai bersyukur. Amin.
    Izin salin artikel ya di:
    http://ajiprabowo.wordpress.com

    makasih,
    AJi

  16. danang says:

    sama2 & trims mas Aji

  17. hendri says:

    ass. ustd. bagaimana cara kita menanggapi ada orang yang mengucapkan selamat ulang tahun tapi kita sendiri ga pernah nge rayainnya ?

  18. honey Bee says:

    Assalamualaikum…Syukron atas penjelasannya,
    ana mau tanya bagaimana sikap terbaik kita jika menerima ucapan ulang tahun dan sudah di ucapannya itu terdapat doa pak?

  19. danang says:

    @ hendri & honey

    wa alaikumussalam..
    pertama, sy bukan ustad jd jawaban sy boleh jadi agak subjektif.
    kedua, jk menerima ucapan selamat ulang tahun mk sy akan respon niat baiknya dg ucapan terima kasih, minimal balas dg senyum.
    ketiga, baru kemudian jika memungkinkan beri penjelasan tentang sikap kita atas ulang tahun tsb atau dengan mengirimkan email/tulisan ttg hukum ulang tahun kpd orang tsb.

    wallahu a’lam

  20. endang widajati says:

    makasih atas informasinya

  21. fitri says:

    yah sebenarnya saya ulang tahun hari ini

  22. icha says:

    terimalasih ats infonya yaa, akan saya sebarluaskan :)

  23. M.Sidik says:

    Ulang tahun (memperingati hari lahir)
    menurut saya sah-sah aja…
    tinggal kita pilih caranya
    mau pake cara kafir atw cara muslim….
    pada bulan maulid kita sering mengadakan acara maulid
    memperingati hari lahir beliu BAGINDA MUHAMMAD SAW….
    Tiap tahun kita memperingati HUT RI
    Tiap tahun kita memperingati HUT Jakarta
    banyak orang yg menentang ulang tahun tapi semangat kalo di ajak ke jakarta fair yg notabene pyur diadakan untuk ulang tahun jakarta

  24. danang says:

    @ M Sidik
    Terlepas dari perbedaan persepsi yg ada, mari kita tengok fakta berikut:
    1. Rasulullah tidak pernah merayakan hari ulang tahun/kelahiran beliau.
    2. Tradisi merayakan hari ultah seseorang berasal dari ummat Nasrani.

    ref: http://abusyafiqbogor.blogspot.com/2010/07/ternyata-ulang-tahun-ada-dalam-injil.html

    Namun saya pribadi berpendapat bahwa perbedaan pendapat masalah ini tdk perlu diperdalam, bagi yg ingin berhati2x ya ikuti contoh Rasulullah, dan bagi yg ingin melaksanakan silahkan saja saya tdk bisa melarang. Ilmu sudah tersampaikan, penjelasan sudah cukup.

    wallahu a’lam.
    Semoga Allah berikan petunjuk kpd kita semua.

  25. Assalaamu’alaikum. Jika sudah tidak bisa disatukan. Semoga tidak saling membenci

  26. lg bljr... says:

    bolehkah mengumandangkan takbir saat hari2 biasa?

  27. fatah says:

    Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Adalah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila berkhotbah memerah kedua matanya, meninggi suaranya, dan mengeras amarahnya seakan-akan beliau seorang komandan tentara yang berkata: Musuh akan menyerangmu pagi-pagi dan petang. Beliau bersabda: “Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah Kitabullah (al-Qur’an), sebaik-baiknya petunjuk ialah petunjuk Muhammad, sejelek-jelek perkara ialah yang diada-adakan (bid’ah), dan setiap bid’ah itu sesat.” Diriwayatkan oleh Muslim. Dalam suatu riwayatnya yang lain: Khutbah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pada hari Jum’at ialah: Beliau memuji Allah dan mengagungkan-Nya, kemudian beliau mengucapkan seperti khutbah di atas dan suaru beliau keras. Dalam suatu riwayatnya yang lain. “Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada orang yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tiada orang yang dapat memberikan hidayah padanya.” Menurut riwayat Nasa’i: “Dan setiap kesesatan itu tempatnya di neraka.”

    Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah Kitabullah, dan sebaik-baik jalan hidup ialah jalan hidup Muhammad, sedangkan seburuk-buruk urusan agama ialah yang diada-adakan. Tiap-tiap yang diada-adakan adalah bid’ah, dan tiap bid’ah adalah sesat, dan tiap kesesatan (menjurus) ke neraka. (HR. Muslim)

    Apabila kamu melihat orang-orang yang ragu dalam agamanya dan ahli bid’ah sesudah aku (Rasulullah Saw) tiada maka tunjukkanlah sikap menjauh (bebas) dari mereka. Perbanyaklah lontaran cerca dan kata tentang mereka dan kasusnya. Dustakanlah mereka agar mereka tidak makin merusak (citra) Islam. Waspadai pula orang-orang yang dikhawatirkan meniru-niru bid’ah mereka. Dengan demikian Allah akan mencatat bagimu pahala dan akan meningkatkan derajat kamu di akhirat. (HR. Ath-Thahawi)

    Barangsiapa menipu umatku maka baginya laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Ditanyakan, “Ya Rasulullah, apakah pengertian tipuan umatmu itu?” Beliau menjawab, “Mengada-adakan amalan bid’ah, lalu melibatkan orang-orang kepadanya.” (HR. Daruquthin dari Anas).

    Dari ‘Aisyah radliyallâhu ‘anha dia berkata, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengada-ada (memperbuat sesuatu yang baru) di dalam urusan kami ini (agama) sesuatu yang bukan bersumber padanya (tidak disyari’atkan), maka ia tertolak.” (HR.al-Bukhari)
    Di dalam riwayat Imam Muslim dinyatakan, “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang bukan termasuk urusan kami (agama), maka ia tertolak.”

    Siapa saja yang telah keluar dari manhaj Ittibâ’ (mengikuti) Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam maka berarti dia telah masuk ke dalam manhaj Ibtidâ’ (berbuat bid’ah) dan Ihdâts (mengada-ada) di dalam agama. Padahal Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam telah bersabda (artinya), “Sesungguhnya sebenar-benar ucapan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam sementara seburuk-buruk perkara adalah hal-hal yang diada-adakan, dan setiap hal yang diada-adakan itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu adalah sesat dan setiap kesesatan itu berada di neraka.” (HR.an-Nasa`iy dari hadits yang diriwayatkan Jabir bin ‘Abdullah)

  28. fahRin says:

    assalamu’alaikum………
    ustad saya mau tanya, apa hukumnya memberi tahu sawdara kita yg lain, bahwa si fulan/fulanah saat ini berulang tahun??? dan mengingatkan mereka untuk mendo’akannya..

    karena jarkom milad, adalah salah satu tugas saya di sebuah organisasi, tujuannya hanya untuk ukhuwah islamiyahnya hidup.. apa saya salah ustad??? dan apa saya harus hentikan kegiatan jarkom tersebut????
    sykrn…

  29. Abdullah says:

    Assalamualaikum, Ijin salin buat kpntgn dakwah. Semoga bermanfaat.

  30. achmad says:

    terima kasih atas klarifikasinya, mudah-mudahan ini semua menjadi jalan untuk mempersatukan ummay dengan tidak saling menyalahkan, meskipun memang rasulullah tidak pernah melaksanakannya,

    tapi ada sedikit yang menarik mengenai bid’ah… sebenarnya bid’ah yang dimaksudkan kayak apa ya?mengada-ada kayak apa ya? apakah berupa ibadah atau muamalah,

    banyak orang tertipu gara-gara bid’ah…bid’ah dan bid’ah. padahal orang yang bilang bid’ah juga dengar dari orang atau hanya baca teks hadits yang belum tentu memahami uslub bahasa arab apalgi mengetahui asbab al-wurud.

    sahabt-sahabatku yang seiman jangan tertipu ucapan bid’ah, kalau haditsnya memang shahih, bahkan dalam ayat al-Qur’an disebutkan surat al-fatihah ayat terakhir. kita memohon kepada Allah untuk dihindarkan dari golongan orang-orang yang dimurkai Allah dan sesat.

    sekali lagi jangan tertipu dengan bid’ah-bid;ah itu, jangan jadi iblis yang hanya patuh kepada Allah, dia tidak sadar kalau dirinya menentang perintahnya,

    saya bukan ustad, cuma ingin sharing ajah…

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: