Pilih Bang Kumis atau Pak Klimis?

11 Juli kemarin ada pertandingan 5 tahunan di kampungku, Batavia. Ya, meskipun aku berdarah Jer-Man (Jejer Kauman), Batavia adalah tanah kelahiran sekaligus medan dimana aku dibesarkan. Pertandingan kali ini berlangsung lebih menarik dari pertandingan sebelumnya. Salah satu faktornya adalah karena jumlah calon yang naik 3 kali lipat. Ternyata kursi kepala kampungku kini semakin diminati.

Aku gemar mengamati perkembangan politik kampungku.. yah meskipun belum bisa berbuat banyak, minimal ada perhatian lah… Sejak awal, perhatianku lebih tertuju pada 3 kandidat. Mereka adalah Pak Jenggot, Bang Kumis dan Pak Klimis. Pak Jenggot adalah seorang Ustadz yang cukup lama berkecimpung dalam politik, partainya adalah partai pemegang rekor partai nomor satu dalam memobilisasi massa di kampungku (eh.. itu dulu ya, tdk tau kalau sekarang). Bang Kumis adalah incumbent yang didukung partai terbesar di kampungku. Dalam debat yang kuikuti ternyata beliau ini memang pintar, tapi sayang sebagian masyarakat agaknya jenuh dengan sikapnya yang terkesan arogan. Pak Klimis, lha ini… muda, gaul, low profile, dan milyarder pula (wow!), track recordnya di jadi kades kampung tetangga meskipun baru beberapa tahun sudah cukup mencengangkan. Citra beliau di media nasional dan internasional amat sangat baik. Dari segi kepintaran, menurutku kandidat No 3 ini kalah dibandingkan 2 kandidat sebelumnya, namun karakternya yang low profile dan penampakannya yang sederhana dibantu citra yang baik di media sudah barang tentu jadi potensi besar.

Dan ini terbukti pada putaran pertama. Dia berhasil menang. bang Kumis No 2, Pak Jenggot No 3. Aku ini mungkin bisa dikategorikan swing voters, karena sampai masa2 akhir masih bimbang memilih.

Yowis, daripada pusing aku pilih saja berdasarkan kemiripannya denganku :P. Pak Jenggot sudah kalah… sekarang pilihanku ada tiga.. Bang Kumis, Pak Klimis atau keduanya sekaligus :)

Ini pilihan sulit.. krn aku jarang banget  tampil klimis dan kendati berkumis.., kumisku tipiiiis sekali (lebih tipis dari kantongku kali.. :P ).

Dilihat dari sini, sebenarnya Bang Kumis lebih berpeluang.. tapi aku punya saran buat memuluskan laju Bang Kumis.. Tipiskan sedikit kumis Kebanggaan Anda!

Stop bahaya vaksinasi ; selamatkan anak Indonesia

 Jakarta (Sharia4Indonesia.com) – Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2011, Sharia4Indonesia-Divisi Pelayanan Umat Bidang Kesehatan-menggelar aksi dan orasi bertajuk “Stop Bahaya Vaksin ; Selamatkan Anak Indonesia”, Sabtu (23/7/2011) di Bunderan HI, Jakarta. Selain para tokoh dari pelbagai bidang akan tampil memberikan orasi, aksi ini juga akan dimeriahkan dengan teatrikal oleh AFI (Akademi Farmasi Islam). Allahu Akbar!

Imunisasi bisa selamatkan Anak Indonesia?

Tema hari anak nasional tahun ini yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2011 adalah : Anak Indonesia Sehat, kreatif, dan Berakhlak Mulia. Selain itu, juga dipancangkan tujuan dan komitmen akan perawatan kesehatan gizi, dan pendidikan untuk anak.

Untuk menyehatkan anak Indonesia, pemerintah telah memilih caranya sendiri, yakni melalui Program Imunisasi yang dinyatakan effektif bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Program Imunisasi telah di laksanakan sejak tahun 1956, dan terus di tingkatkan sehingga pada tahun 1977  hingga sekarang  tahun 2011,  dengan maksud  pencegahan penularan penyakit , tuberculosis, difteri, pertusis, campak, polio, tetanus serta hepatitis B. Dengan Imunisasi (PD31).

Disinilah permasalahan sebenarnya timbul. Benarkah program imunisasi yang dimaksudkan untuk menyehatkan anak Indonesia dan masyarakat pada umumnya terbukti ampuh? Apakah tidak terjadi sebaliknya? Karena fakta dan realita di lapangan berbicara bahwa penyakit yang sedianya akan dicegah melalui imunisasi, malah terjadi disaat vaksin berikan. Ironis!

Stop bahaya vaksinasi

Sejak 1977, Indonesia menjalankan program imunisasi PD3I (Penyakit Dapat Dicegah dengan Imunisasi), yaitu TBC, difteri, pertusis, campak, polio, tetanus dan hepatitis B. Program itu dikukuhkan dengan Undang-Undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992, berdasarkan kesepakatan dengan WHO dan Unicef.

Sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers,  dapat  di temukan  bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh keluarga Rockefeller. Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia, dan mereka adalah bagian dari Zionisme Internasional. Kenyataannya, mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya.

Dengan demikian, tidak berlebihan jika kita katakana bahwa vaksinasi menjadi alat konspirasi zionisme dengan tujuan untuk menguasai dan memperbudak seluruh dunia, dengan jalan “mematikan” sejak dini generasi kita, yakni anak-anak, agar mereka dapat mewujudkan “New World Order”.

Lihat komentar para ilmuan tentang imunisasi atau vaksinasi :

“Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.” ~ Dr. James R. Shannon, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika

“Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun.” ~ Dr. Richard Moskowitz, Harvard University

“Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.” ~ Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris.

Jadi, kini saatnya untuk mengatakan stop vaksinasi dan selamatkan anak Indonesia!

Kembali ke pengobatan ala Rasulullah SAW

Islam adalah agama sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk kesehatan. Rasulullah SAW., adalah contoh dan tauladan bagaimana syariat Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan.

Perhatian Rasulullah SAW., terhadap masalah kesehatan dan pengobatan penyakit tidak kurang dibanding dengan perhatiannya dalam masalah ibadah. Beliau menaruh perhatian besar terhadap persoalan kesehatan umatnya, karena itu beliau mencontohkan gaya hidup yang sehat dan menganjurkan umatnya untuk segera berobat bila terkena penyakit.

Rasulullah mengajarkan kita untuk hidup seimbang, dalam segala hal, termasuk dalam merawat kesehatan. Masalah kesehatan, berkaitan erat dengan ibadah kita, baik ibadah ritual maupun ibadah sosial. Ibadah yang khusus atau pun yang umum.

Kesemuanya itu dapat dilaksanakan dengan sempurna apabila kondisi tubuh kita dalam keadaan prima.  Apabila badan kita sehat dan fit, Insya Allah kita dapat memenuhi tugas keinsanan dengan sebaik-baiknya. Sebaliknya, ibadah pun ternyata bermanfaat untuk kesehatan kita.

Bagaimana halnya dengan kesehatan untuk bayi dan anak-anak ? ternyata Rasulullah SAW., sudah juga memberikan tuntunannya. Inilah yang disebut dengan pengobatan ala Nabi SAW (Thibbun Nabbawiy).

Salah satu dasar dari kesehatan ala Nabi SAW., adalah dengan meningkatkan kekebalan tubuh secara alami, yaitu dengan memakan makanan yang halal lagi baik, menuruti seluruh aturan Allah SWT., dan menjauhi seluruh laranganNya.

Solusi lainnya adalah dengan Program TAHNIK, untuk bayi dan BEKAM untuk anak, remaja, dewasa, dan orang tua  sebagai  tindakan Preventif/Pencegahan terhadap penyakit. Serta mengupayakan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga sistem imunity tubuh dengan cara mengkonsumsi  obatan Herbal Resep Rasulullah SAW. Inilah maksud dari kembali ke pengobatan ala Rasulullah SAW., yakni dengan jalan melaksanakan Thibbun Nabbawiy.

Aksi & Orasi Stop Vaksinasi

Untuk itu, Sharia4Indonesia-Divisi Pelayanan Umat Bidang Kesehatan-mengajak seluruh kaum Muslimin mendukung “Aksi & Orasi Stop Vaksinasi ; Selamatkan Anak Indonesia”, hari Sabtu (23/7/2011) di Bunderan HI, Jakarta. Acara akan dimulai pukul 08.30. Beberapa tokoh ormas Islam, praktisi serta ahli kesehatan sudah menyatakan kesediaannya untuk meramaikan acara ini. Mari kita selamatkan anak Indonesia dengan mengganti Program Vaksin yang rusak, dengan Program Tahnik dan bekam solusi sehat Metode Rasulullah SAW. Allahu Akbar!

Wallahu’alam bis showab!

(Talazum/Sharia4Indonesia.com)

Imunisasi: Skandal Sadis Konspirasi Medis

alt

Alfian Tanjung
Ketua Umum Taruna Muslim

Dalam pembukaan rapat konsultasi nasional imunisasi di Grand Ballroom Hotel Hilton, Selasa, 8 Juni 2010, menteri kesehatan RI, Endang Rahayu Sedyaningsih menargetkan bahwa tahun 2014 pencapaian universal child immunization (UCI)diseluruh desa atau kelurahan di Indonesia mencapai 100% atau 90% dari seluruh bayi yang ada. Menurutnya, Imunisasi adalah hal yang penting sebagai upaya preventif terhadap segala penyakit. Imunisasi lengkap terdiri dari BCG, Hepatitis B, DPT HB dan campak. Ia bahkan menuturkan bahwa tanpa imunisasi, anak-anak mudah terserang berbagai penyakit, cacat dan kematian. Namun benarkah demikian?

IMUNISASI DAN KONSPIRASI 

Jika merunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, kita dapat menemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh keluarga Rockefeller. Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia, dan mereka adalah bagian dari Zionisme Internasional.
Kenyataannya, mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategi lainnya : “The UN’s WHO was established by the Rockefeller family’s foundation in 1948 – the year after the same Rockefeller cohort established thje CIA. Two year later the Rockefeller Foundation established the U.S Government’s National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), andv earlier, the nation’s Public Health Service (PHS).”( Dr. Leonard Horowitz dalam “WHO Issues H1N1 Swine Flu Propaganda”.)

Dilihat dari latar belakang WHO, jelas bahwa vaksinasi modern (atau kita menyebutnya imunisasi) adalah salah satu campur tangan (baca: konspirasi)  Zionisme dengan tujuan untuk menguasai dan memperbudak seluruh dunia dalam “new world order” mereka.

APA KATA ILMUWAN TENTANG VAKSINASI?

1.    “Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun” (Dr. Ricard Moskowitz, Harvard University)
2.    “Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorangpun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya” (Dr. W.B. Clarke, Peneliti Kanker Inggris)
3.    “Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum” (dr. Harris Coulter, pakar Vaksin Internasional)
4.    “Sebelum vaksin besar-besaran 50 tahun yang lalu, dinegara itu (Amerika) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun dan kasus autisme” (Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional)
5.    “Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syaraf, hiperaktif kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenaal dua dekade lalu, menjadi wabah diseluruh dunia saat ini.“ (Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika )
6.    “Tak masuk akal memikirkan bahwa anda bisa menyuntikkan nanah kedalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan anda tidak akan mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga dalamnya.” (Dr. William Hay, dalam buku “ Immunisation : The Reality behind the Myth) ”

Dan ternyata faktanya adalah di Jerman para praktisi medis, mulai dari dokter hingga perawat menolak adanya imunisasi campak. Penolakan itu diterbitkan dalam jurnal “Journal Of The American Medical Association” 20 Februari 1981, yang berisi sebuah artikel dengan judul “Rubella Vaccine In Suspectible Hospital Employees, Poor Physician Participation”. Dalam artikel itu disebutkan bahwa jumlah partisipan terendah dalam imunisasi campak terjadi dikalangan praktisi medis di Jerman. Hal ini terjadi pada para pakar obstetrik dan kadar terendah lain terjadi pada para pakar pediatrik. Kurang lebih 90% obstetrik dan 66% pakar pediatrik menolak suntikan vaksin rubella.

RAHASIA DIBALIK VAKSINASI DAN IMUNISASI

Vaksin yang telah diproduksi dan dikirim keberbagai tempat dibelahan bumi ini (terutama negara muslim, negara dunia ketiga dan negara berkembang) adalah sebuah proyek untuk mengacaukan sifat dan watak generasi penerus dinegara-negara tersebut. Vaksin tersebut dibiakkan didalam tubuh manusia yang bahkan kita tidak ketahui sifat dan asal muasalnya. Kita hu bahwa vaksin didapat dari darah sang penderita poenyakit yang telah berhasil melawan penyakit tersebut. Itu artinya, dalam vaksin tersebut tersebut DNA sang inang dari tempat virus dibiakkan tersebut.

Pernahkah anda berpikir apabila DNA orang asing ini bercampur dengan bayi yang masih dalam keadaan suci?. DNA adalah berisi cetak biru atau rangkuman genetik leluhur kita yang akan kita warisi. Termasuk sifat, watak dan sejarah penyakitnya. Lalu apa jadinya apabila DNA orang yang tidak kita tahu asal usul dan wataknya bila tercampur dengan bayi yang masih suci? Tentunya bayi tersebut akan mewarisi genetik DNA sang inang vaksin tersebut.

Pernahkah anda terpikir apabila sang inang vaksin tersebut dipilih dari orang-orang yang terbuang, kriminal, pembunuh, pemerkosa, peminum alkohol dsb.?

BENCANA AKIBAT VAKSIN YANG TIDAK PERNAH DIPUBLIKASIKAN

1.    Di Amerika pada tahun 1991 – 1994 sebanyak 38.787 masalah kesehatan dilaporkan pada Vaccine adverse event reporting system (VAERS) FDA. Dari jumlah ini, 45 % terjadi pada hari vaksinasi, 20% pada hari berikutnya dan 93% dalam waktu 2 minggu setelah vaksinasi. Kematian biasanya terjadi dikalangan anak-anak usia 1-3 bulan.
2.    Pada tahun tahun 1986 ada 1.300 kasus pertusis di Kansas dan 90% penderita adalah anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi ini sebelumnya. Kegagalan sejenis juga terjadi di Nova scotia dimana pertusis telah muncul sekalipun telah dilakukan vaksinasi universal.
3.    Jerman mewajibkan vaksinasi tahun 1939. Jumlah kasus dipteri naik menjadi 150.000 kasus, dimana pada tahun yang sama Norwegia yang tidak melakukan vaksinasi, kasus dipterinya hanya sebanyak 50 kasus.
4.    Penularan polio dalam skala besar, menyerang anak-anak di nigeria utara berpenduduk muslim. Hal itu terjadi setelah diberikan vaksinasi polio, sumbangan AS untuk penduduk muslim. Beberapa pemimpin islam lokal menuduh pemerintah federal nigeria menjadi bagian dari pelaksanaan rencana Amerika untuk menghabiskan orang-orang muslim dengan menggunakan vaksin.
5.    Tahun 1989 sampai 1991, vaksin campak “ High Titre” buatan yugoslavia Edmonton- Zagreb diuji coba pada 1.500 anak-anak miskin keturunan orang hitam dan latin, di kota Los Angeles, Meksiko, Haiti dan Afrika. Vaksinasi tersebut sangat direkomendasikan oleh WHO. Program dihentikan setelah didapati banyak anak-anak meninggal dunia dalam jumlah besar.
6.    Vaksin campak menyebabkan penindasan terhadap sistem kekebalan tubuh anak dalam waktu panjang selama enam bulan sampai tiga tahun. Akibatnya anak-anak yang diberi vaksin mengalami penurunan kekebalan tubuh dan meninggal dunia dalam jumlah besar dari penyakit-penyakit lainnya. WHO kemudian menarrik vaksin-vaksin tersebut dari pasar di tahun 1992.

MENGAPA VAKSIN GAGAL MELINDUNGI TERHADAP PENYAKIT?

Walene James, pengarang buku “Immunisation : The Reality behind the Myth”, mengatakan respon inflamatori penuh diperlukan untuk menciptakan kekebalan nyata. Sebelum introduksi vaksin cacar dan gondok, kasus cacar dan gondok yang menimpa anak-anak adalah kasus tidak berbahaya. Vaksin “mengecoh” tubuh sehingga tubuh kita tidak menghasilkan respon inflamantori terhadap virus yang diinjeksi. SIDS (sudden infant death syndrome) naik dari 0.55 per 1000 orang di 1953 menjadi 12.8 per 1000 orang pada 1992 di Olmstead Country, Minnesota. Puncak kejadian SIDS adalah umur 2-4 bulan dimana waktu vaksin mulai diberikan kepada bayi. 85% kasus SIDS terjadi di 6 bulan pertama bayi. Persentase kasus SIDS telah naik dari 2.5 per 1000 orang menjadi 17.9 per 1000 orang dari 1953 – 1992. Kenaikan kematian akibat SIDS meningkat pada saat hampir semua penyakit anak-anak menurun karena perbaikan sanitasi dan kemajuan medikal kecuali SIDS. Kasus kematian SIDS meningkat pada saat jumlah vaksin yang diberikan pada balita naik secara meyakinkan menjadi 36 per anak.

Dr. W. Torch berhasil mendokumentasikan 12 kasus kematian pada anak yang terjadi dalam 3,5 – 19 jam paska imunisasi DPT. Dia juga kemudian melaporkan 11 kasus kematian SIDS dan satu yang hampir mati 24 jam paska injeksi DPT. Saat dia mempelajari 70 kasus kematian SIDS, 2/3 korban adalah mereka yang baru di vaksinasi mulai dari 1.5 hari sampai 3 minggu sebelumnya.

Tidak ada satu kematianpun yang dihubungkan dengan vaksin. Vaksin dianggap hal yang mulia dan tidak ada pemberitaan negatif apapun mengenai mereka di media utama karena mereka begitu menguntungkan bagi perusahaan Farmasi.

Ada alasan yang valid untuk percaya bahwa vaksin bukan saja tak berguna dalam mencegah penyakit, tetapi mereka juga kontra produktif karena melukai sistem kekebalan yang meningkatkan resiko kanker, penyakit kekebalan tubuh, dan SIDS yang menyebabkan cacat dan kematian.

STATUS KEHARAMAN VAKSIN

Mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Maftuh Basyuni  mengaku kecewa dengan aksi LPPOM MUI Sumsel. Menurutnya, mempublikasikan temuan bahan haram dalam vaksin meningitis hanya membuat gelisah para calon jamaah haji. “Mestinya cukup disampaikan kepada Kementerian Agama dan dan Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Sebenarnya tanpa diberitahu LPPOM MUI pun, pihak pemerintah, yakni Departemen Kesehatan dan Departemen Agama, sudah mengetahui masalah keharaman vaksin. Namun masalah itu cuma mengendap hingga kini. Hal ini bermula dari surat edaran yang keluarkan oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI) pertengahan 2005 lalu. Surat itu berisi peringatan kepada negara-negara anggota OKI tentang adanya penggunaan tripsin babi dalam proses pembuatan vaksin polio.

Guna menindaklanjuti hal itu, Depkes meminta Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syarak (MPKS) –penasihat Depkes tentang kaitan agama dan kesehatan– untuk menyelidiki hal tersebut. Kemudian MPKS mengundang PT. Bio Farma dan Aventis untuk memberi penjelasan tentang proses pembuatan vaksin polio yang mereka lakukan. Salah seorang anggota MPKS, Profesor Jurnalis Uddin mengatakan, dari situ terbukti tripsin babi memang digunakan dalam pembuatan vaksin polio. “Begitu juga dengan vaksin meningitis yang diproduksi oleh Glaxo Smith Kline untuk para jamaah haji,” ujar Jurnalis.

Namun program imunisasi nasional harus tetap jalan. PT. Bio Farma, produsen vaksin milik negara sekaligus pemasok tunggal vaksin program imunisasi nasional sowan ke MUI meminta fatwa. Karena alasan darurat, MUI membolehkan penggunaan vaksin tersebut selama belum ditemukan vaksin pengganti yang halal. Status vaksin tersebut tetap haram, tapi boleh karena darurat.

Pada pertemuan itu PT Bio Farma berjanji mengusahakan pengganti bahan haram pada produksi vaksinnya. MUI memberi waktu tiga tahun. Tapi hingga tahun ini, bahan-bahan haram tersebut tetap dipakai dalam produksi vaksin Bio Farma.

Selain penggunaan tripsin, produksi vaksin juga menggunakan media biakan virus (sel kultur). Virus ini berasal dari jaringan ginjal kera (sel vero), sel dari ginjal anjing, dan dari retina mata manusia. Kepala Divisi Produksi Vaksin Virus Bio Farma, Dori Ugiyadi mengatakan, ketiga sel kultur tersebut dipakai untuk pengembangan vaskin influenza. “Di Bio Farma, kita menggunakan sel ginjal monyet untuk produksi vaksin polio. Kemudian sel embrio ayam untuk produksi vaksin campak,” ujar Dori.

Sejauh ini vaksin yang bebas dari keterlibatan bahan haram adalah vaksin campak. Karena vaksin tersebut dibiakkan dengan embrio telur ayam serta bebas dari tripsin babi. Namun secara umum, kata Dori, produksi vaksin masih menggunakan berbagai macam sel yang berasal dari hewan maupun manusia.

HARAM DALAM OBAT-OBATAN

Bahan haram ternyata juga merambah ke produk obat-obatan. Sejumlah obat dengan jelas mencantumkan bahan tersebut pada kemasan produknya. Seperti Lovenox (Aventis), obat anti penggumpalan darah untuk penderita penyakit jantung yang mengandung heparin sodium dari babi. Juga Mixtard (Novonordisk),obat penderita diabetes ini mengadung insulin manusia; ataupun Cereblyosin yang terbuat dari otak babi.

Sebagian dokter mengetahui perihal bahan-bahan haram pada obat yang mereka gunakan, namun sebagian besarnya lagi tidak. Prof. Jurnalis Uddin, Dewan Pembina yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta bahkan mengatakan, hampir 99 persen dokter di Indonesia tidak tahu masalah ini. Kalaupun tahu, banyak juga dokter yang tidak mengabarkan hal tersebut kepada pasiennya.

“Secara nalar,  apa yang disampaikan Prof. Jurnalis memang benar,“ ujar Dr. Amir Syarif SKM, SpFK, Ketua Bidang Kajian Obat Ikatan Dokter Indonesia, kepada Suara Hidayatullah. Kata Amir, hingga kini bidang kajian obat IDI memang belum pernah membicarakan masalah halal-haram suatu obat secara khusus. Fokus IDI tentang obat adalah soal keamanan dan efektiftas serta ketersediaan dan keterjangkauan harganya saja.  Sedangkan masalah kehalaln obat, kata Amir, diserahkan sepenuhnya kepada para anggota IDI yang beragama Islam.

Todung Silalahi, dokter spesialis jantung di Pelayanan Jantung Terpadu Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (PJT RSCM), termasuk di antara dokter yang sedikit itu. Meski beragama non-Muslim, Todung mengaku selalu memberitahukan kandungan babi pada obat Lovenox kepada para pasiennya. “Ada yang menolak, ada juga yang menerima,” katanya.

Untuk yang menolak, dia akan memberikan alternatif obat bermerekArixtra. Obat tersebut terbuat dari kimia sintetis dengan harga dua kali lipat dari Lovenox, 600 ribu rupiah sekali suntik. Yang paling murah bermerek Fluxum, seharga Rp 150, tetapi berbahan babi. Todung mengaku lebih sering memakai Lovenox. Karena peluang keberhasilannya paling besar. Sekitar 90 persen dibanding Arixtrayang hanya 60 persen.

MEWASPADAI BAHAN-BAHAN OBAT

Berdasarkan temuan LPPOM MUI, sejumlah bahan haram yang ditemukan dalam obat-obatan yang beredar di masyarakat meliputi bahan utama dari babi, bahan tambahan dari babi, bahan penolong dari babi, embrio dan organ manusia, serta penggunaan alkohol.

Insulin

Insulin merupakan hormon yang digunakan untuk mengatur gula tubuh. Penderita diabetes memerlukan hormon insulin  dari luar, guna mengembalikan kondisi gula tubuhnya kembali normal. Insulin dimasukan ke dalam tubuh dengan cara disuntik. Insulin bisa berasal dari kelenjar mamalia atau dari mikroorganisme hasil rekayasa genetika. Jika dari mamalia, insulin yang paling mirip dengan manusia adalah yang berasal dari babi. (lihat boks perbandingan strukturnya)

Insulin manusia: C256H381N65O76S6 MW=5807,7
Insulin babi    : C257H383N65O77S6 MW=5777,6 (hanya 1 asam amino berbeda)
Insulin sapi    : C254H377N65O75S6 MW=5733,6  (ada 3 asam amino berbeda)

Salah satu produk Insulin terkenal yang beredar di pasaran adalah Mixtard yang diproduksi oleh Novonordisk. Ada banyak tipe mixtard yang diproduksi dengan kode produk yang berbeda-beda. Kandungannya ada yang berasal dari manusia yang diperbanyak dengan teknik rekombinansi DNA dan proses mikroba, ada juga yang berasal dari hewan, yakni babi.

Informasi kehalalan produk ini sangat minim, bahkan dokterpun tidak mengetahuinya. Dari data yang dirilis oleh International Diabetes Federation pada tahun 2003 menyebutkan, 70 persen insulin yang beredar berasal dari manusia, 17 persen berasal dari babi, delapan persen dari sapi, sisanya lima persen merupakan campuran antara babi dan sapi.

Heparin

Obat ini berfungsi sebagai anti koagulan atau anti penggumpalan pada darah. Banyak digunakan oleh penderita penyakit jantung untuk menghindari penyumbatan pada pembuluh darah.

Hampir semua heparin yang beredar di pasaran diimpor dari luar negeri. Salah satunya merek Lovenox 4000 keluaran Aventis Pharma Specialities, Perancis yang iimpor oleh PT Aventis Pharma, Jakarta.Lovenox mengandung heparin sodium dari babi yang dengan tegas tertera pada kemasannya. Hanya saja, keterangan berbahan babi tersebut dicetak sangat  kecil dan hanya tertera pada kemasan. Sehingga ketika kemasannya dibuang, maka dokter dan pasien yang bersangkutan tidak akan mengenalinya lagi.

Kapsul

Cangkang kapsul sebenarnya hanya bahan penolong untuk membungkus obat, bukan bahan obat. Tapi masalahnya, cangkang ini juga ikut tertelan dan masuk ke dalam tubuh. Cangkang kapsul terbuat dari gelatin yang bersumber dari tulang atau kulit hewan. Bisa dari sapi, ikan, atau babi.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebenarnya telah menegaskan, gelatin yang boleh masuk ke Indonesia hanya yang berasal dari sapi. Pertanyaanya, apakah sapi yang digunakan disembelih secara Islam atau tidak?

Selain itu, ada pula obat dan multi vitamin yang diimpor dalam bentuk kapsul. Lebih tepatnya jenis kapsul lunak (soft capsule). Kapsul jenis ini banyak dibuat dari gelatin babi karena lebih bagus dan murah. Dari keterangan LPPOM MUI, di antara obat impor berkapsul yang beredar di Indonesia seperti Yunan Baiyao dari Cina, sejumlah produk multi vitamin, vitamin A dosis tinggi, dan vitamin E.

Alkohol

Alkohol banyak digunakan untuk melarutkan bahan-bahan aktif pembentuk obat. Obat batuk adalah salah satu obat yang banyak menggunakan alkohol. Bahan ini dikonotasikan sebagai minuman keras atau khamr. Sejumlah obat batuk yang bebas dijual di pasaran mengandung alkohol berkadar di atas 1 persen. Di antaranya Vicks Formula 44 (PT. Prafa) 10,5 persen, Benadryl (PT. Pfizer) 5 persen,Woods’ (PT. Kalbe Farma) 6 persen, dan OBH Combi (Combiphar) 2 persen.

SIKAP KITA DALAM VAKSINASI

Dengan data-data diatas sudah seharusnya kita punya sikap yang tegas terhadap program pemerintah mengenasi vaksinasi dan imunisasi secara. Yakni :
1.    Mengutuk Konspirasi Vaksin Imunisasi yang merupakan kejahatan dalam bidang kesehatan.
2.    Menolak kebijakan pemerintah yang memaksakan imunisasi haram kepada para bayi dan lebih luas lagi kepada para jamaah haji.
3.    Meninjau ulang penggunaan vaksinasi imunisasi yang ada saat ini dan menggantinya dengan zat-zat yang non haram yang tidak berbahaya.
4.    Mencari upaya imunisasi alternatif seperti memaksimalkan penggunaan ASI pada bayi, serta bahan-bahan alami yang lebih natural.
5.    Menggalakkan edukasi tentang makanan-makanan organik yang sehat untuk masyarakat dan menganjurkan kepada mayarakat untuk menjauhkan diri dari makanan dan minuman yang mengandung Monosodium glutamat, Aspartam, Siklamat, Obat-obatan antibiotic, flouride, pewarna buatan, lesitin babi dsb.

 

Dikutip dari: http://www.suara-islam.com/news/muhasabah/analisis-kontemporer/3223-imunisasi-skandal-sadis-konspirasi-medis

kultwit #waktu by @anismatta

#Waktu# 1)Setiap kali ada pergantian tahun
seperti skrg..saya selalu membangunkan kembali
kesadaran sy ttg waktu..dan cara merasakannya..
#waktu#2)Cara setiap org merasakan waktu
berbeda krn “satuan waktu” yg mrk gunakan jg
berbeda..itu lahir dr falsafah hdp yg jg berbeda..
#waktu#3)Jika kita memaknai hidup sebagai
pertanggungjawaban..maka waktu adalah masa
kerja..waktu adalah kehidupan itu sendiri..
#waktu#4)Org2 beriman membagi waktu –
seperti jg hidup – kedalam waktu dunia dan
waktu akhirat..itu 2 sistem waktu yg sama sekali
berbeda..
#waktu#5)Waktu dunia adalah waktu
kerja..waktu akhirat adalah waktu
pertanggungjawaban dan pembalasan atas nilai
waktu kerja di dunia..
#waktu#6)Waktu kerja di dunia mengharuskan
kita memaknai setiap satuan waktu sebagai
satuan kerja..1 unit waktu hrs sm dgn 1 unit
amal..
#waktu#7)Persamaan itu..1 unit waktu sm dgn 1
unit kerja..membuat hdp kita jadi padat sepadat-
padatnya,nilai waktu terletak pd isinya,kerja!
#waktu#8)Tdk ada hal yg paling tdk bisa
dipertanggungjawabkan dlm hidup org beriman
selain waktu luang..itu hidup yg tidak terencana..
#waktu#9)Waktu luang lahir dari pikiran dan jiwa
yg kosong..yg tdk punya daftar pekerjaan yg hrs
dieksekusi..hidup mrk longgar tak bernas..
#waktu#10)Mrk yg punya daftar pekerjaan utk
dieksekusi menempatkan waktu sbg sumber
daya tak tergantikan..krn itu tdk blh lewat tanpa
nilai.
Menyadari waktu adalah menyadari efeknya..dan
efek terpenting dr waktu adalah efek
akumulasi..sesuatu tdk terjadi seketika..tp
bertahap..
#waktu#12)Akumulasi dr tindakan yg sama yg
kita lakukan secara berulang2 akan menjadi
karakter pada skala individu..
#waktu#13)Akumulasi dr karakter individu
selanjutnya menjadi budaya dalam skala
masyarakat..akumulasi itu terjadi dlm rentang
waktu ttt..
#waktu#14)Akumulasi budaya dr berbagai
kelompok masyarakat dlm rentang waktu ttt
itulah yg berkembang menjadi peradaban..
#waktu#15)Krn efek akumulasi sebuah peradaban
tdk bisa bangkit seketika atau runtuh seketika..ada
faktor2 yg mempengaruhinya scr akumlatif.
#waktu#16)Masyarakat bangkit melalui akumulasi
kontribusi produktivitas individu2 di
dalamnya..brp karakter dan ide yg membentuk
budaya mrk.
#waktu#17)Begitu jg keruntuhan sbh
masyarakat..itu akumulasi karakter dan ide
destruktif individu2nya yg membentuk budaya
keruntuhannya..
#waktu#18)Contoh lain adalah kesehatan..kualitas
kesehatan fisik dan mental kt diatas usia 40 thn
adlh akumulasi dr pola hidup sehari2 kt..
#waktu#19)Sebagian besar penyakit yg kt alami
diatas usia 40 itu adalah akumulasi
ketidakseimbangan pola hidup yg berlangsung
lama..
#waktu#20)Begitu jg dgn struktur pengetahuan
kita..itu adalah akumulasi ilmu yg kita peroleh
sehari2 melalui bacaan dan media belajar lain..
#waktu#21)Usia membuat org lbh arif krn ia
mengalami akumulasi pengetahuan..tehnologi
hari ini adalah akumulasi tehnologi kemarin..
#waktu#22)Krn itu Nabi Muhammad saw
mengatakan “Jgn pernah meremehkan kebajikan
sekecil apa pun itu”..itu krn sifat akumulasinya..
#waktu#23)Beliau jg mengatakan “Amal yg paling
baik dan paling dicintai Allah adalah yg
berkelanjutan walaupun hanya sedikit ”..itu
akumulasi
#waktu#24)Kebajikan kecil2 yg kita lakukan scr
terus menerus menunjukkan perhatian dan
konsistensi serta keterlibatan emosi yg dalam..
#waktu#25)Nilai2 emosi yg menyertai amal itu
hanya bisa dilihat dlm rentang waktu..krn itu
waktu jadi alat uji iman dan karakter yg efektif
#waktu#26)Sisi negatif manusia jg
akumulatif..dosa yg dilakukan berulang2 akan
menjadi karakter dan selanjutnya memenuhi
ruang hati manusia
#waktu#27)Dosa yg tlh jd karakter tdk akan
menyisakan ruang bagi dorongan kebajikan dlm
diri seseorang..Allah akhirnya mengunci hatinya..
#waktu#28)Akumulasi dosa yg menjadi karakter
menutup mata hati seseorang..ada tabir yg
menghalagi mata dan telinganya utk melihat
kebenaran.
#waktu#30)Akumulasi itulah yg sebenarnya
banyak menipu manusia pendosa..krn terjadi scr
perlahan dan tdk disadari oleh pelaku..terlalu halus
#waktu#31)Krn efek akumulasi itu..maka sifat2
terpuji yg paling banyak berhubungan dgn waktu
adalah kesabaran dan ketekunan..
#waktu#32)Tdk ada prestasi besar yg bs kt raih
dlm hdp tanpa kesabaran dan ketekunan yg
panjang..sebab semua perlu waktu yg lama..
#waktu#33)Kecerdasan yg tdk disertai kesabaran
dan ketekunan tdk akan membuahkan hasil
apa2..itu ciri org cerdas yg tdk produktif..
#waktu#34)Itu sebabnya mengapa diantara
semua sifat yg paling terulang dlm Qur’an adalah
sabar..termasuk hubungan dgn waktu dlm srt Al
‘ Ashr
#waktu#35)Kesabaran dan ketekunan adalah sifat
utama yg melekat pada org2 besar..baik dlm
dunia militer, bisnis, ekademik atau politik..
#waktu#36)Kesabaran dan ketekunan jg
merupakan sifat dasar kepemimpinan..krn mrk
hrs memikul beban berat dalam jangka waktu yg
lama..
#waktu#37)Kesabaran dan ketekunan adlh
indikator kekuatan kepribadian seseorang.. artinya
ia punya tekad yg takkan terkalahkan olh
rintangan
#waktu#38)Efek akumulasi jg mengajarkan kita
untuk berpikir secara sekuensial..berurut
mengikuti deret ukur waktu..itu strategic
thinking..
#waktu#39)Kemampuan berpikir sekuensial
adalah bagian dr kemampuan berpikir strategis
yg diajarkan oleh kesadaran akan waktu..efeknya
besar!
#waktu#40)Kemampuan berpikir sekuensial
terutama diperlukan saat kt membaca sejarah dan
berbagai fenomena sosial politik..jg dlm
perencanaan
#waktu#41)Sbg sumber daya waktu sangat
terbatas..org2 produktif pasti selalu merasa
bhw waktu mrk terlalu sedikit dibanding
rencana amal mrk
#waktu#42)Umat Muhammad saw jg
mempunyai umur masa kerja yg jauh lbh
pendek dr umat2 terdahulu..utk sbh hikmah
Ilahiyah yg kita tdk tahu..
#waktu#43)Jd hrs ada cara mengatasi
keterbatasan itu..utk itulah Islam
memperkenalkan makna efesiensi melalui
konsep penggandaan..
#waktu#44)Kt menggunakan waktu yg sm
utk sholat 5 waktu scr jamaah atau sendiri..tp
mendapatkan pahala yg berbeda..waktu sm
pahala beda..
#waktu#45)Waktu yg sm dgn pahala yg
berbeda adalah inti dr konsep
penggandaan.Ini menciptakan perbedaan
mencolok..dan mengatasi keterbatasan
#waktu#46)Konsep penggandaan ini bs
mengubah persamaan dr sblmnya 1 unit
waktu sm dgn 1 unit amal menjadi 1 unit
waktu sm dgn bbrp unit amal
#waktu#47)Ajaran ttg amal jariah..sedekah
jariyah,ilmu yg diajarkan,anak sholeh yg
terus mendoakan..jg penerapan lain dr
konsep penggandaan.
#waktu#48)Konsep penggandaan bkn sj
mengajarkan bgmn mengatasi keterbatasan
sumber daya tp jg bgmn memaksimalkan
sumberdaya yg terbatas itu.
#waktu#49)Seseorang bs hdp lbh lama dr
umurnya dgn konsep penggandaan
itu..caranya dgn menciptakan amal yg
dampaknya lbh lama dr umur kt..
#waktu#50)Seperti individu, masyarakat jg
punya umur..peradaban jg punya
umur..umur masyarakat ditentukan oleh
akumulasi umur individu..
#waktu#51)Umur sosial menjadi panjang jk
banyak individunya melakukan kerja2
penggandaan..salah satunya adalah
#waktu#52)Umur peradaban jg
begitu..peradaban barat moderen dibangun
pertama kali oleh spanyol dan portugis,lalu
inggris dan prancis,lalu AS
pewarisan ilmu pengetahuan..
#waktu#53)Epicentrum sbh peradaban
berpindah dr 1 masyarakat ke yg lain begitu
umur sosial masyarakat itu habis,walaupun
scr fisik tetap ada
#waktu#54)Sprt Barat,peradaban Islam jg
dipikul banyak suku bangsa..mulanya
Arab,lalu Persia,lalu Afrika,lalu Turki, lalu
Mongol dst..
#waktu#55)Akumulasi umur sosial dr suku
bangsa itu menentukan panjang pendeknya
umur peradaban..mkn banyak yg
memikulnya mkn panjang umurnya

http://andrytea.blogspot.com/2011/01/kultwit-waktu-by-anismatta.html?spref=tw

Tagged

Buya Hamka, Ulama, Penulis, dan Politisi

Nidia Zuraya (republika online – 07 Februari 2010)

Beliau adalah satu dari sedikit ulama Indonesia yang mendapat gelar sebagai mufassir (ahli tafsir).

Sosok Buya Hamka sudah tak asing di Indonesia. Ia adalah tokoh dan panutan umat yang sangat disegani. Ulama asal Maninjau (Sumatra Barat) ini, bahkan terkenal hingga negara-negara di kawasan Asia, bahkan Timur Tengah. Namanya melambung tinggi, berkat karyanya yang sangat fenomenal, yakni Tafsir Al-Azhar, yang ditulisnya saat berada dalam penjara.

Keberhasilannya dalam menafsirkan Alquran dan ditulis saat berada di penjara, mengingatkan perjuangan Sayyid Quthb, seorang tokoh Muslim yang juga berhasil menyelesaikan penulisan tafsir Alquran yang kemudian diberi nama Fi Zhilal Al-Qur’an (Di bawah Lindungan Alquran).

Haji Abdul Malik Karim Amrullah, demikian nama akronim dari singkatan Hamka. Nama Buya adalah panggilan khas Minangkabau atau Minang untuk orang tua yang bermakna Ayah (Abu, Abi, Abuya).
Ensiklopedi Islam menyebutkan, tokoh kelahiran Maninjau, Sumatra Barat, 16 Februari 1908, ini hanya sempat masuk sekolah desa selama tiga tahun dan sekolah-sekolah agama di Padangpanjang dan Parabek (dekat Bukittinggi) selama kurang lebih tiga tahun.

Namun, bakat yang dimilikinya dalam bidang bahasa, membuat Hamka dengan cepat bisa menguasai bahasa Arab, dan ini mengantarkannya mampu membaca secara luas literatur Arab, termasuk terjemahan dari tulisan-tulisan Barat.

Sebagai seorang anak tokoh pergerakan, sejak kanak-kanak Hamka sudah menyaksikan dan mendengar langsung pembicaraan tentang pembaharuan dan gerakannya melalui ayah dan rekan-rekan ayahnya. Ayah Hamka adalah H Abdul Karim Amrullah, seorang tokoh pelopor gerakan Islam ‘Kaum Muda’ di Minangkabau.

Sejak usia muda, Hamka sudah dikenal sebagai seorang pengelana. Sang ayah bahkan menjulukinya ‘Si Bujang Jauh’. Pada 1942, dalam usia 16 tahun, ia pergi ke Jawa untuk menimba pelajaran tentang gerakan Islam modern melalui H Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, Ki Bagus Hadikusumo, RM Soerjopranoto, dan KH Fakhruddin yang mengadakan kursus-kursus pergerakan di Gedung Abdi Dharmo di Pakualaman, Yogyakarta.

Setelah beberapa lama menetap di Yogyakarta, ia berangkat ke Pekalongan dan menemui kakak iparnya, AR Sutan Mansur, yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Muhammadiyah cabang Pekalongan. Di kota ini ia berkenalan dengan tokoh-tokoh Muhammadiyah setempat. Pada bulan Juli ia kembali ke Padangpanjang dan turut mendirikan Tablig Muhammadiyah di rumah ayahnya di Gatangan, Padangpanjang. Sejak itulah ia mulai berkiprah dalam organisasi Muhammadiyah hingga akhir hayatnya.

Tegas dan Kritis
Ketokohannya dalam bidang ilmu agama, menempatkannya sebagai sosok ulama yang hebat. Julukannya telah diakui banyak kalangan. Apalagi dengan tafsirnya yang berjudul Tafsir Al-Azhar, merupakan fenomena yang mengagumkan, mengingat sedikit sekali ulama Indonesia yang mampu menafsirkan Alquran hingga tuntas. Bahkan, hingga saat ini, sangat sedikit ulama Indonesia yang mendapat gelar sebagai mufassir. Di antara mereka adalah Buya Hamka, Mahmud Yunus, dan Qurais Shihab.

Buya Hamka, dikenal sebagai sosok ulama yang kritis dan teguh pendirian. Ia bahkan beberapa kali terlibat perdebatan, mulai dengan tokoh-tokoh Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga pemerintah Orde Lama. Hal itu dilakukannya demi memperjuangkan dakwah Islam.

Sikap tegasnya ini juga ditunjukkannya manakala pada 1975 ia diberi kepercayaan oleh Menteri Agama, Prof Dr H Mukti Ali, untuk duduk menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun, akhirnya, jabatan itu tak bertahan lama, Buya Hamka melepaskan jabatannya tersebut.

Saat itu, sebagai Ketua MUI, Buya Hamka berkeinginan untuk menjadikan organisasi ulama itu sebagai organisasi yang independen, tanpa pengaruh dari pihak manapun. Kantor sekretariat yang sebelumnya berada di Masjid Istiqlal dipindahkan ke Masjid Al-Azhar.

Fatwa Haram
Usaha Hamka untuk membuat independen lembaga MUI mulai terasa ketika pada awal 1980 lembaga ini berani melawan arus dengan mengeluarkan fatwa mengenai persoalan perayaan Natal bersama. Saat itu Hamka menyatakan haram bila ada umat Islam mengikuti perayaan keagamaan itu. Keberadaan fatwa tersebut kontan saja membuat geger publik.

Terlebih lagi pada waktu itu arus kebijakan pemerintah tengah mendengungkan isu toleransi. Berbagai instansi waktu itu ramai mengadakan perayaan Natal bersama. Bila ada orang Islam yang tidak bersedia ikut merayakan natal, mereka dianggap kaum fundamentalis dan anti-Pancasila.

Keadaan itu kemudian memaksa MUI mengeluarkan fatwa. Risikonya Hamka pun mendapat kecaman. MUI ditekan dengan gencarnya melalui berbagai pendapat di media massa yang menyatakan bahwa fatwa tersebut akan mengancam persatuan negara. Melalui sebuah tulisan yang dimuat di majalah Panjimas, Hamka berupaya mempertahankan fatwa haram merayakan Natal bersama bagi umat Islam yang dikeluarkannya.

Hamka tetap berpendirian teguh dan tidak akan mencabut fatwa Natal tersebut. Karena itu, daripada mencabut fatwa yang menurutnya jelas-jelas benar, akhirnya Hamka lebih memilih untuk meletakkan jabatannya setelah ada desakan dari pemerintah. Ia mundur dari MUI pada 21 Mei 1981. Tak lama kemudian, beliau meninggal dunia, tepatnya pada 24 Juli 1981.

Oleh sejumlah kalangan, sikap tegas Hamka ketika memimpin MUI merupakan cerminan dari pribadinya. Bahkan, banyak pihak yang mengatakan sepeninggal Hamka, Fatwa MUI terasa menjadi tidak lagi menggigit. Bahkan di masa Orde Baru, posisi lembaga ini terkesan hanya sebagai tukang stempel kebijakan pemerintah terhadap umat Islam belaka.

Penulis Aktif
Di tengah kesibukannya mengurusi umat, Buya Hamka masih sempat menulis sejumlah buku. Mulai dari Novel, Sejarah Islam, hingga tafsir Alquran. Namanya dikenal luas berkat karya-karyanya. Kecintaannya terhadap dunia menulis ini dimulai ketika ia memutuskan memasuki dunia jurnalistik pada akhir 1925. Saat itu ia mengirim artikel ke harian Hindia Baru, yang dieditori oleh Haji Agus Salim, seorang pemimpin politik Islam. Sekembalinya ke Padangpanjang, Hamka mendirikan jurnal Muhammadiyah pertama, Chatibul Ummah.

Sejak saat itu, dia mulai rajin menulis karya-karya sastra. Bukunya yang pertama merupakan sebuah novel Minangkabau berjudul Si Sabariah, terbit pada 1925. Dia secara teratur mengirimkan artikel ke jurnal-jurnal lokal dan menerbitkan buku kecil mengenai adat Minangkabau dan sejarah Islam. Pada 1936, dia menerima tawaran menjadi editor kepala pada sebuah jurnal Islam baru di Medan, Pedoman Masyarakat. Ketika dia menjabat sebagai editor, jurnal ini menjadi salah satu yang paling sukses dalam sejarah jurnalisme Islam di Indonesia.

Dalam kehidupan Hamka, masa-masa ketika tinggal di Medan (1936-1945) merupakan tahun-tahun paling produktif. Selama periode ini dia menulis dan memublikasikan sebagian besar novelnya.

Di antaranya Di Bawah Lindungan Ka’bah (1936), Tenggelamnya Kapal van der Wijck (1937), Merantau ke Deli (1940), dan Di Dalam Lembah Kehidupan (1940). Dia juga menulis buku-buku mengenai etika Islam dan tasawuf, seperti Tasawuf Modern (1939), Lembaga Budi (1939), dan Falsafah Hidup (1940). Pada 1949, ia menerbitkan biografi orang tuanya dengan judul Ayahku, yang juga memaparkan sejarah gerakan Islam di Sumatra, di samping memoar empat jilid berjudul Kenang-Kenangan Hidup dan jilid pertama Sejarah Umat Islam.

Pada 1950, ia mengadakan lawatan ke beberapa negara Arab sesudah menunaikan ibadah haji untuk kedua kalinya. Dalam kesempatan ini ia bertemu dengan pengarang-pengarang Mesir yang telah lama dikenalnya lewat karya-karya mereka, seperti Taha Husein dan Fikri Abadah. Sepulang dari lawatan ini ia mengarang beberapa buku roman, yaitu Mandi Cahaya di Tanah Suci, Di Lembah Sungai Nil, dan Di Tepi Sungai Dajlah.

Bersama dengan KH Fakih Usman (menteri agama dalam Kabinet Wilopo 1952), pada Juli 1959, ia menerbitkan majalah tengah bulanan Panji Masyarakat. Majalah ini menitikberatkan soal-soal kebudayaan dan pengetahuan agama Islam. Majalah ini kemudian dibreidel pada 17 Agustus 1960 dengan alasan memuat karangan Dr Muhammad Hatta berjudul ‘Demokrasi Kita’, yang isinya mengkritik tajam konsep Demokrasi Terpimpin.

Majalah ini baru terbit kembali setelah Orde Lama tumbang, tepatnya pada 1967. Hamka sendiri dipercaya sebagai pimpinan umum majalah Panji Masyarakat hingga akhir hayatnya.

Hobi menulis ini tetap ditekuninya manakala ia berada di balik terali besi penjara. Pada 27 Januari 1964, Hamka ditangkap oleh pemerintahan Soekarno. Dalam tahanan Orde Lama ini ia menyelesaikan kitab Tafsir al-Azhar (30 Juz). Ia keluar dari tahanan setelah Orde Lama tumbang.

Hamka meninggalkan karya yang sangat banyak; di antaranya yang sudah dibukukan tercatat lebih kurang 118 buah, belum termasuk karangan-karangan panjang dan pendek yang dimuat di berbagai media massa dan disampaikan dalam beberapa kesempatan kuliah atau ceramah ilmiah. Tulisan-tulisan itu meliputi banyak bidang kajian, seperti politik, sejarah, budaya, akhlak, dan ilmu-ilmu keislaman.

Ketokohan Hamka tak hanya di Indonesia, tapi hingga mancanegara. Hal ini dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diperolehnya. Seperti anugerah kehormatan Doctor Honoris Causa, Universitas al-Azhar, 1958; Doktor Honoris Causa, Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974; dan gelar Datuk dan Pengeran Wiroguno dari Pemerintah Indonesia.

Sementara itu, dalam bidang politik, Buya Hamka sempat menduduki jabatan sebagai angota Konstituante (Parlemen) saat pemerintahan Orde Lama yang dipimpin Soekarno dari Masyumi. berbagai sumber ed : sya

Karya-Karya Hamka

1. Khatibul Ummah, Jilid 1-3. Ditulis dalam huruf Arab.
2. Si Sabariah. (1928)
3. Pembela Islam (Tarikh Saidina Abu Bakar Shiddiq), 1929.
4. Adat Minangkabau dan agama Islam (1929).
5. Ringkasan tarikh Ummat Islam (1929).
6. Kepentingan melakukan tabligh (1929).
7. Hikmat Isra’ dan Mikraj.
8. Arkanul Islam (1932) di Makassar.
9. Laila Majnun (1932) Balai Pustaka.
10. Majallah ‘Tentera’ (4 nomor) 1932, di Makassar.
11. Majallah Al-Mahdi (9 nomor) 1932 di Makassar.
12. Mati Mengandung Malu (Salinan Al-Manfaluthi) 1934.
13. Di Bawah Lindungan Ka’bah (1936) Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka.
14. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1937), Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka.
15. Di Dalam Lembah Kehidupan 1939, Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka.
16. Merantau ke Deli (1940), Pedoman Masyarakat, Toko Buku Syarkawi.
17. Margaretta Gauthier (terjemahan) 1940.
18. Tuan Direktur 1939.
19. Dijemput mamaknya, 1939.
20. Keadilan Ilahy 1939.
21. Tashawwuf Modern 1939.
22. Falsafah Hidup 1939.
23. Lembaga Hidup 1940.
24. Lembaga Budi 1940.
25. Majallah ‘SEMANGAT ISLAM’ (Zaman Jepang 1943).
26. Majallah ‘MENARA’ (Terbit di Padang Panjang), sesudah revolusi 1946.
27. Negara Islam (1946).
28. Islam dan Demokrasi, 1946.
29. Revolusi Pikiran, 1946.
30. Revolusi Agama, 1946.
31. Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi, 1946.
32. Dibantingkan Ombak Masyarakat, 1946.
33. Didalam Lembah Cita-cita,1946.
34. Sesudah Naskah Renville,1947.
35. Pidato Pembelaan Peristiwa Tiga Maret,1947.
36. Menunggu Beduk Berbunyi,1949 di Bukittinggi, Sedang Konperansi Meja Bundar.
37. Ayahku,1950 di Jakarta.
38. Mandi Cahaya di Tanah Suci. 1950.
39. Mengembara Dilembah Nyl. 1950.
40. Ditepi Sungai Dajlah. 1950.
41. Kenangan-kenangan Hidup 1, Autobiografi sejak lahir 1908-1950.
42. Kenangan-kenangan Hidup 2.
43. Kenangan-kenangan Hidup 3.
44. Kenangan-kenangan Hidup 4.
45. Sejarah Ummat Islam Jilid 1,ditulis tahun 1938 diangsur sampai 1950.
46. Sejarah Ummat Islam Jilid 2.
47. Sejarah Ummat Islam Jilid 3.
48. Sejarah Ummat Islam Jilid 4.
49. Pedoman Mubaligh Islam,Cetakan 1 1937 ; Cetakan ke 2 tahun 1950.
50. Pribadi,1950.
51. Agama dan Perempuan,1939.
52. Muhammadiyah Melalui 3 Zaman,1946,di Padang Panjang.
53. 1001 Soal Hidup (Kumpulan karangan dr Pedoman Masyarakat, dibukukan 1950).
54. Pelajaran Agama Islam,1956.
55. Perkembangan Tashawwuf dr abad ke abad,1952.
56. Empat Bulan di Amerika,1953 Jilid 1.
57. Empat Bulan di Amerika Jilid 2.
58. Pengaruh Ajaran Muhammad Abduh di Indonesia (Pidato di Kairo 1958), untuk gelar Doktor Honoris Causa.
59. Soal Jawab 1960, disalin dari karangan-karangan Majalah GEMA ISLAM.
60. Dari Perbendaharaan Lama, 1963 dicetak oleh M. Arbie, Medan; dan 1982 oleh Pustaka Panjimas, Jakarta.
61. Lembaga Hikmat,1953 oleh Bulan Bintang, Jakarta.
62. Islam dan Kebatinan,1972; Bulan Bintang.
63. Fakta dan Khayal Tuanku Rao, 1970.
64. Sayid Jamaluddin Al-Afhany 1965, Bulan Bintang.
65. Ekspansi Ideologi (Alghazwul Fikri), 1963, Bulan Bintang.
66. Hak Asasi Manusia dipandang dari segi Islam 1968.
67. Falsafah Ideologi Islam 1950(sekembali dr Mekkah).
68. Keadilan Sosial dalam Islam 1950 (sekembali dr Mekkah).
69. Cita-cita Kenegaraan dalam Ajaran Islam (Kuliah umum) di Universiti Keristan 1970.
70. Studi Islam 1973, diterbitkan oleh Panji Masyarakat.
71. Himpunan Khutbah-khutbah.
72. Urat Tunggang Pancasila.
73. Doa-doa Rasulullah S.A.W,1974.
74. Sejarah Islam di Sumatera.
75. Bohong di Dunia.
76. Muhammadiyah di Minangkabau 1975,(Menyambut Kongres Muhammadiyah di Padang).
77. Pandangan Hidup Muslim,1960.
78. Kedudukan Perempuan dalam Islam,1973.
79. Tafsir Al-Azhar 30 Juz, ditulis saat berada di penjara.

sumber : tokohindonesia/wikipedia

http://www.facebook.com/topic.php?uid=38189155987&topic=13136

http://koran.republika.co.id/koran/0/103570/Buya_Hamka_Ulama_Penulis_dan_Politisi

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.